Tesla Bakal Mengubah Strategi, Saham Turun Hingga 1,79 Persen
Hari ini, perusahaan otomotif Tesla yang berbasis di Amerika Serikat mengumumkan perubahan besar dalam strateginya. Menurut CEO Elon Musk, perusahaan akan menyetop penjualan software Full Self-Driving (FSD) dengan harga flat.
Mulai 14 Februari 2026, FSD hanya bisa diakses oleh pengguna dengan melakukan pembayaran bulanan. Artinya, opsi untuk pembelian lepas FSD secara tetap telah dicabut dan cuma tersedia dalam bentuk skema berlangganan (subscription) saja.
Dengan demikian, saham Tesla ditutup turun 1,79 persen pada penutupan perdagangan Rabu kemarin waktu setempat, menjadi US$439,20. Sebelumnya, FSD selama ini bisa diakses dengan berlangganan US$99 (Rp1,6 jutaan) per bulan.
Fitur ini menjadi kunci bagi Tesla untuk memantapkan posisinya sebagai pemimpin di pasar pengemudian otomatis tanpa sopir. Namun, FSD sejauh ini belum bisa diandalkan secara penuh untuk mengemudikan mobil tanpa arahan dan pengawasan manusia.
Perlu diingat, Tesla tidak segera menanggapi permintaan komentar terkait keputusan yang diumumkan Musk. Perusahaan juga selama ini tidak pernah mengumbar berapa banyak pengguna yang secara aktif berlangganan software FSD.
Selain itu, beberapa saat lalu, Tesla meluncurkan taksi otomatis tanpa sopir (robotaxi) yang ketersediaannya masih terbatas untuk uji coba di Austin, Texas. Layanan robotaxi itu masih melibatkan manusia sebagai pengawas.
Hari ini, perusahaan otomotif Tesla yang berbasis di Amerika Serikat mengumumkan perubahan besar dalam strateginya. Menurut CEO Elon Musk, perusahaan akan menyetop penjualan software Full Self-Driving (FSD) dengan harga flat.
Mulai 14 Februari 2026, FSD hanya bisa diakses oleh pengguna dengan melakukan pembayaran bulanan. Artinya, opsi untuk pembelian lepas FSD secara tetap telah dicabut dan cuma tersedia dalam bentuk skema berlangganan (subscription) saja.
Dengan demikian, saham Tesla ditutup turun 1,79 persen pada penutupan perdagangan Rabu kemarin waktu setempat, menjadi US$439,20. Sebelumnya, FSD selama ini bisa diakses dengan berlangganan US$99 (Rp1,6 jutaan) per bulan.
Fitur ini menjadi kunci bagi Tesla untuk memantapkan posisinya sebagai pemimpin di pasar pengemudian otomatis tanpa sopir. Namun, FSD sejauh ini belum bisa diandalkan secara penuh untuk mengemudikan mobil tanpa arahan dan pengawasan manusia.
Perlu diingat, Tesla tidak segera menanggapi permintaan komentar terkait keputusan yang diumumkan Musk. Perusahaan juga selama ini tidak pernah mengumbar berapa banyak pengguna yang secara aktif berlangganan software FSD.
Selain itu, beberapa saat lalu, Tesla meluncurkan taksi otomatis tanpa sopir (robotaxi) yang ketersediaannya masih terbatas untuk uji coba di Austin, Texas. Layanan robotaxi itu masih melibatkan manusia sebagai pengawas.