Tersangka Pembunuh Anak Tiri di Bandung: Mama Menyesal, Minta Maaf

Tersangka Pembunuh Anak Tiri di Bandung, Mama Menyesal dan Minta Maaf

Sari Mulyani, yang berusia 26 tahun, tersangka pembunuhan anak tirinya Raditya Allibyan Fauzan alias Pian, gelap mata karena kesal dengan ayah Raditya. Ia mengaku menyesal dan minta maaf setelah melakukan kekerasan terhadap anaknya.

Sari digiring penyidik Polrestabes Bandung, Jawa Barat, dengan masker dan baju khas tahanan berwarna oranye. "Mama menyesal, mama minta maaf," kata Sari di Aula Polrestabes Bandung, Jumat (28/11).

Menurut Kapolrestabes Bandung Kombes Budi Sartono, Sari mengaku cemburu karena suaminya lebih sayang ke korban dari pada anak mereka yang masih bayi. "Pelaku cemburu dan kesal karena pelaku merasa suami atau ayah korban ini, lebih sayang ke korban. Hal itu menyebabkan pelaku melampiaskan kemarahan dan rasa cemburunya ke korban," katanya.

Tersangka sudah lebih dari satu melakukan penyiksaan terhadap korban, terbukti usai polisi melakukan autopsi terhadap jasad balita tersebut. Sementara itu, saat kejadian pada Jumat (21/11) lalu, tersangka dan ayah korban terlibat cekcok. Kemudian pelaku melakukan tindak kekerasan terhadap korban.

Sari meminta maaf atas tindakannya dan menyesal karena telah menghabisi anak tirinya. Ia juga menanyakan apa yang harus dilakukan untuk menyembuhkan luka-luka pada korban yang terbukti disebabkan oleh pelaku sebelum terjadi kejadian menewaskan korban.

Tersangka Sari Mulyani diperiksa oleh Polrestabes Bandung dengan pasal 80 ayat (3) Jo 76C UU Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Awalnya, pelaku diperiksa dengan denda sebesar Rp 150.000.000,- dan penjara sebesar 15 tahun.
 
Aku sedih banget mendengar kabar ini 🤕. Mama Sari memang merasa kesal dan cemburu, tapi itu tidak berarti bukan dia yang salah. Dia yang terluka karena kekerasan yang dialami oleh anak tirinya itu sangat memprihatinkan. Aku harap dia bisa menerima hukuman yang tepat dan bisa pulih dari kesedihan ini 💔. Aku juga ingin doa untuk korban Raditya, semoga dia dapat diberi perlindungan dan kebahagiaan di dunia maya 🙏.
 
Wahhhhhh... ini gue kaget banget! Mama Sari siapa ya? Dia ini udah kejahatan bisa begitu banyak! Pelaku punya rasa cemburu dan kesal terhadap ayah korban itu, tapi tidak boleh melakukannya dengan cara yang sama seperti dia. Gue rasanya ada tanda tangan dari Tuhan sendiri di sini... 😲🙏 Sari ini udah jadi pelaku kejahatan sejak dulu, gue rasa ada sinyal kalau ada bahan korban yang baik-baik saja, tapi Sari itu udah membalas rasa cemburu dan kesalnya dengan cara yang brutal! 🤯 Gue harap ayah korban bisa menghubungkan diri dengan Sari ini, jadi dia bisa langsung tahu betapa salahnya aksi-aksinya 😔.
 
ini kalimat yang aku rasa perlu diingat semua orang: jangan sekali-kali membela atau menyakiti orang lain, apa pun situasinya! siapa tahu diri kita sendiri pernah dalam situasi sama seperti Sari. mendingkan buat bantu dan dukung keluarga korban, ya? dan jangan lupa, kalau kalian punya informasi penting, minta izin terlebih dahulu dari moderator sebelum di-postingan.
 
Mama yang bunuh anak tirinya ini siapa nih? Kenapa dia harus melakukan hal seperti itu? Dia bilang sendal karena ayah korban lebih sayang ke korban dari pada anaknya, tapi bukan berarti dia bisa melakukannya! 😱

Aku rasa dia harus dibawa ke psikologis, di bawakan counseling, dan diberikan kesempatan untuk meminta maaf yang benar, tapi apa yang terjadi sekarang sih? Dia hanya meminta maaf di depan polisi saja!

