Tim DVI Periksa DNA 8 Keluarga Korban Kecelakaan Pesawat ATR 42-500, Belum Terima Jenazah

Pusdokkes Polri Bantu Tim DVI Polda Sulsel Mengumpulkan Data Terhadap Keluarga Korban Pesawat ATR 42-500

Kombes Pol Didit Supranoto dari Humas Polda Sulsel mengatakan, tim Pusdokkes Polri dan Pusident Bareskrim Polri telah membantu tim DVI Polda Sulsel dalam melakukan pengumpulan data ante mortem terhadap delapan keluarga korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang jatuh di kawasan Pegunungan Bulusaraung, Kabupaten Maros-Pangkep, Sulawesi Selatan, pada Sabtu, 17 Januari 2026.

"Tim DVI Polda Sulsel yang dibantu tim DVI Pusdokkes Polri dan Pusident Bareskrim Polri telah melakukan pemeriksaan terhadap delapan keluarga korban. Data yang dikumpulkan meliputi DNA, data administrasi, serta data pendukung lainnya," kata Kombes Pol Didit Supranoto.

Dari total sepuluh korban dalam kecelakaan pesawat ATR 42-500 tersebut berjumlah 10 orang, terdiri dari tujuh kru pesawat dan tiga penumpang. Dengan demikian, delapan keluarga sudah diperiksa ante mortem, sementara dua keluarga lainnya masih menyusul.

Pengambilan data ante mortem dilakukan tidak hanya di posko Biddokkes Polda Sulsel, tetapi juga dengan metode jemput bola. Tim DVI mendatangi langsung kediaman keluarga korban, bekerja sama dengan DVI dari polda lain guna mempercepat proses identifikasi.

Empat keluarga datang langsung ke posko, dan empat lainnya diperiksa di kediaman masing-masing. Ini dilakukan agar proses identifikasi bisa berjalan lebih cepat.
 
aku pikir nih, kalau kita lihat dari situasi ini, tim DVI Pusdokkes Polri dan Pusident Bareskrim Polri memang sangat membantu dalam mengumpulkan data ante mortem terhadap delapan keluarga korban pesawat ATR 42-500. tapi aku masih ragu apakah proses identifikasi ini benar-benar cepat banget, atau gak? nanti kalau hasilnya sebenarnya apa, kita lihat kan 😐
 
Lagi-lagi polda Sulsel yang keren, nggak ada sinyal kabur sama sekali 🙏. Saya rasa mereka udah lulus tes 'Bumi Yang Besar' dengan baik, karena mereka nyambung bisa mengumpulkan data untuk korban kecelakaan pesawat. Wajar banget kalau diangkat sebagai 'tim DVI'. Semoga saja proses identifikasi bisa secepat makan nasi goreng... yang kemudian dibawa ke kediaman korban, bukan? 😅
 
Gue pikir pengumpulan data ante mortem itu buat apa sih? Nanti gue lihat bagaimana cara kerjanya sih... sepertinya itu penting banget untuk memahami apa yang terjadi pada korban, tapi bagaimana caranya biar tidak bisa salah dan ketinggalan sesuatu. Pengumpulan data itu seharusnya dilakukan dengan teliti dan rapi, jangan cuma ngumpulkan saja, harus ada cara untuk memastikan keaslian datanya...
 
ini kabar baik banget! aku senang sekali melihat tim Pusdokkes Polri dan DVI Polda Sulsel bekerja sama untuk membantu keluarga korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 🙏. proses identifikasi yang dilakukan oleh tim DVI bukan hanya tentang data DNA, tapi juga tentang memahami perasaan dan kebutuhan keluarga korban. itu bukan hanya tentang identifikasi fisik, tapi juga tentang membantu mereka menemukan ketenangan dan kepastian 🤝. aku harap semakin cepat proses identifikasi ini selesai, agar keluarga korban bisa mendapatkan persahabatan dan bantuan yang lebih banyak 🌟
 
