Tim SAR Setop Operasi Pencarian Korban Tambang Antam di Bogor, Tidak Temukan 3 Orang yang Hilang
Dalam upaya mencari korban tambang Antam UBPE Pongkor di Bogor, tim SAR Jakarta baru-baru ini menutup operasinya tanpa menemukan tiga orang yang hilang. Operasi pencarian itu dilakukan setelah proses penyisiran sampai titik terakhir lokasi korban tidak menemukan tanda-tanda adanya korban.
"Setelah Tim Rescue kami melakukan penyisiran sampai titik terakhir lokasi korban, dan hasilnya tidak ditemukan adanya korban maupun tanda-tanda lainnya sesuai dengan searching area yang kami tentukan sesuai keterangan saksi," kata Kepala Kantor SAR Jakarta, Desiana Kartika Bahari.
Tiga orang tersebut adalah Akim, Aji, dan Adam yang sempat dilakukan pencarian sebelumnya. Mereka adalah warga Kampung Anyar, Desa Urug, Kecamatan Sukajaya, dan Desa Urug, Kecamatan Sukajaya.
Desiana juga menyatakan bahwa lubang tambang yang tiba-tiba mengeluarkan gas CO tersebut telah ditutup oleh PT Antam. Penutupan dinilai karena area tambang tidak stabil, terdapat beberapa titik yang mengalami pelapukan, serta kandungan udara yang tidak layak.
"Selalu memperhatikan larangan mendekat atau masuk daerah Objek Vital, karena hal itu untuk bukti bahwa negara melindungi segenap manusia dengan memberikan tanda-tanda peringatan. Dan jika melanggar, maka konsekuensi yang timbul dari hal tersebut menjadi kelalaian pada diri kita sendiri," ungkap Desiana.
Operasi pencarian itu diawali setelah terjadi peristiwa asap mengepul di dalam tambang milik PT Antam UBPE Pongkor. Dalam operasi tersebut, Tim Rescue menggunakan APD lengkap dengan SCBA, Alat detektor Gas, dan peralatan SAR untuk menghadapi ruang terbatas.
Namun, proses penyisiran sampai titik terakhir lokasi korban tidak menemukan adanya korban maupun tanda-tanda lainnya sesuai dengan searching area yang di tentukan.
Dalam upaya mencari korban tambang Antam UBPE Pongkor di Bogor, tim SAR Jakarta baru-baru ini menutup operasinya tanpa menemukan tiga orang yang hilang. Operasi pencarian itu dilakukan setelah proses penyisiran sampai titik terakhir lokasi korban tidak menemukan tanda-tanda adanya korban.
"Setelah Tim Rescue kami melakukan penyisiran sampai titik terakhir lokasi korban, dan hasilnya tidak ditemukan adanya korban maupun tanda-tanda lainnya sesuai dengan searching area yang kami tentukan sesuai keterangan saksi," kata Kepala Kantor SAR Jakarta, Desiana Kartika Bahari.
Tiga orang tersebut adalah Akim, Aji, dan Adam yang sempat dilakukan pencarian sebelumnya. Mereka adalah warga Kampung Anyar, Desa Urug, Kecamatan Sukajaya, dan Desa Urug, Kecamatan Sukajaya.
Desiana juga menyatakan bahwa lubang tambang yang tiba-tiba mengeluarkan gas CO tersebut telah ditutup oleh PT Antam. Penutupan dinilai karena area tambang tidak stabil, terdapat beberapa titik yang mengalami pelapukan, serta kandungan udara yang tidak layak.
"Selalu memperhatikan larangan mendekat atau masuk daerah Objek Vital, karena hal itu untuk bukti bahwa negara melindungi segenap manusia dengan memberikan tanda-tanda peringatan. Dan jika melanggar, maka konsekuensi yang timbul dari hal tersebut menjadi kelalaian pada diri kita sendiri," ungkap Desiana.
Operasi pencarian itu diawali setelah terjadi peristiwa asap mengepul di dalam tambang milik PT Antam UBPE Pongkor. Dalam operasi tersebut, Tim Rescue menggunakan APD lengkap dengan SCBA, Alat detektor Gas, dan peralatan SAR untuk menghadapi ruang terbatas.
Namun, proses penyisiran sampai titik terakhir lokasi korban tidak menemukan adanya korban maupun tanda-tanda lainnya sesuai dengan searching area yang di tentukan.