ASALAN ASPEK Klimat Internasional di Amerika Serangannya dengan Pada Kampanye Pengunduran Diri dari Konvensi Klimat Dunia
Mengutip organisasi sains nonprofit Amerika, Union of Concerned Scientists (UCS), Presiden Donald Trump digambarkan sebagai "puncak rendah" yang akan mengeluarkan Amerika Serikat dari 66 lembaga internasional. Ini termasuk perjanjian antarnegara seperti PBB tentang Perubahan Klimat Dunia (UNFCCC) dan Organisasi Internasional untuk Konservasi Alam (IUCN), serta badan-badan lain yang terkait dengan lingkungan.
Kemenangan Trump dari lembaga-lembaga tersebut didukung oleh stementi Menteri Lingkungan Amerika, Carsten Schneider, yang menyatakan bahwa keputusan ini tidak mengejutkan dan bukti nyata telah terlihat di konferensi PBB tentang Perubahan Klimat di Brasil. Penelitian terbaru mengenai industri energi berkelanjutan dan pasar karbon internasional juga membuktikan adanya solidaritas antara negara-negara lain yang terlibat dalam penanggulangan perubahan iklim.
Namun, menurut Rachel Cleetus, Direktur Kebijakan dan Ekonom dari program energi dan lingkungan UCS, keputusan Trump mengindikasikan bahwa "pemerintah otoriter ini berencana untuk mengorbankan kesejahteraan rakyat dan merusak kerjasama antarnegara".
Sementara itu, Pejabat Klimat Eropa, Wopke Hoekstra, menyatakan bahwa PBB tentang Perubahan Klimat Dunia adalah dasar bagi upaya global mengatasi perubahan iklim. Menurut dia, pengunduran diri Amerika Serikat dari lembaga tersebut merupakan keputusan yang mengecewakan dan tidak tepat.
Dalam konteks Amerika Serikat sendiri, menteri lingkungan negara bagian California menekankan bahwa keputusan Trump akan menghambat upaya untuk mengurangi emisi gas rumah kaca di Amerika Serikat.
Mengutip organisasi sains nonprofit Amerika, Union of Concerned Scientists (UCS), Presiden Donald Trump digambarkan sebagai "puncak rendah" yang akan mengeluarkan Amerika Serikat dari 66 lembaga internasional. Ini termasuk perjanjian antarnegara seperti PBB tentang Perubahan Klimat Dunia (UNFCCC) dan Organisasi Internasional untuk Konservasi Alam (IUCN), serta badan-badan lain yang terkait dengan lingkungan.
Kemenangan Trump dari lembaga-lembaga tersebut didukung oleh stementi Menteri Lingkungan Amerika, Carsten Schneider, yang menyatakan bahwa keputusan ini tidak mengejutkan dan bukti nyata telah terlihat di konferensi PBB tentang Perubahan Klimat di Brasil. Penelitian terbaru mengenai industri energi berkelanjutan dan pasar karbon internasional juga membuktikan adanya solidaritas antara negara-negara lain yang terlibat dalam penanggulangan perubahan iklim.
Namun, menurut Rachel Cleetus, Direktur Kebijakan dan Ekonom dari program energi dan lingkungan UCS, keputusan Trump mengindikasikan bahwa "pemerintah otoriter ini berencana untuk mengorbankan kesejahteraan rakyat dan merusak kerjasama antarnegara".
Sementara itu, Pejabat Klimat Eropa, Wopke Hoekstra, menyatakan bahwa PBB tentang Perubahan Klimat Dunia adalah dasar bagi upaya global mengatasi perubahan iklim. Menurut dia, pengunduran diri Amerika Serikat dari lembaga tersebut merupakan keputusan yang mengecewakan dan tidak tepat.
Dalam konteks Amerika Serikat sendiri, menteri lingkungan negara bagian California menekankan bahwa keputusan Trump akan menghambat upaya untuk mengurangi emisi gas rumah kaca di Amerika Serikat.