Semoga data yang dikumpulkan oleh tim DVI Polda Sulsel dapat membantu dalam proses identifikasi korban kecelakaan pesawat tersebut, sehingga keluarga korban dapat mendapatkan keadilan dan kenyataan sebenarnya tentang kehilangan anggota keluarganya. 🤞

Saya berharap tim DVI Pusdokkes Polri yang bekerja sama dengan tim DVI Polda Sulsel juga dapat membantu meningkatkan kemampuan tim DVI dalam mengelola dan mengumpulkan data, sehingga proses identifikasi dapat dilakukan lebih cepat dan efektif. 📊

Tentu saja, kehilangan korban pesawat tersebut sangat menimbulkan kesedihan bagi keluarga korban maupun masyarakat umum, sehingga semoga proses identifikasi dapat segera diselesaikan dengan bijak dan adil. ❤️
 
iya kayaknya pengumpulan data ante mortem itu penting banget buat menyelesaikan kasus kecelakaan pesawat ya, kalau punya DNA yang jadi bahan pengecekan itu bisa membantu dalam identifikasi keluarga korban. tapi kalau di Sulsel sih aki pengumpulan data yang dilakukan dengan metode jemput bola, gak terlalu keren kan? mending di posko saja atau punya sistem yang lebih efisien lagi ya.
 
Saya pikir pemeriksaan ante mortem yang dilakukan oleh tim DVI Polda Sulsel dengan bantuan tim Pusdokkes Polri dan Pusident Bareskrim Polri ini sangat penting untuk membantu keluarga korban memahami apa yang terjadi pada loved one mereka. Mereka butuh waktu untuk merenungkan hal itu, apalagi kalau mereka belum pernah kehilangan orang dekat sebelumnya.
 
Eh gini kalau korban pesawat itu sudah jatuh lama, tapi kira-kira masih ada 2 keluarga yang belum diperiksa ante mortem, siapa tahu data DNA atau administrasi itu penting banget untuk identifikasi mereka. Nah, aku pikir yang penting adalah keluarga korban bisa mendapatkan jawaban tentang apa yang terjadi pada anggota keluarganya. Dan mungkin-masya nyanyian korban itu masih ada di dalam buku komunitas masyarakat yang perlu dicari juga 🤔📝
 
Wahhh biar makin seru aja sih kalau tim DVI Polri berhasil mengumpulkan data2 yang cukup dari keluarga korban pesawat kecil itu 🙌! Kalau gini bisa membantu proses identifikasi korban berjalan lebih cepat, semakin baik ya 🤞. Saya harap si Kombes Pol Didit Supranoto dan tim DVI Pusdokkes Polri berhasil menyelesaikan kasus ini dengan cepat dan lancar 💯!
 
aku rasa ini sangat penting banget buat tim DVI polda Sulsel, mereka harus nyaman berbagi data tentang keluarga korban ya, dan aku rasa metode jemput bola yang digunakan juga bagus banget, nggak perlu banyak waktu dan biaya lagi. tapi aku rasa lebih penting lagi adalah proses identifikasi yang segera dilakukan, bukan hanya sekedar mengumpulkan data, mereka harus segera menyebutkan nama-nama korban dan memberikan informasi yang benar tentang kecelakaan tersebut, agar keluarga korban bisa mengetahui apa yang terjadi dengan anggota keluarganya. aku harap tim DVI polda Sulsel bisa selesai cepat aja.
 
