Operasi pencarian korban tanah longsor di Desa Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, terus dilaksanakan oleh Tim SAR Gabungan. Operasi ini memasuki hari kesembilan dan sudah memperluas cakupan area pencarian untuk 10 korban yang masih diduga tertimbun material longsoran.
Kepala Kantor SAR Bandung Ade Dian Permana menjelaskan bahwa operasi hari ini difokuskan pada optimalisasi pencarian korban di sektor prioritas dengan tetap mengedepankan keselamatan personel dan pengendalian risiko longsor susulan. "Seiring bertambahnya unsur SAR gabungan, area pencarian kami perluas dan seluruh sektor difokuskan agar seluruh area kerja dapat tercakup secara maksimal," katanya.
Saat ini, jumlah korban terdampak mencapai 158 jiwa, dengan rincian 78 orang selamat, 70 korban telah dievakuasi dalam kantong jenazah, dan 10 orang lainnya masih diduga tertimbun material longsoran. Tim SAR Gabungan telah mengerahkan 18 unit alat berat untuk mendukung proses pencarian dan evakuasi korban.
Operasi ini melibatkan 3.713 personel dari unsur Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisien Negara Republik Indonesia (Polri), pemerintah daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), kementerian dan lembaga terkait, serta relawan. Operasi ini akan terus dilaksanakan secara terukur dan terkoordinasi hingga seluruh korban yang masih diduga tertimbun dapat ditemukan.
Kepala Kantor SAR Bandung Ade Dian Permana menjelaskan bahwa operasi hari ini difokuskan pada optimalisasi pencarian korban di sektor prioritas dengan tetap mengedepankan keselamatan personel dan pengendalian risiko longsor susulan. "Seiring bertambahnya unsur SAR gabungan, area pencarian kami perluas dan seluruh sektor difokuskan agar seluruh area kerja dapat tercakup secara maksimal," katanya.
Saat ini, jumlah korban terdampak mencapai 158 jiwa, dengan rincian 78 orang selamat, 70 korban telah dievakuasi dalam kantong jenazah, dan 10 orang lainnya masih diduga tertimbun material longsoran. Tim SAR Gabungan telah mengerahkan 18 unit alat berat untuk mendukung proses pencarian dan evakuasi korban.
Operasi ini melibatkan 3.713 personel dari unsur Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisien Negara Republik Indonesia (Polri), pemerintah daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), kementerian dan lembaga terkait, serta relawan. Operasi ini akan terus dilaksanakan secara terukur dan terkoordinasi hingga seluruh korban yang masih diduga tertimbun dapat ditemukan.