Tangsel Rapat Darurat Sampah, Camat Pondok Aren Malah Plesiran

Bakal terjadi kesalahpahaman besar jika pengaturan pemerintahan di wilayah daerah mengabaikan kehadiran langsung pejabat kewilayahan.

Hari ini, ada rapat darurat yang digelar oleh Wakil Wali Kota Tangerang Selatan untuk membahas penanganan sampah. Namun, Camat Pondok Aren dan lurahnya tidak hadir. Meski begitu, mereka menyatakan bahwa keseluruhan kehadiran tim di wilayah tersebut telah ditindaklanjuti hasil rapat.

Tidak ada anggaran pemerintah yang digunakan dalam kegiatan ini. Mereka hanya berbagi tenda untuk menghabiskan malam-malamnya. Hal ini menimbulkan perdebatan tentang apa yang dimaksud dengan penanganan darurat sampah.
 
Aku pikir ada sesuatu yang tidak beres di situ. Mereka bilang rapat darurat tapi nggak ada kehadiran Camat dan lurahnya, kayakannya cuma main-main aja. Dan nggak ada anggaran pemerintah, tapi bisa dibawa tenda kemana-mana, itu aneh banget. Aku pikir ini bukan tentang penanganan sampah, tapi tentang bagaimana mereka nggak ingin dijaksa tentang kesalahpahaman yang sudah terjadi. Mungkin ada sesuatu yang tidak jelas di balik kehadiran tim tersebut... 🤔
 
Eh, ga jelas kan kalau pemerintahan di daerah itu nggak punya kerangka keras untuk mengatur rapat. Kalau gak ada anggaran, siapa nanti yang bertanggung jawab? Mereka just berbagi tenda aja, tapi apa kalau sampahnya terus menumpuk dan makin parah? Kalau harus dihitung, mungkin ada yang salah di dalam proses pemerintahan di daerah itu 🤔
 
Wah, kalau jadi begitu, itu gak serius banget! Bayangkan aja, ada rapat darurat tentang sampah tapi tidak ada Camat dan Lurahnya, padahal itu orang yang bertanggung jawab langsung. Nah, mereka bilang hasil rapat sudah ditindaklanjuti, tapi gimana kalau ada kesalahpahaman besar? Bagaimana kalau ada sampah yang masih ada di area tersebut? 🤔

Saya pikir ini lebih mirip dengan liburan malam-malam saja, bukan penanganan darurat. Dan siapa bilang bahwa itu nggak ada anggaran pemerintah yang digunakan? Gak usaha sama sekali! Saya rasa ini perlu diawasi dan dijawa agar tidak terjadi kesalahpahaman besar.
 
kira-kira apa yang dimaksud dengan penanganan darurat sampah sih? kalau tidak ada anggaran, maka bagaimana lagi bisa berbuat apa-apa? kayaknya perlu ada koordinasi yang lebih baik antara pemerintahan dan pejabat kewilayahan... 😐
 
aku pikir kesalahpahaman besar itu karena apa sih kalau giliran camat dan lurah langsung hadir ke rapat aja? apalagi mereka menyatakan bahwa hasil rapat sudah ditindaklanjuti, tapi tetep gak ada anggaran yang digunakan 🤑. aku rasa kalau pemerintah harus tahu apa yang dimaksud dengan penanganan darurat sampah, bukan cuma sharing tenda aja 💤. kalau gak mau berinvestasi, maka gak bisa dipercaya juga 🚮.
 
kembali
Top