Teman-teman, hari ini kita akan membahas tentang kejadian longsor yang terjadi di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Pencarian tim SAR Gabungan masih berlangsung dalam mencari 20 korban hilang yang masih belum ditemukan.
Hingga hari ini, telah berhasil menemukan dan evakuasi 60 jenazah. Namun, tidak semua dari mereka dapat teridentifikasi dengan pasti. Berdasarkan data yang sudah dihitung, 44 dari total 60 jenazah tersebut telah dapat diserahkan kepada keluarga mereka.
Bupati Bandung Barat dan kepala lembaga penyelamat, Mohammad Syafii menyatakan bahwa operasi pencarian SAR akan terus dilanjutkan hingga Status Tanggap Darurat berakhir pada hari ke-14. Ia juga menegaskan bahwa data korban masih dinamis seiring asesmen lapangan yang dilakukan.
Direktur Operasi Basarnas, Laksamana Pertama TNI Y. Bramantyo N., menyatakan bahwa kondisi cuaca hari ini lebih kondusif dibanding hari-hari sebelumnya, sehingga pencarian dapat dilakukan secara maksimal.
Basarnas juga menambah dukungan sarana berupa dua unit alat berat jenis excavator PC 200 untuk membuka dan menggeser material longsor di area strategis. Mereka akan difokuskan untuk membantu proses pencarian dengan lebih efektif.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi juga telah menyatakan bahwa ia akan memulai menghutankan kembali kawasan terdampak longsor setelah proses penanganan korban rampung. Ia juga menyatakan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah memberikan santunan kepada keluarga korban sebesar Rp 25 juta per kepala keluarga, serta bantuan biaya hidup selama dua bulan untuk masyarakat yang masih belum mengalami kerugian.
Hingga hari ini, telah berhasil menemukan dan evakuasi 60 jenazah. Namun, tidak semua dari mereka dapat teridentifikasi dengan pasti. Berdasarkan data yang sudah dihitung, 44 dari total 60 jenazah tersebut telah dapat diserahkan kepada keluarga mereka.
Bupati Bandung Barat dan kepala lembaga penyelamat, Mohammad Syafii menyatakan bahwa operasi pencarian SAR akan terus dilanjutkan hingga Status Tanggap Darurat berakhir pada hari ke-14. Ia juga menegaskan bahwa data korban masih dinamis seiring asesmen lapangan yang dilakukan.
Direktur Operasi Basarnas, Laksamana Pertama TNI Y. Bramantyo N., menyatakan bahwa kondisi cuaca hari ini lebih kondusif dibanding hari-hari sebelumnya, sehingga pencarian dapat dilakukan secara maksimal.
Basarnas juga menambah dukungan sarana berupa dua unit alat berat jenis excavator PC 200 untuk membuka dan menggeser material longsor di area strategis. Mereka akan difokuskan untuk membantu proses pencarian dengan lebih efektif.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi juga telah menyatakan bahwa ia akan memulai menghutankan kembali kawasan terdampak longsor setelah proses penanganan korban rampung. Ia juga menyatakan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah memberikan santunan kepada keluarga korban sebesar Rp 25 juta per kepala keluarga, serta bantuan biaya hidup selama dua bulan untuk masyarakat yang masih belum mengalami kerugian.