Pihak Tim SAR gabungan kembali berhasil menemukan bagian tubuh korban penumpang pesawat ATR 42-500 yang jatuh di wilayah pegunungan Maros-Pangkep, Sulawesi Selatan. Penemuan ini diserahkan kepada posko Tim DVI Polda Sulsel, Jalan Kumala, Makassar.
Sebelumnya, tim SAR gabungan telah menemukan dua jasad korban berjenis kelamin pria dan perempuan. Satu dari mereka, yaitu Florencia Lolita, telah dijemput oleh keluarganya untuk dimakamkan.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar, Muhammad Arif Anwar, menyatakan bahwa penemuan ini merupakan hasil penyisiran intensif yang dilakukan beberapa unit pencarian darat di sekitar lokasi badan dan ekor pesawat. "Pada hari kelima operasi, tim SAR gabungan menemukan bagian tubuh korban berupa tulang serta sejumlah barang pribadi korban di beberapa titik pencarian," kata Arif.
Penyerahan bagian tubuh korban kepada tim DVI dilakukan untuk proses identifikasi lebih lanjut. "Penyerahan body part kepada tim DVI dilakukan guna proses identifikasi secara medis dan forensik, sehingga dapat dipastikan identitas korban secara akurat," jelas Arif.
Selain bagian tubuh korban, tim SAR gabungan juga menemukan sejumlah barang milik korban, seperti laptop, telepon genggam, paspor, flash disk, kacamata, pouch, dokumen pribadi, dan beberapa barang lainnya yang ditemukan di sekitar bangkai pesawat dan jalur evakuasi.
"Seluruh barang temuan korban telah didata, diamkan, dan akan diserahkan kepada pihak berwenang sesuai mekanisme yang berlaku," tambah Arif. Operasi SAR masih terus berlanjut dengan melibatkan lebih dari seribu personel gabungan dari unsur Basarnas, TNI, Polri, pemerintah daerah, relawan, dan komunitas kemanusiaan, dengan dukungan peralatan darat dan udara.
Sebelumnya, tim SAR gabungan telah menemukan dua jasad korban berjenis kelamin pria dan perempuan. Satu dari mereka, yaitu Florencia Lolita, telah dijemput oleh keluarganya untuk dimakamkan.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar, Muhammad Arif Anwar, menyatakan bahwa penemuan ini merupakan hasil penyisiran intensif yang dilakukan beberapa unit pencarian darat di sekitar lokasi badan dan ekor pesawat. "Pada hari kelima operasi, tim SAR gabungan menemukan bagian tubuh korban berupa tulang serta sejumlah barang pribadi korban di beberapa titik pencarian," kata Arif.
Penyerahan bagian tubuh korban kepada tim DVI dilakukan untuk proses identifikasi lebih lanjut. "Penyerahan body part kepada tim DVI dilakukan guna proses identifikasi secara medis dan forensik, sehingga dapat dipastikan identitas korban secara akurat," jelas Arif.
Selain bagian tubuh korban, tim SAR gabungan juga menemukan sejumlah barang milik korban, seperti laptop, telepon genggam, paspor, flash disk, kacamata, pouch, dokumen pribadi, dan beberapa barang lainnya yang ditemukan di sekitar bangkai pesawat dan jalur evakuasi.
"Seluruh barang temuan korban telah didata, diamkan, dan akan diserahkan kepada pihak berwenang sesuai mekanisme yang berlaku," tambah Arif. Operasi SAR masih terus berlanjut dengan melibatkan lebih dari seribu personel gabungan dari unsur Basarnas, TNI, Polri, pemerintah daerah, relawan, dan komunitas kemanusiaan, dengan dukungan peralatan darat dan udara.