Banjir Tanam: 194,5 Hektare Sawah di Tangerang Gagal Panen, Banyak Wilayah Kecamatan Terdampak
Kabupaten Tangerang terus menghadapi dampak banjir yang mendalam. Meski cuaca ekstrem mulai menenangkan beberapa hari lalu, masih banyak sawah yang terkena dampak banjir. Menurut data dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tangerang, sebanyak 1.387 hektare lahan pertanian di wilayah tersebut terdampak banjir.
Sementara itu, jumlah lahan yang gagal panen karena terendam banjir mencapai 194,5 hektare. Wilayah-wilayah dengan jumlah lahan tersebut adalah Kecamatan Cisoka, Panongan, dan Jayanti. Di wilayah ini, sawah yang terkena dampak banjir tersebar di empat desa.
Terutama di wilayah Cisoka, banyak desa yang terkena dampak banjir, seperti Desa Bojongloa dan Carenang. Sementara itu, di Kecamatan Panongan, beberapa desa seperti Desa Rancaiyuh dan Rancakelapa terkena dampak banjir.
"Kami masih melakukan identifikasi lanjutan untuk memastikan semua wilayah yang terdampak bencana alam," ujar Kepala DPKP Kabupaten Tangerang Ujang Sudiartono.
Kabupaten Tangerang terus menghadapi dampak banjir yang mendalam. Meski cuaca ekstrem mulai menenangkan beberapa hari lalu, masih banyak sawah yang terkena dampak banjir. Menurut data dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tangerang, sebanyak 1.387 hektare lahan pertanian di wilayah tersebut terdampak banjir.
Sementara itu, jumlah lahan yang gagal panen karena terendam banjir mencapai 194,5 hektare. Wilayah-wilayah dengan jumlah lahan tersebut adalah Kecamatan Cisoka, Panongan, dan Jayanti. Di wilayah ini, sawah yang terkena dampak banjir tersebar di empat desa.
Terutama di wilayah Cisoka, banyak desa yang terkena dampak banjir, seperti Desa Bojongloa dan Carenang. Sementara itu, di Kecamatan Panongan, beberapa desa seperti Desa Rancaiyuh dan Rancakelapa terkena dampak banjir.
"Kami masih melakukan identifikasi lanjutan untuk memastikan semua wilayah yang terdampak bencana alam," ujar Kepala DPKP Kabupaten Tangerang Ujang Sudiartono.