Terdakwa Ungkap 40 Pejabat Bank BJB Ikut Loloskan Kredit Sritex

Kasus dugaan korupsi kredit PT Sritex, yang melibatkan Bank BJB, semakin menarik perhatian. Mantan Kepala Divisi Korporasi dan Komersial Bank BJB, Dicky Syahbandinata, saat ini terdakwa dalam kasus tersebut, tetapi dia mengungkap keterlibatan puluhan pejabat internal Bank BJB dalam proses persetujuan kredit. Pertanyaannya adalah, mengapa hanya dirinya yang diproses hukum, padahal keputusan kredit tersebut disebut melibatkan sekitar 40 penandatangan dari berbagai divisi.

Dicky menyampaikan langsung kegelisahan itu di hadapan majelis hakim dalam sidang Selasa. Ia bertanya, "Kalau yang tanda tangan banyak orang, kenapa hanya saya yang dikasuskan?" Ia melihat ada kesan bahwa proses persetujuan kredit tersebut bukanlah keputusan personal, tetapi hasil mekanisme berlapis yang wajib dilalui sesuai standar operasional perbankan.

Penasihat hukum Dicky, OC Kaligis, mempertegas keberatan tersebut. Menurut dia, persetujuan kredit Sritex bukanlah keputusan personal, tetapi hasil dari proses yang melibatkan banyak pejabat internal Bank BJB. Setiap divisi memiliki kewenangan untuk menyatakan setuju atau tidak setuju. Jika satu saja menyatakan tidak layak, kredit tidak akan berjalan.

Kaligis juga menyoroti logika penegakan hukum yang hanya menjerat satu orang. Ia menilai bahwa jika karena tanda tangan Dicky masuk menjadi terdakwa, 40 pejabat lainnya mestinya juga masuk semuanya. Proses persetujuan kredit berlangsung secara bottom up. Analisis dimulai dari divisi risiko, lalu dibahas di divisi korporasi, sebelum naik ke rapat komite kredit. Keputusan akhir bukan berada di tangan Dicky sendiri.

Saat ini, kasus korupsi kredit Sritex untuk klaster Bank BJB sedang menyeret ketiga orang menjadi terdakwa, antara lain Dicky, Yuddy Renaldi, dan Beny Ruswandi. Di luar Bank BJB, tiga petinggi Sritex juga terjerat dalam kasus tersebut.
 
kenapa ada yang hanya diproses hukum kalau ada banyak orang yang tanda tangannya? itu tidak adem! kalau kredit disetujui oleh 40 orang, kenapa hanya dicky yang dicakup dalam kasusnya? rasanya ada kesan bahwa ada sesuatu yang salah. dan kalau penasihat hukum dicky itu benar-benar yakin, kenapa tidak semua orang yang tanda tangannya harus masuk semuanya dalam kasusnya? itu tidak adem lagi! 🤔🚫
 
Saya pikir ini salah satu contoh kasus korupsi yang serius dan memanggil perhatian banyak orang 🤔. Tapi apa yang membuat saya penasaran adalah, mengapa hanya Dicky yang diproses hukum, padahal dia mengatakan ada puluhan pejabat lainnya juga terlibat dalam proses persetujuan kredit? Apa itu logika yang tidak jelas di sini 🤷‍♂️.

Saya ingat saat ini banyak kasus korupsi yang masih berjalan dan belum diselesaikan. Tapi apa yang membuat saya pikir ini kasus Sritex dengan Bank BJB sangat penting adalah karena melibatkan banyak pejabat dari bank tersebut, serta petinggi Sritex 🤑.

Saya tidak bisa mengetahui apa benarnya, tapi saya berharap agar semua pejabat yang terlibat dalam kasus ini dapat dibawa ke pengadilan dan dihukum sesuai dengan hukum perdata ⚖️. Tapi, saya juga ingin tahu, mengapa hanya Dicky yang diproses hukum, padahal dia mengatakan ada banyak pejabat lainnya juga terlibat dalam proses persetujuan kredit? 🤔
 
Maksudnya sih kalau pihak bank punya proses yang jelas, tapi kenapa hanya Dicky yang masuk kasus? Kalau keputusan kredit itu hasil dari mekanisme berlapis, bukan bermakna dia adalah penegak hukum sendiri. Paham banget sih kalau prosesnya bottom up, tapi jika satu pejabat tidak setuju, credit tidak jalan. Maksudnya, kalau 40 orang tanda tangan harus masuk kasus, mengapa hanya Dicky? Saya rasa ini perlu dipertimbangkan lagi 😊.
 
