Tanpa kamera tubuh, insiden penembakan perempuan oleh petugas ICE di Minneapolis terancam buntu. Sebelumnya, telah diberitakan bahwa Presiden Joe Biden sempat menandatangani perintah eksekutif yang mewajibkan lembaga penegak hukum federal mengadopsi kebijakan kamera tubuh selama penangkapan dan penggeledahan. Namun, perubahan ini tidak berlaku di wilayah Minneapolis.
Penggunaan kamera tubuh sebenarnya sudah dilakukan oleh petugas ICE di beberapa lokasi, tetapi dalam kasus yang melibatkan penembakan fatal, tidak ada bukti visual yang dapat dipertahankan. Akibatnya, investigasi terhadap insiden tersebut sangatlah berat.
Perbedaan narasi yang tajam antara pemerintah pusat dan otoritas lokal ini menimbulkan ketidakpastian mengenai apa yang terjadi pada perempuan tersebut. Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) telah menyatakan bahwa perempuan tersebut sengaja mencoba menabrak petugas, namun klaim ini dibantah keras oleh pejabat lokal.
Di balik insiden ini ada perubahan kebijakan di tingkat nasional yang melibatkan transparansi. Banyak lembaga penegak hukum federal mengeluh karena minimnya bukti visual, sehingga mereka tidak dapat menangkap petugas tersebut secara langsung. Jika saja terdapat rekaman kamera tubuh, mungkin saja pernyataan mereka akan lebih sulit untuk diakui.
Kekhawatiran serupa juga ada dari kalangan internal DOJ pasca-pembersihan karyawan karier di kementerian tersebut. Para jaksa federal dikabarkan enggan mengusut insiden yang meragukan karena takut berbenturan dengan prioritas politik Trump.
Penggunaan kamera tubuh sebenarnya sudah dilakukan oleh petugas ICE di beberapa lokasi, tetapi dalam kasus yang melibatkan penembakan fatal, tidak ada bukti visual yang dapat dipertahankan. Akibatnya, investigasi terhadap insiden tersebut sangatlah berat.
Perbedaan narasi yang tajam antara pemerintah pusat dan otoritas lokal ini menimbulkan ketidakpastian mengenai apa yang terjadi pada perempuan tersebut. Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) telah menyatakan bahwa perempuan tersebut sengaja mencoba menabrak petugas, namun klaim ini dibantah keras oleh pejabat lokal.
Di balik insiden ini ada perubahan kebijakan di tingkat nasional yang melibatkan transparansi. Banyak lembaga penegak hukum federal mengeluh karena minimnya bukti visual, sehingga mereka tidak dapat menangkap petugas tersebut secara langsung. Jika saja terdapat rekaman kamera tubuh, mungkin saja pernyataan mereka akan lebih sulit untuk diakui.
Kekhawatiran serupa juga ada dari kalangan internal DOJ pasca-pembersihan karyawan karier di kementerian tersebut. Para jaksa federal dikabarkan enggan mengusut insiden yang meragukan karena takut berbenturan dengan prioritas politik Trump.