Tansaksi Program Belanja Nasional 2025 Tembus Rp393,78 Triliun

Menteri Perdagangan Budi Santoso mengumumkan bahwa nilai transaksi program Belanja Nasional 2025 mencapai Rp393,78 triliun. Transaksi ini berasal dari sembilan program yang dilaksanakan sepanjang tahun. Program yang berkontribusi terbesar adalah Friday Mubarak dengan transaksi sebesar Rp72,3 triliun.

Lalu ada Holiday Sale dengan nilai transaksi mencapai Rp69,2 triliun dan Epic Sale sebesar Rp54,88 triliun. Program lain seperti Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) mencatat transaksi sebesar Rp36,4 triliun diikuti oleh BINA Diskon Lebaran dengan nilai transaksi Rp32,7 triliun.

Selain itu, program Merdeka Madness membukukan transaksi sebesar Rp44 triliun. Di antara program-program tersebut ada Indonesia Shopping Festival yang mencatatkan nilai transaksi sebesar Rp23,3 triliun. Kemudian ada BINA-HBD Indonesia dengan transaksi sebesar Rp30 triliun dan BINA Indonesia Great Sale sebesar Rp31 triliun.

Budi Santoso menyatakan bahwa capaian ini menjadi indikator kondisi perekonomian domestik tetap terjaga. Ia juga menambahkan bahwa momentum seperti Harbolnas dan BINA Diskon Lebaran membuktikan pasar di dalam negeri masih sehat dan terjaga.

Dalam hal ini, perannya untuk UMKM sangat penting. Oleh karena itu, Kemendag juga menjalankan berbagai program fasilitasi untuk mendukung UMKM sehingga mereka dapat bergerak sesuai dengan sektor-sektor yang ada dan sesuai dengan penguatan yang sudah dicanangkan.
 
Gue rasa nilai Rp393 triliun itu cukup ngga bisa dibebankan sepenuhnya pada program Belanja Nasional 2025 ya... Mungkin juga ada faktor lain yang mempengaruhi nilai transaksi seperti kenaikan harga bahan bakar atau sembako, kan? Dan gue curiga kalau program Epic Sale dan BINA Diskon Lebaran itu nggak cuma cuma kegiatan pasar untuk meningkatkan penjualan aja...
 
Saya penasaran deh apa arti dari nilai transaksi Rp393,78 triliun itu πŸ€”. Tapi saya lihat konfirmasi bahwa perekonomian domestik tetap stabil kan? 😊 Tapi, aku rasa ada satu hal yang perlu diingat yaitu kita harus berhati-hati dengan konsumsi yang terus meningkat ya... kayaknya kita harus fokus pada mengatur keseimbangan antara pengeluaran dan pendapatan juga, biar tidak sampai kita jebak dalam utang yang besar nanti πŸ“‰.
 
Harganya nggak pernah ngelesi πŸ˜‚, Belanja Nasional 2025 benar-benar memanjakan kita semua! Tapi, aku sengaja beli barang-barang sembarangan di awalnya karena pilihan tidak ada ya... 🀣

Tapi serius, nilai triliunan itu nggak main-main, tapi aku pikir apa yang penting adalah bagaimana UMKM bisa mendapatkan manfaat dari ini semua. Banyak program fasilitasi yang diajan, tapi nggak tahu bagaimana efeknya secara nyata. Aku harap Kemendag bisa memberikan dukungan yang lebih baik untuk UMKM sehingga mereka bisa bersaing di pasar internal dan eksternal. Dan aku juga ingin melihat bagaimana program-program ini bisa menjadi lebih inklusif bagi masyarakat yang kurang mampu, jadi semoga bermanfaat ya! πŸ’Έ
 
Gue pikir gini : apa sih itu Budi Santoso nggak terlalu senang kalau belanja online masuk dalam juri, tapi kemudian dia bilang pasar domestik masih sehat aww. Gue bayangkan jika tidak ada Harbolnas dan BINA Diskon Lebaran ni, gue sih nggak bisa temen2 sendiri online di akhir tahun loh πŸ˜‚. Dan salah satu program yang paling seru ni, Friday Mubarak! Rp72,3 triliun itu ayo dibeli-belah aja di akhir pekan πŸ›οΈπŸŽ‰
 
Aku sengaja ngobrol sama temen aku di Facebook dan dia bilang kalau transaksi Belanja Nasional 2025 itu cukup besar, tapi aku pikir apa yang penting adalah banyak UMKM yang terjaga di belakang semuanya πŸ™. Banyak program fasilitasi dari Kemendag yang membantu UMKM sehingga mereka bisa bergerak dengan lebih baik. Aku harap ini tidak hanya transaksi, tapi juga meningkatkan perekonomian rakyat Indonesia secara keseluruhan πŸ’Έ.
 
