BSN Bergerak Cepat Membangun Ekosistem Perumahan Syariah, Banknya Para Developer
Pertumbuhan positif yang dicatatkan PT Bank Syariah Nasional (BSN) juga terus berlanjut pada sepanjang tahun 2025. BSN berhasil mencatatkan pertumbuhan aset sekitar 20,51% dan pertumbuhan pembiayaan mencapai sekitar 25,02% dibandingkan tahun sebelumnya.
Hal ini menunjukkan keseriusan bank tersebut dalam membangun ekosistem perumahan di Indonesia berbasis syariah. BSN langsung memposisikan dirinya sebagai "Banknya Para Developer", didukung dengan fakta sebagai bank pemegang market share terbesar ke-2 di Indonesia.
Direktur Utama BSN, Alex Sofjan Noor, mengatakan bahwa BSN telah menyalurkan pembiayaan kepada sekitar 450.000 nasabah melalui pembiayaan konsumer maupun pembiayaan komersial selama 20 tahun beroperasi. Pertumbuhan ini merupakan hasil kolaborasi yang solid antara BSN dan seluruh mitra strategis terutama para developer.
Untuk mendukung kebutuhan pembiayaan dan layanan perbankan, BSN telah memiliki 118 outlet layanan perbankan, termasuk 36 Kantor Cabang dan 82 Kantor Cabang Pembantu. Selain itu, bank tersebut juga menawarkan program unggulan seperti BSN Yasa Griya, BSN Modal Kerja Back to Back dan BSN IMBT untuk pembiayaan komersil.
BSN juga menargetkan penguatan ekosistem pembiayaan perumahan syariah secara end-to-end, mulai dari pembiayaan lahan, konstruksi hingga kepemilikan rumah oleh masyarakat. Misi perseroan ini untuk mengambil peran aktif sebagai salah satu pilar pendukung program strategis pemerintah termasuk mensukseskan Program Tiga Juta Rumah.
Sementara itu, BSN telah menetapkan target penyaluran KPR Subsidi sebesar 73.700 unit atau 23% dari market share pada tahun 2026. Sedangkan untuk KPR Non Subsidi, bank tersebut menawarkan margin Promo mulai 2,65% untuk selected developer.
Pertumbuhan positif yang dicatatkan PT Bank Syariah Nasional (BSN) juga terus berlanjut pada sepanjang tahun 2025. BSN berhasil mencatatkan pertumbuhan aset sekitar 20,51% dan pertumbuhan pembiayaan mencapai sekitar 25,02% dibandingkan tahun sebelumnya.
Hal ini menunjukkan keseriusan bank tersebut dalam membangun ekosistem perumahan di Indonesia berbasis syariah. BSN langsung memposisikan dirinya sebagai "Banknya Para Developer", didukung dengan fakta sebagai bank pemegang market share terbesar ke-2 di Indonesia.
Direktur Utama BSN, Alex Sofjan Noor, mengatakan bahwa BSN telah menyalurkan pembiayaan kepada sekitar 450.000 nasabah melalui pembiayaan konsumer maupun pembiayaan komersial selama 20 tahun beroperasi. Pertumbuhan ini merupakan hasil kolaborasi yang solid antara BSN dan seluruh mitra strategis terutama para developer.
Untuk mendukung kebutuhan pembiayaan dan layanan perbankan, BSN telah memiliki 118 outlet layanan perbankan, termasuk 36 Kantor Cabang dan 82 Kantor Cabang Pembantu. Selain itu, bank tersebut juga menawarkan program unggulan seperti BSN Yasa Griya, BSN Modal Kerja Back to Back dan BSN IMBT untuk pembiayaan komersil.
BSN juga menargetkan penguatan ekosistem pembiayaan perumahan syariah secara end-to-end, mulai dari pembiayaan lahan, konstruksi hingga kepemilikan rumah oleh masyarakat. Misi perseroan ini untuk mengambil peran aktif sebagai salah satu pilar pendukung program strategis pemerintah termasuk mensukseskan Program Tiga Juta Rumah.
Sementara itu, BSN telah menetapkan target penyaluran KPR Subsidi sebesar 73.700 unit atau 23% dari market share pada tahun 2026. Sedangkan untuk KPR Non Subsidi, bank tersebut menawarkan margin Promo mulai 2,65% untuk selected developer.