Pandji Pragiwaksono, komika kontroversial di Indonesia, ditimangkatkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) soal karyanya. Ia mengaku diperhatikan oleh Ketua MUI Bidang Fatwa, Asrorun Ni'am Sholeh, saat bertemu di kantor MUI, Jakarta Pusat. Pandji berpendapat bahwa sebagai orang yang berkarya, selalu ada ruang untuk menjadi lebih baik lagi.
Pandji tetap komitmen terhadap karyanya, termasuk melalui stand-up. Ia ingin menghibur berbagai kalangan dan mempertimbangkan perasaan banyak orang dalam karyanya. "Saya punya komitmen, karena saya ingin terus berkarya dan karyanya didesain untuk menghibur sebanyak-banyaknya orang," ujar Pandji.
Pandji juga menyatakan bahwa ia akan memperhatikan pendapat banyak orang melalui stand-up-nya sendiri. Ia berharap hal ini dapat membuat komika di Indonesia semakin berkarya dan memiliki perbaikan terus-menerus dalam karyanya.
Saat bertemu dengan Asrorun Ni'am, Pandji juga mengungkapkan maksud di balik pertunjukan-pertunjukannya. Ia menyatakan bahwa ia senang berdiskusi tentang karyanya dan percaya bahwa penafsiran yang tidak jelas dapat ditanyakan kepada seniman itu sendiri.
Tentu saja, sebagai komika, Pandji mengalami banyak penafsiran dari pendengar. Namun, ia percaya bahwa penjelasan maksud dari sebuah karya adalah penting.
Pandji tetap komitmen terhadap karyanya, termasuk melalui stand-up. Ia ingin menghibur berbagai kalangan dan mempertimbangkan perasaan banyak orang dalam karyanya. "Saya punya komitmen, karena saya ingin terus berkarya dan karyanya didesain untuk menghibur sebanyak-banyaknya orang," ujar Pandji.
Pandji juga menyatakan bahwa ia akan memperhatikan pendapat banyak orang melalui stand-up-nya sendiri. Ia berharap hal ini dapat membuat komika di Indonesia semakin berkarya dan memiliki perbaikan terus-menerus dalam karyanya.
Saat bertemu dengan Asrorun Ni'am, Pandji juga mengungkapkan maksud di balik pertunjukan-pertunjukannya. Ia menyatakan bahwa ia senang berdiskusi tentang karyanya dan percaya bahwa penafsiran yang tidak jelas dapat ditanyakan kepada seniman itu sendiri.
Tentu saja, sebagai komika, Pandji mengalami banyak penafsiran dari pendengar. Namun, ia percaya bahwa penjelasan maksud dari sebuah karya adalah penting.