Mau nggak percaya sih? Pusdokkes Polri sekarang juga jadi "eksperimenter" dalam kecelakaan pesawat 🤯! Mereka memang membantu tim DVI Polda Sulsel dalam mengumpulkan data ante mortem, tapi nggak jarang aja ngerasa seperti ada sesuatu yang tidak beres di balik semuanya... Misalnya, siapa yang bilang bahwa proses identifikasi ini perlu diperingatkan oleh "eksperimenter" Polri? 🤔
 
hebat banget karya tim DVI Pusdokkes Polri dan Pusident Bareskrim Polri, membantu tim DVI Polda Sulsel dalam mengumpulkan data ante mortem terhadap keluarga korban pesawat ATR 42-500 🙌. semoga proses identifikasi bisa selesai cepat dan akurat, agar keluarga korban bisa mendapatkan informasi yang jelas tentang apa yang dialami oleh anggota keluarganya 💕.
 
🚨 perlu diingat ya, kalau kita buat topik diskusi tentang kasus kecelakaan pesawat, kita harus sabar dan tidak terburu-buru ya 🕰️. Proses identifikasi korban pasti memerlukan waktu dan kesabaran. Jangan lupa juga untuk berhati-hati dengan informasi yang di bagikan, kalau kita salah paham bisa jadi kekhawatiran semakin bertambah 😬.
 
Gue pikir ini pengumpulan data ante mortem tergolong penting banget, tapi gue penasaran mengenai bagaimana tim DVI Polda Sulsel melaksanakan pemeriksaan ini. Gue tahu mereka bekerja sama dengan tim DVI Pusdokkes Polri dan Pusident Bareskrim Polri, tapi apakah ada yang salah dengan cara ini? Misalnya, bagaimana dengan pengumpulan data DNA, apakah sudah dilakukan dengan benar-benar akurat? Gue harap ini bisa dilakukan dengan cepat dan efisien, agar keluarga korban bisa mendapatkan jawaban yang jelas tentang apa yang terjadi pada anggota keluarganya.
 
Pesan ini kayaknya agak optimis banget kan? Mungkin karena kalau gak ada bantuan dari Pusdokkes Polri, data ante mortem aja nggak akan jelas sih... Tapi, serius aja, saya pikir tim DVI Polda Sulsel dan teman-temannya itu keren banget! Mereka langsung sambut dan melayani keluarga korban dengan baik. Saya harap proses identifikasi bisa segera selesai dan keluarga korban bisa mendapatkan ketenangan pikiran...
 
aku rasa nggak bisa tahan kalau ga ada data tentang korban itu dulu, apa kebaikan tim DVI Pusdokkes Polri ini? nih ceritanya jelas banget, tapi aku nggak tahu apa yang dihasilkan dari pengumpulan data ante mortem itu. mungkin kan data tersebut penting banget untuk identifikasi korban, tapi aku nggak bisa tahan kalau ga ada update tentang hasilnya. sumbernya pasti ada yang cerdas, tapi aku rasa biar lebih cepat dan efisien, ganti dengan social media aja, sih
 
Gue rasanya pengumpulan data ante mortem dari keluarga korban pesawat itu gampang banget, tapi juga sedikit berisiko karena yang akan didatangi langsung ke rumahnya. Berapa lama lagi sampai semua keluarga korban bisa diperiksa? Gue harap semua proses ini bisa segera selesai dan bukannya membuat kita lebih khawatir lagi 🤕
 
Wow 💡, ini dia cara kerja tim DVI Polda Sulsel gak? Mereka bekerja sama dengan Pusdokkes Polri untuk mengumpulkan data korban, kayak DNA dan administrasi. Ini penting banget untuk identifikasi orang-orang yang terkena kecelakaan pesawat. Interest 😐
 
Makasih ya tim Pusdokkes Polri dan Pusident Bareskrim Polri yang membantu tim DVI Polda Sulsel dalam mengumpulkan data ante mortem terhadap keluarga korban pesawat ATR 42-500. Semoga proses identifikasi bisa segera selesai dan memberikan kepastian kepada keluarga korban 💯. Saya berharap tim DVI Polda Sulsel bisa menyelesaikan kasus ini dengan cepat dan baik, sehingga keluarga korban bisa mendapatkan kedekatan yang tepat 🙏.
 
kembali
Top