Pasukan Israel nyolong ratusan ekor kambing dari Suriah, diselundupkan ke Tepi Barat yang diduduki. Menurut laporan Channel 12, pasukan yang beroperasi di Dataran Tinggi Golan yang diduduki menemukan kawanan kambing milik petani Suriah. Para tentara kemudian memuat hewan-hewan tersebut ke dalam truk yang diduga telah disiapkan sebelumnya, sebelum membawanya masuk ke wilayah Israel.
Pada pagi hari setelah penyelundupan terjadi, para petani di Dataran Tinggi Golan yang diduduki melihat puluhan kambing berkeliaran di jalanan. Temuan itu kemudian dilaporkan kepada tentara Israel dan memicu penyelidikan internal.
Seluruh anggota tim diskors untuk jangka waktu tertentu, komandan kompi menerima teguran, dan komandan tim yang terlibat diberhentikan dari tugasnya. Sekitar 200 ekor kambing masih berkeliaran tanpa tanda identifikasi dan tanpa vaksinasi di wilayah Israel dan Tepi Barat yang diduduki.
Pendudukan Dataran Tinggi Golan Suriah, yang dianggap melanggar hukum internasional, diperluas ke wilayah Suriah selatan setelah jatuhnya pemerintahan Bashar al-Assad pada Desember 2024. Sejak itu, menurut otoritas Suriah, Israel telah melancarkan lebih dari 1.000 serangan udara ke wilayah Suriah serta melakukan lebih dari 400 penyusupan darat ke wilayah tersebut.
Menyusul insiden tersebut, komandan tim yang terlibat diberhentikan dari tugasnya, komandan kompi menerima teguran, dan seluruh anggota tim diskors untuk jangka waktu tertentu.
Pada pagi hari setelah penyelundupan terjadi, para petani di Dataran Tinggi Golan yang diduduki melihat puluhan kambing berkeliaran di jalanan. Temuan itu kemudian dilaporkan kepada tentara Israel dan memicu penyelidikan internal.
Seluruh anggota tim diskors untuk jangka waktu tertentu, komandan kompi menerima teguran, dan komandan tim yang terlibat diberhentikan dari tugasnya. Sekitar 200 ekor kambing masih berkeliaran tanpa tanda identifikasi dan tanpa vaksinasi di wilayah Israel dan Tepi Barat yang diduduki.
Pendudukan Dataran Tinggi Golan Suriah, yang dianggap melanggar hukum internasional, diperluas ke wilayah Suriah selatan setelah jatuhnya pemerintahan Bashar al-Assad pada Desember 2024. Sejak itu, menurut otoritas Suriah, Israel telah melancarkan lebih dari 1.000 serangan udara ke wilayah Suriah serta melakukan lebih dari 400 penyusupan darat ke wilayah tersebut.
Menyusul insiden tersebut, komandan tim yang terlibat diberhentikan dari tugasnya, komandan kompi menerima teguran, dan seluruh anggota tim diskors untuk jangka waktu tertentu.