Dulu saya pikir Belanja Nasional masih cuma sekedar acara promosi belanja saja, tapi ternyata ada banyak program di baliknya yang membuat nilai transaksi naik begitu cepat 🀯. Saya senang bisa lihat bahwa UMKM mendapat fasilitasi yang cukup untuk bergerak dan maju πŸ“ˆ. Tapi saya masih ingin tahu lebih banyak tentang bagaimana Kemendag itu cara-caraanya dalam memberikan fasilitas kepada UMKM, apakah ada yang bisa dilakukan lagi agar UMKM dapat lebih maju dan tidak tertinggal di belakang teknologi yang semakin canggih πŸ€”.
 
Wah keren! Nilai transaksi Belanja Nasional 2025 ini benar-benar makin heboh, nih 🀩. Capaian Rp393,78 triliun itu memang bukti nyata bahwa Indonesia tetap memiliki potensi besar dalam pariwisata dan industri retail. Tapi, kita harus memikirkan bagaimana UMKM bisa mendapatkan faedah dari transaksi ini, ya? Karena kalau hanya Menteri Perdagangan yang mendapat keuntungan, itu tidak adil sama sekali πŸ€”. Kemendag harus terus fasilitasi UMKM agar mereka bisa bersaing dengan baik di pasar domestik dan internasional. Waktunya juga untuk UMKM meningkatkan digitalisasi bisnisnya, sehingga mereka bisa lebih kompetitif dan efisien πŸ’».
 
Program Harbolnas masih jadi yang favorit di beli online, tapi nggak ada kejadian promo yang seru-sere, aksi hanya promo harga saja, aku penasaran sama program apa lagi yang mampu bikin orang suka belanja online. Mau punya lebih banyak promo dan diskon untuk UMKM ya! πŸ€”πŸ’°
 
Saya pikir capaian nilai transaksi itu bukan cuma tentang angka, tapi juga tentang bagaimana kita bisa memahami tentang apa yang dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia. Apakah kita sedang melalui periode dimana perekonomian domestik tetap terjaga, atau apakah ada sesuatu yang tersembunyi di balik angka itu? Budi Santoso katakan bahwa momentum Harbolnas dan BINA Diskon Lebaran membuat pasar di dalam negeri masih sehat, tapi apa itu benar? Atau kita hanya saja tidak menyadari bagaimana kita bisa mengoptimalkan potensi UMKM kita?
 
Ugak percaya sih, apa arti nilai transaksi Belanja Nasional 2025 cuma Rp393 triliun? Mending lama cari nangka makan aja. Dulu kalau punya uang, sekarang harus boros lagi ngaliput belanjaan. Gimana caranya kaya gini? Dan siapa yang bilang pasarnya masih sehat dan terjaga? Coba cari pasaran sendiri dulu ya πŸ˜’
 
πŸ€” apa sih tujuan dari Budi Santoso lagi nih? Mencatat nilai transaksi aja, kayaknya udah cukup deh. Belanja Nasional 2025 udah capai Rp393 triliun, tapi aku tidak terlalu percaya. Apa udah ada data yang bisa dipercaya kan?

Friday Mubarak dan Holiday Sale udah besar banget, tapi kenapa harus diumumkan kembali nih? Aku rasa itu karena Menteri Perdagangan suka suka nih πŸ€ͺ. Bukan masalah kalau program-program tersebut sukses, tapi apa keuntungan dari semua ini kan?

Dan yang jadi, seberapa besar rencana Kemendag untuk mendukung UMKM? Aku rasa itu perlu diisi dengan data dan bukan hanya kata-kata manis. Aku ingin melihat progresnya sih...
 
Maksudnya transaksi ini tidak mau berhenti-berhenti kayak gitu kan? Setiap tahun belanja nasional makin semangat, tapi apa tujuan di baliknya? Kita udah serius aja nih dengan belanja online, tapi masih banyak yang belum bisa merasakan manfaatnya. Dan kemendag itu masih punya program-program baru lagi kayak gitu, tapi apakah ini benar-benar membantu UMKM atau hanya sekedar untuk mempromosikan diri sendiri? Mungkin kita perlu jangan terlalu sibuk dengan transaksi saja dan fokus pada hal lain yang lebih penting.
 