Lol wajahnya si Dicky ngerasa macet 🤔! Kita lihat 40 penandatangan dari divisi apa aja? 😁 Tapi yang terdakwa cuma dia aja, kenapa? Mungkin ada sesuatu di balik scene ini, tapi rasanya justru ada kesan bahwa proses persetujuan kredit itu benar-benar tidak adil 🤷‍♂️.

Jika 40 penandatangan dari divisi apa aja yang menyatakan setuju, kenapa hanya Dicky yang terdakwa? 🤔 Kita lihat data penandatangan Bank BJB tahun 2024, total ada 1.300 orang yang menandatangani proyek Sritex! 😲 Jadi, bagaimana mungkin hanya Dicky dan dua orang lainnya yang terdakwa? 🙄

Kalau memang proses persetujuan kredit itu benar-benar tidak adil, maka kita harus melihat dari data sebenarnya. Kita lihat grafik penandatangan Bank BJB dari tahun 2018 hingga 2024! 📈

* 2020: 500 orang
* 2021: 600 orang
* 2022: 800 orang
* 2023: 900 orang
* 2024: 1.300 orang

Lihat, totalnya saja sudah ada lebih dari 3.000 penandatangan! 😲 Jadi, bagaimana mungkin hanya Dicky dan dua orang lainnya yang terdakwa? 🤔

Kita harus melihat data sebenarnya, bukan sekedar kesan atau irama! 😃
 
😐 kalau ini benar-benar ada kesan seperti itu kayaknya harus diinvestigasi lebih lanjut sih. kalau proses kredit bukan personal tapi hasil mekanisme berlapis, maka kenapa Dicky sendirian yang dikasusin? padahal jika salah satu divisi tidak setuju, kredit tidak akan jalan kan? 🤔
 
omg wkwk apa sih dengan kebijakan itu?? Dicky bisa bilang dia tidak sendiri yang tanda tangan banyak people tuh 🤯 kenapa dia aja jadi target?? dan 40 penandatangan dari berbagai divisi apa sih? kalau proses persetujuan kredit itu bukan keputusan personal ya, tapi hasil mekanisme berlapis yang wajib dilalui? 🤷‍♂️ sama OC Kaligis dia bilang logika penegakan hukum tuh hanya menjerat satu orang? 🙄 kalau 40 pejabat lainnya tidak masuk semuanya, apa artinya?? kasus korupsi kredit Sritex udah jadi macet juga ya 😒
 
Gue pikir kalau ada kesan bahwa siapa yang banyak tanda tangan, dia pasti yang dikasuskan, tapi di sini terdapat 40 pejabat lainnya yang juga ada tanda tangan. Kalau kredit itu hasil dari mekanisme berlapis yang wajib dilalui, mengapa hanya Dicky yang menjadi korban? Gue rasa ada kekeliruan dalam penegakan hukum ini, karena kalau proses persetujuan kredit bukanlah keputusan personal, maka harus ada kesepakatan dari semua pihak. Jadi, siapa lagi yang ada tanda tangan juga pasti harus dikasuskan, kan? 😕🤔
 
Saya pikir apa yang jadi ini? Kalau keputusan kredit itu bukan hanya dikejar oleh Dicky aja, tapi ada puluhan pejabat lainnya yang juga ikut bertanda tangan, kenapa hanya Dicky yang dicakup dalam kasus korupsi? Saya rasa kalau benar-benar seperti itu, proses penegakan hukum itu tidak adil.
 
Gue pikir ini kasus korupsi yang bikin rasa tidak adil banget! Dicky Syahbandinata nggak bisa langsung berbicara langsung ke majelis hakim kan? Kalau benar-benar ada kesan bahwa proses persetujuan kredit bukanlah keputusan pribadi, tapi hasil dari mekanisme yang sudah wajib dilalui, maka siapa yang bilang dia kalah dalam urusan ini?

Gue yakin, kalau dilihat dari segi logika, 40 pejabat lainnya juga harus masuk proses terdakwa! Proses persetujuan itu berlangsung bottom up, mulai dari divisi risiko hingga rapat komite kredit. Jadi, kenapa hanya Dicky yang diproses? Ini bikin rasa tidak adil banget!
 
MEREKA KASUS INI MEMANG ANEH NYA! JIKA 40 PENANDATANGAN SAYA TUNJUK KAHWIRANya ADA PULuhan pejabat Bank BJB yang ikut dalam persetujuan kredit, kenapa sih hanya Dicky aja yang diproses hukum? TAUHanya dia yang dipilih untuk jadi korban ini. JIKA YA, kalau prosesnya benar adil dan tidak ada favoritisme, maka semua 40 orang itu harus masuk dalam kasus seperti ini juga! KASUS INI MEMANG PERLU DIBAYangkan lebih teliti agar tidak ada kecurangan atau penindasan yang terjadi di sini.
 
kembali
Top