Teknologi 3D Ekokardiografi Membantu Mengatasi Penyakit Jantung Bawaan
Kondisi penyakit jantung bawaan (congenital heart disease/CHD) telah menjadi perhatian utama di bidang kardiologi. Menurut Ario Soeryo Kuncoromenyoroti, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, teknologi 3D ekokardiografi memainkan peran penting dalam mengidentifikasi morfologi ventrikel yang kompleks pada CHD. Teknologi ini dapat membantu mendeteksi perubahan volume dan fungsi ventrikel serta memungkinkan penilaian anatomi dan fungsi katup jantung secara lebih detail.
Selain itu, Radityo Prakoso, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah lainnya, menekankan pentingnya ekokardiografi dalam konteks kardiologi pediatrik. Ia menyatakan bahwa ekokardiografi merupakan metode utama non-invasif yang akurat untuk mendeteksi struktur dan fungsi jantung pada bayi dan anak secara real-time.
Tentu saja, penyakit jantung bawaan semakin berkembang di Indonesia. Menurut data internasional, prevalensi penyakit ini telah meningkat dari 0,6 per 1.000 kelahiran hidup pada tahun 1930 menjadi 9,1 per 1.000 kelahiran hidup pada tahun 2010. Asia merupakan wilayah dengan proporsi tertinggi penyakit ini.
Dalam upaya mengatasi kondisi ini, Heartology Cardiovascular Hospital telah menyelenggarakan Mini Workshop CARES 2026 β 3D Ekokardiografi Essentials: Building the Foundation for Advanced Imaging Across All Ages. Rangkaian kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan kompetensi klinis dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, serta memperkenalkan teknologi ekokardiografi yang presisi.
Pada acara tersebut, profesor Luigi Badano dari Italia juga hadir sebagai pembicara internasional. Ia menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan kegiatan ini dan menekankan pentingnya ekokardiografi sebagai alat utama dalam diagnosis penyakit jantung serta perlunya pembelajaran berkelanjutan untuk memperdalam keilmuan di bidang imaging kardiovaskular.
Kondisi penyakit jantung bawaan (congenital heart disease/CHD) telah menjadi perhatian utama di bidang kardiologi. Menurut Ario Soeryo Kuncoromenyoroti, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, teknologi 3D ekokardiografi memainkan peran penting dalam mengidentifikasi morfologi ventrikel yang kompleks pada CHD. Teknologi ini dapat membantu mendeteksi perubahan volume dan fungsi ventrikel serta memungkinkan penilaian anatomi dan fungsi katup jantung secara lebih detail.
Selain itu, Radityo Prakoso, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah lainnya, menekankan pentingnya ekokardiografi dalam konteks kardiologi pediatrik. Ia menyatakan bahwa ekokardiografi merupakan metode utama non-invasif yang akurat untuk mendeteksi struktur dan fungsi jantung pada bayi dan anak secara real-time.
Tentu saja, penyakit jantung bawaan semakin berkembang di Indonesia. Menurut data internasional, prevalensi penyakit ini telah meningkat dari 0,6 per 1.000 kelahiran hidup pada tahun 1930 menjadi 9,1 per 1.000 kelahiran hidup pada tahun 2010. Asia merupakan wilayah dengan proporsi tertinggi penyakit ini.
Dalam upaya mengatasi kondisi ini, Heartology Cardiovascular Hospital telah menyelenggarakan Mini Workshop CARES 2026 β 3D Ekokardiografi Essentials: Building the Foundation for Advanced Imaging Across All Ages. Rangkaian kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan kompetensi klinis dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, serta memperkenalkan teknologi ekokardiografi yang presisi.
Pada acara tersebut, profesor Luigi Badano dari Italia juga hadir sebagai pembicara internasional. Ia menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan kegiatan ini dan menekankan pentingnya ekokardiografi sebagai alat utama dalam diagnosis penyakit jantung serta perlunya pembelajaran berkelanjutan untuk memperdalam keilmuan di bidang imaging kardiovaskular.