Klaim yang menyebut virus super flu H3N2 lebih parah dibandingkan COVID-19 ini adalah salah satu contoh berita palsu yang menyesatkan masyarakat. Meski demikian, klaim tersebut tetap memberikan kesempatan bagi kita untuk memperbaiki pengetahuan dan pencegahan yang tepat terhadap penyakit flu musiman.
Klaim ini menipu karena menggambarkan super flu H3N2 sebagai virus baru yang sangat berbahaya, padahal bukanlah itu. Penyakit ini sudah lama ada di dunia dan sebenarnya memiliki risiko kematian yang relatif rendah dibandingkan COVID-19. Oleh karena itu, masyarakat harus hati-hati mengonsumsi informasi palsu dan menilai dengan sendirinya berdasarkan sumber yang tepercaya.
Sumber utama dari virus ini adalah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan pusat epidemiologi nasional di negara-negara seperti Amerika Serikat, dan lain-lain. Kondisi saat ini dimana super flu masuk ke Indonesia sebenarnya masih dalam kondisi terkendali dan tidak menunjukkan peningkatan tingkat keparahan dibandingkan clade atau subclade influenza lainnya.
Maka dari itu, perlu disadari bahwa mengambil vaksinasi tahunan adalah langkah yang tepat untuk mencegah penyakit ini. Selain itu, masyarakat juga diwajibkan untuk terus melakukan pencegahan seperti menggunakan masker, berada di rumah saat sakit dan mengakses fasilitas kesehatan jika gejala memburuk atau tidak membaik dalam waktu tiga hari.
Kita harus berhati-hati ketika kita menyambut berita-berita yang mengklaim bahwa super flu lebih berbahaya dibandingkan COVID-19 dan jangan ragu untuk memeriksa sumbernya terlebih dahulu.
Klaim ini menipu karena menggambarkan super flu H3N2 sebagai virus baru yang sangat berbahaya, padahal bukanlah itu. Penyakit ini sudah lama ada di dunia dan sebenarnya memiliki risiko kematian yang relatif rendah dibandingkan COVID-19. Oleh karena itu, masyarakat harus hati-hati mengonsumsi informasi palsu dan menilai dengan sendirinya berdasarkan sumber yang tepercaya.
Sumber utama dari virus ini adalah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan pusat epidemiologi nasional di negara-negara seperti Amerika Serikat, dan lain-lain. Kondisi saat ini dimana super flu masuk ke Indonesia sebenarnya masih dalam kondisi terkendali dan tidak menunjukkan peningkatan tingkat keparahan dibandingkan clade atau subclade influenza lainnya.
Maka dari itu, perlu disadari bahwa mengambil vaksinasi tahunan adalah langkah yang tepat untuk mencegah penyakit ini. Selain itu, masyarakat juga diwajibkan untuk terus melakukan pencegahan seperti menggunakan masker, berada di rumah saat sakit dan mengakses fasilitas kesehatan jika gejala memburuk atau tidak membaik dalam waktu tiga hari.
Kita harus berhati-hati ketika kita menyambut berita-berita yang mengklaim bahwa super flu lebih berbahaya dibandingkan COVID-19 dan jangan ragu untuk memeriksa sumbernya terlebih dahulu.