Operasi Pencarian dan Pertolongan (SAR) terus berlanjut di Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan. Tim SAR gabungan berhasil menemukan sejumlah barang milik korban pesawat ATR 42-500 yang sedang dicari, termasuk dokumen pribadi, dompet, buku catatan, dan barang elektronik.
Menurut Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar, Muhammad Arif Anwar, temuan ini diperoleh dari hasil penyisiran intensif tim darat di jalur ekstrem antara puncak dan Pos 9 jalur pendakian. Selain itu, juga ditemukan beberapa bagian dari pesawat seperti pelampung dan fire signal.
Arif menjelaskan bahwa seluruh barang yang ditemukan telah diamankan, didata, dan ditandai titik koordinatnya. Temuan ini menjadi petunjuk penting untuk mempersempit area pencarian serta menentukan langkah lanjutan dalam proses evakuasi.
"Medan di lokasi kejadian sangat curam dan berisiko tinggi. Proses pencarian dilakukan dengan teknik khusus, termasuk repling dan pembukaan jalur, sehingga membutuhkan waktu, ketelitian, dan koordinasi yang kuat antarunsur," ujar Arif.
Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Marsekal Madya TNI, Mohammad Syafii, mengapresiasi atas kerja keras seluruh tim SAR gabungan yang terus bekerja di tengah keterbatasan dan kondisi alam yang ekstrem.
Menurut Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar, Muhammad Arif Anwar, temuan ini diperoleh dari hasil penyisiran intensif tim darat di jalur ekstrem antara puncak dan Pos 9 jalur pendakian. Selain itu, juga ditemukan beberapa bagian dari pesawat seperti pelampung dan fire signal.
Arif menjelaskan bahwa seluruh barang yang ditemukan telah diamankan, didata, dan ditandai titik koordinatnya. Temuan ini menjadi petunjuk penting untuk mempersempit area pencarian serta menentukan langkah lanjutan dalam proses evakuasi.
"Medan di lokasi kejadian sangat curam dan berisiko tinggi. Proses pencarian dilakukan dengan teknik khusus, termasuk repling dan pembukaan jalur, sehingga membutuhkan waktu, ketelitian, dan koordinasi yang kuat antarunsur," ujar Arif.
Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Marsekal Madya TNI, Mohammad Syafii, mengapresiasi atas kerja keras seluruh tim SAR gabungan yang terus bekerja di tengah keterbatasan dan kondisi alam yang ekstrem.