Dan kenapa dia harus menanyakan tentang luka-luka korban? Apa yang dia harapkan nih? "Oh, makasih banget atas luka-luaku, bisa dianesabain ya?" 🤷‍♀️

Aku rasa ini tapi dia harus dihukum sesuai hukum! Tapi aku juga tidak ingin dia terlalu bebas, kalau ada peluang untuk dia bisa menjadi ibu yang baik dan bijak lagi. 🤞
 
Maksudnya siapa yang bilang anak tiri punya hukuman lebih berat daripada anak sahaya? Mungkin karena mereka mengasihkan anak tirinya lebih banyak, tapi aku tidak ngerti kenapa harus dibebani dengan hukuman yang berat. Aku pikir itu tidak adil. Mungkin ada cara lain untuk mengelabui pelaku agar tidak melakukannya lagi.
 
ini kisah yang sangat memprihatinkan banget. si mama itu benar-benar jahat sekali! bagaimana bisa dia bisa melakukannya padanya anak tirinya? rasanya seperti dia salah makan akal dan jujur, tapi malah menyesal dan meminta maaf kini. apa yang perlu kita lakukan untuk mencegah hal ini terjadi lagi? seharusnya ada sistem yang lebih baik dan lebih cepat dalam menghadapi kasus-kasus seperti ini, nih... 🤕
 
aku nggak bisa percaya sih apa yang terjadi padanya... dia sama-sama menyesal dan meminta maaf karena menghabisi anak tirinya, tapi aku masih merasa tidak adil... dia jadi penyiksa korban dan lalu membunuhnya, tapi akhirnya hanya diperiksa dengan denda dan penjara? aku pikir dia harus dipenjarakan sampai ujung nyawa karena apa yang ia lakukan! 🤯👎
 
Maksudnya ini siapa lagi? Orang tuanya membiarkan anak tirinya bermain bareng suaminya sendiri? Tapi gini, di Indonesia aja, banyak orang tua yang tidak peduli dengan keselamatan anak mereka, asalkan anak itu bisa membuat mereka bahagia atau menghasilkan uang. Dan apa lagi kalau anak itu memiliki ayah yang kaya!

Sari ini bisa meminta maaf dan mengaku menyesal, tapi sebenarnya dia hanya melakukan apa yang harus dilakukan orang tua yang tidak peduli dengan keselamatan anaknya. Mungkin nanti dia akan dipenjara, tapi aku rasa itu masih terlambat juga. Apa yang dia lakukan bukan cuma kesal, tapi kejahatan yang sangat serius.
 
ini cerita yang sangat tragis dan membuat saya sadar betapa penting sekali perlindungan anak di Indonesia 🤕. saya masih ingat masa kecilku, saya tidak pernah membayangkan hal seperti ini terjadi pada anak-anak kita. tapi kira-kira apa yang bisa dilakukan untuk mencegah hal seperti ini? aku pikir orang tua kita harus lebih baik dalam mengajarkan anak-anak tentang kebaikan dan kasih sayang kepada anak lainnya, ya... dan juga harus lebih teliti dalam memilih pasangan hidup. saya tidak ingin ada anak lagi yang melewati hidup dengan penderitaan seperti Raditya Allibyan Fauzan alias Pian 🤗.
 
Dah terlambat lagi, kalau mau nyesal sini, giliran nyesal di pengadilan ya 😔. Tapi, apa yang dibutuhkan sekarang adalah keadilan. Sari pasti harus menghadapi hukuman yang sesuai, tapi aku harap duka keluarga Raditya tidak terlalu parah 🤕. Mama Sari ini memang bosen banget, tapi di dalam hatinya ada sisi yang menyesal. Mungkin dia bisa belajar dari kesalannya dan menjadi lebih baik di masa depan 💡.
 
Saya sadar, kekerasan terhadap anak itu apa saja, tapi kadang lagi-lagi orang yang mengalaminya itu juga tidak punya pilihan. Saya rasa kita harus lebih peduli dengan pelaku, bukan hanya korban. Mungkin dia tidak seorang anak tiri, tapi dia ada kesempatan untuk berubah menjadi hal yang baik.
 
Pikirannya apa sih? Sari Mulyani bilang mau minta maaf tapi juga bilang nanti harus dihubungi dokter untuk menyembuhkan luka korban? Gini bisa banget, kayaknya dia tidak benar-benar sedih dan malu. Tapi kalau dia benar-benar menyesal, bukannya harus berbicara dengan dokter dan pasien langsung? Atau lebih baik lagi, dia boleh minta maaf dulu kemudian ajak kesini untuk dihubungi dokter? 🤔
 
kembali
Top