Tertekan Isu Domestik, Rupiah Terjatuh 0,2%
Rupiah mengalami penurunan kecil dalam perdagangan hari ini, turun sebesar 33 poin atau 0,2 persen dari penutupan sebelumnya, mencapai Rp16.755 per dolar AS. Pergerakan mata uang di Asia cukup bervariasi. Peso Filipina menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam, mencapai 0,20 poin atau 0,34 persen ke posisi Rp58.95 per dolar AS.
Selain itu, dolar Taiwan juga anjlok sebesar 0,06 poin atau 0,20 persen ke level Rp31.34 per dolar AS. Baht Thailand turun sebesar 0,06 poin atau 0,20 persen ke posisi Rp31.17 per dolar AS. Rupee India juga terkena dampak penurunan sebesar 0,17 poin atau 0,19 persen menjadi Rp91,95 per dolar AS.
Sementara itu, dolar Singapura dan dolar Hong Kong cenderung tidak beranjak dari perdagangan sebelumnya, masing-masing sebesar Rp1.26 dan Rp7.80 per dolar AS. Won Korea justru mengalami penguatan sebesar 0,33 persen ke posisi Rp1.431,02 per dolar AS.
Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi, menilai bahwa pelemahan rupiah ini terjadi di tengah sentimen negatif dari dalam negeri, menyusul pemangkasan peringkat saham Indonesia menjadi underweight oleh Goldman Sachs Group Inc.
Ibrahim menyebutkan bahwa dalam skenario terburuk, apabila status Indonesia diturunkan dari pasar negara berkembang menjadi pasar frontier, dana pasif berbasis indeks MSCI diperkirakan bisa melepas aset hingga 7,8 miliar dolar AS.
Rupiah mengalami penurunan kecil dalam perdagangan hari ini, turun sebesar 33 poin atau 0,2 persen dari penutupan sebelumnya, mencapai Rp16.755 per dolar AS. Pergerakan mata uang di Asia cukup bervariasi. Peso Filipina menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam, mencapai 0,20 poin atau 0,34 persen ke posisi Rp58.95 per dolar AS.
Selain itu, dolar Taiwan juga anjlok sebesar 0,06 poin atau 0,20 persen ke level Rp31.34 per dolar AS. Baht Thailand turun sebesar 0,06 poin atau 0,20 persen ke posisi Rp31.17 per dolar AS. Rupee India juga terkena dampak penurunan sebesar 0,17 poin atau 0,19 persen menjadi Rp91,95 per dolar AS.
Sementara itu, dolar Singapura dan dolar Hong Kong cenderung tidak beranjak dari perdagangan sebelumnya, masing-masing sebesar Rp1.26 dan Rp7.80 per dolar AS. Won Korea justru mengalami penguatan sebesar 0,33 persen ke posisi Rp1.431,02 per dolar AS.
Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi, menilai bahwa pelemahan rupiah ini terjadi di tengah sentimen negatif dari dalam negeri, menyusul pemangkasan peringkat saham Indonesia menjadi underweight oleh Goldman Sachs Group Inc.
Ibrahim menyebutkan bahwa dalam skenario terburuk, apabila status Indonesia diturunkan dari pasar negara berkembang menjadi pasar frontier, dana pasif berbasis indeks MSCI diperkirakan bisa melepas aset hingga 7,8 miliar dolar AS.