Alim Husin, Raja Elektronik Kaya Raya dari Bumi Pusaka, Indonesia
Sosok Alim Husin sudah tidak asing lagi di mata masyarakat. Ia adalah pendiri Maspion, perusahaan yang sukses dalam menjual alat-alat rumah tangga dan membawa keuntungan ratusan juta dollar. Namun, apa yang membuat Alim Husin menjadi "Raja Elektronik Kaya Raya" ini? Mari kita simaklah cerita belakangnya.
Seorang pria bernama Lin Xueshan, asal dari Fujian, Tiongkok, tidak lain adalah leluhur Alim Husin. Setelah berhari-hari terombang-ambing ombak samudera di Surabaya, Lin akhirnya menemukan tempat yang nyaman untuk menetap. Di kota ini, dia menikah dan memiliki anak laki-laki bernama Wenguang.
Wenguang menjadi Alim Markus, pendiri Maspion. Ia dididik secara serius oleh bapaknya untuk mengoperasikan usahanya di masa depan. Meskipun begitu, Wenguang tidak kalah dalam mencari kesuksesan. Ia pernah bersekolah di Taiwan dan sekolah bisnis di Singapura.
Usaha Wenguang membuahkan hasil ketika ia mendirikan Jin Feng pada 1971. Bisnisnya alat rumah tangga, yang kemudian menjadi Maspion. Dengan harapan untuk mengoperasikan usahanya di masa depan, Alim Markus pernah melalui kursus bahasa asing, sekolah bisnis di Singapore, dan lain-lain.
Setelah bersama-bersama berhasil mencari kejayaan, Wenguang akhirnya membawa Maspion menjadi raja alat-alat rumah tangga. Dengan lebih dari 7.000 macam produk, Maspion terus mengangkat isu "cintailah produk dalam negeri". Bahkan, produknya juga dipasarkan ke Amerika Serikat, Jepang, Australia, Eropa dan Timur-Tengah.
Dari kerugian besar, Alim Markus akhirnya mencapai kesuksesan. Maspion memenangkan keuntungan sebesar US$ 100 juta pada tahun 1995, dan berani mendirikan cabang di Kanada. Bahkan, ia juga membuka bank bernama Bank Maspion.
Sekarang, Alim Markus menjadi salah satu orang terkaya di Indonesia dengan harta sekitar Rp 7,4 Triliun. Maspion Group telah mengembangkan sayap bisnis menjadi 8 kategori bisnis utama: Layanan Produk Konsumen, Produkt Konsumen Industri, Konstruksi dan Material Bangunan, Hotel, Properti Komersil dan Properti Industri, Perbankan, Perdagangan dan Distribusi, Infrastruktur dan Energi, serta beragam bisnis lainnya.
Itulah cerita Alim Markus, Raja Elektronik Kaya Raya Indonesia.
Sosok Alim Husin sudah tidak asing lagi di mata masyarakat. Ia adalah pendiri Maspion, perusahaan yang sukses dalam menjual alat-alat rumah tangga dan membawa keuntungan ratusan juta dollar. Namun, apa yang membuat Alim Husin menjadi "Raja Elektronik Kaya Raya" ini? Mari kita simaklah cerita belakangnya.
Seorang pria bernama Lin Xueshan, asal dari Fujian, Tiongkok, tidak lain adalah leluhur Alim Husin. Setelah berhari-hari terombang-ambing ombak samudera di Surabaya, Lin akhirnya menemukan tempat yang nyaman untuk menetap. Di kota ini, dia menikah dan memiliki anak laki-laki bernama Wenguang.
Wenguang menjadi Alim Markus, pendiri Maspion. Ia dididik secara serius oleh bapaknya untuk mengoperasikan usahanya di masa depan. Meskipun begitu, Wenguang tidak kalah dalam mencari kesuksesan. Ia pernah bersekolah di Taiwan dan sekolah bisnis di Singapura.
Usaha Wenguang membuahkan hasil ketika ia mendirikan Jin Feng pada 1971. Bisnisnya alat rumah tangga, yang kemudian menjadi Maspion. Dengan harapan untuk mengoperasikan usahanya di masa depan, Alim Markus pernah melalui kursus bahasa asing, sekolah bisnis di Singapore, dan lain-lain.
Setelah bersama-bersama berhasil mencari kejayaan, Wenguang akhirnya membawa Maspion menjadi raja alat-alat rumah tangga. Dengan lebih dari 7.000 macam produk, Maspion terus mengangkat isu "cintailah produk dalam negeri". Bahkan, produknya juga dipasarkan ke Amerika Serikat, Jepang, Australia, Eropa dan Timur-Tengah.
Dari kerugian besar, Alim Markus akhirnya mencapai kesuksesan. Maspion memenangkan keuntungan sebesar US$ 100 juta pada tahun 1995, dan berani mendirikan cabang di Kanada. Bahkan, ia juga membuka bank bernama Bank Maspion.
Sekarang, Alim Markus menjadi salah satu orang terkaya di Indonesia dengan harta sekitar Rp 7,4 Triliun. Maspion Group telah mengembangkan sayap bisnis menjadi 8 kategori bisnis utama: Layanan Produk Konsumen, Produkt Konsumen Industri, Konstruksi dan Material Bangunan, Hotel, Properti Komersil dan Properti Industri, Perbankan, Perdagangan dan Distribusi, Infrastruktur dan Energi, serta beragam bisnis lainnya.
Itulah cerita Alim Markus, Raja Elektronik Kaya Raya Indonesia.