Tiga Menteri Buka Suara Kematian Anak SD di Ngada, NTT, yang Bunuh Diri karena Tidak Mampu Membeli Buku dan Pena. Mereka Menyatakan Tragedi Ini Harus menjadi Cambuk bagi Semua Pihak
Menko PM Abdul Muhaimin Iskandar menyatakan kasus bocah SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur yang bunuh diri karena tidak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10.000 harus menjadi cambuk bagi semua pihak. Dia juga menyatakan bahwa ini harus menjadi pengingat agar semua pihak membuka diri untuk mudah dimintai tolong oleh siapa pun.
"Ya, ini harus menjadi cambuk ya," ujar Cak Imin, Menko PM yang akrab disapa. Kasus ini harus menjadi perhatian bersama dan menjadi atensi kita bersama. Kita juga harus cari akar masalah frustrasi sosial itu sudah sejauh mana.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf alias Gus Ipul menyatakan bahwa tragedi ini harus menjadi perhatian dan penguatan data untuk memastikan jangkauan kepada masyarakat yang membutuhkan. Pada saat yang sama, dia juga menyinggung pentingnya penguatan data untuk memastikan jangkauan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Sementara itu, Mendikdasmen Abdul Mu'ti menyatakan akan melakukan penyelidikan atas kasus tersebut. Dia juga mengaku tidak tahu informasinya dan ingin selidiki lebih lanjut.
Menko PM Abdul Muhaimin Iskandar menyatakan kasus bocah SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur yang bunuh diri karena tidak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10.000 harus menjadi cambuk bagi semua pihak. Dia juga menyatakan bahwa ini harus menjadi pengingat agar semua pihak membuka diri untuk mudah dimintai tolong oleh siapa pun.
"Ya, ini harus menjadi cambuk ya," ujar Cak Imin, Menko PM yang akrab disapa. Kasus ini harus menjadi perhatian bersama dan menjadi atensi kita bersama. Kita juga harus cari akar masalah frustrasi sosial itu sudah sejauh mana.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf alias Gus Ipul menyatakan bahwa tragedi ini harus menjadi perhatian dan penguatan data untuk memastikan jangkauan kepada masyarakat yang membutuhkan. Pada saat yang sama, dia juga menyinggung pentingnya penguatan data untuk memastikan jangkauan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Sementara itu, Mendikdasmen Abdul Mu'ti menyatakan akan melakukan penyelidikan atas kasus tersebut. Dia juga mengaku tidak tahu informasinya dan ingin selidiki lebih lanjut.