😐 Mau ngomongin soal belanja online tahun ini? πŸ€” Nah, itu capaian Rp393 triliun sih sangat luar biasaπŸ€‘. Tapi, apa yang penting adalah UMKMnya di balik semuanya siapa aja? 😊 Saya rasa gue udah lihat banyak UMKM kecil-kecilan di social media kapan-kapan nge-pasar. Kalo program fasilitasi yang dilakukan Kemendag itu benar-benar bisa membantu, maka saya rasa ini bukti nyata bahwa pemerintah serius mau mendukung UMKM. 🀞

Tapi, apa saran saya? πŸ€” Gue rasa kita perlu lihat apakah semua UMKM yang mendapatkan fasilitasi itu bisa benar-benar majuπŸš€. Jangan cuma aja dana, tapi juga bantuan teknologi dan pelatihan yang tepat. 😊 Atau, apa kita harus makin serius menciptakan platform belanja online yang lebih aman dan nyaman untuk UMKM? πŸ€” Kita harus cek-cek lagi, gue rasa itu jua penting. πŸ“Š
 
Maksudnya nilai Rp393 triliun itu apa sih? Tapi aku rasa ini bukan tentang nilai, tapi tentang bagaimana kita bisa membeli-mbelikan di akhir tahun. Aku pengen nyaman juga bisa makan makanan favoritku sendiri tanpa harus khawatir uang habis.

Aku lihat Budi Santoso bilang semua program ini membuktikan pasar di dalam negeri masih sehat, tapi aku rasa ada hal lain yang perlu diperhatikan. Maksudnya bagaimana kita bisa mendukung UMKM? Mereka siapa nih yang membuat banyak pilihan untuk kita!
 
Gue pikir nilai Rp393,78 triliun itu lumayan banget, tapi kaya gini program Belanja Nasional 2025 masih banyak program lagi yang gak dipikirin kebanyakan orang. Misalnya, Indonesia Shopping Festival, Merdeka Madness... apa artinya? Gue rasa harus ada program fasilitas yang lebih baik lagi untuk UMKM sehingga mereka bisa bergerak dengan lebih baik dan tidak hanya fokus di Hari Belanja Online Nasional aja. Kalau mau meningkatkan nilai transaksi, harus ada strategi yang lebih matang juga πŸ€‘πŸ’‘
 
aku senang banget kalau belanja nasional 2025 berhasil mencapai nilai triliun, tapi aku nggak bisa jadi tidak pikirin kapan-kapan ini semua mulai dari tahun 90an-00an. kenangan saya masih ingat belanja bersama keluarga di pasar tradisional, dan berduyun-duyun dengan orang lain. sekarang ini ada yang belanja online, tapi aku masih rasa ada sesuatu yang tidak sama. aku bingung apa yang bisa dilakukan kemendag untuk mendukung UMKM, karena aku lihat banyak toko kecil yang sudah tutup karena sulit bersaing dengan kalangan besar. tapi aku juga senang banget kalau ada program fasilitasi yang dibuka oleh kemendag, mungkin itu bisa membantu.
 
Gue pikir ini bagus banget, transaksi yang banyak makin pas karena lebaran dan liburan kapan pun datang pasti orang akan membeli-beli kayak gitu. tapi gue masih penasaran, apa itu Friday Mubarak? apakah itu seperti hari libur atau apa aja?
 
Transaksi Belanja Nasional 2025 itu makin lama makin kaya πŸ€‘, tapi apa yang membuatku penasaran adalah bagaimana itu mempengaruhi UMKM di Indonesia. Menteri Budi Santoso bilang program-program tersebut membuktikan pasar di dalam negeri masih sehat, tapi aku pikir ada lagi hal yang perlu dijadikan pertimbangan. Apa kemudian apa? Kita harus nanti-nanti aja untuk melihat bagaimana UMKM dari segala sektor dapat berkeluh-kesah dengan kemajuan ini... πŸ€”
 
kaya gini belanja nasional 2025 capai Rp393,78 triliun ya.. ini menunjukkan bahwa pasar di Indonesia masih banyak orang ingin beli-beli banget.. tapi apa sih yang salah dengan cara kerja Menteri Dagang ini? kalau mereka fokus pada UMKM aja gak akan ada masalah...
 
kembali
Top