Tangisan guru honorer yang tumpahkan keluhan di Senayan, Jakarta. Saat menghadapi ketidakadilan, Indah Permata Sari, seorang guru honorer SDN Wanasari 01 Cibitung, menangis saat berbicara mengenai kesejahteraan dirinya.
"Data pendidikan itu apa?" tanya Ketua Baleg DPR Bob Hasan, sementara Indah menjawab, "Dapodik, Pak". Namun, apa yang di maksud oleh Indah lebih dalam daripada hanya sekedar jawaban. Dia melibatkan hal kekurangan informasi yang menyulitkan dirinya mengakses data pendidikan.
"Kita sulit untuk mendapatkan informasi dari dinas ke sekolah, jadi kita tertinggal ketika ada pembukaan pendaftaran P3K," ucapnya. Indah juga mengungkapkan bahwa beliau merasa sedih karena tidak bisa berpartisipasi dalam program tersebut.
Tampaknya indah terpapar stres dan kesulitan menghadapi kesejahteraannya sebagai seorang guru honorer. Beliau merasa harus bekerja keras untuk mengantar laundry setelah mengajar, sementara teman-temannya yang tidak memiliki masalah serupa diberi kesempatan lebih luas.
"Karena saya juga, seperti yang tadi bapak bilang, pulang mengajar jadi antar jemput laundry," imbuhnya sambil menangis.
"Data pendidikan itu apa?" tanya Ketua Baleg DPR Bob Hasan, sementara Indah menjawab, "Dapodik, Pak". Namun, apa yang di maksud oleh Indah lebih dalam daripada hanya sekedar jawaban. Dia melibatkan hal kekurangan informasi yang menyulitkan dirinya mengakses data pendidikan.
"Kita sulit untuk mendapatkan informasi dari dinas ke sekolah, jadi kita tertinggal ketika ada pembukaan pendaftaran P3K," ucapnya. Indah juga mengungkapkan bahwa beliau merasa sedih karena tidak bisa berpartisipasi dalam program tersebut.
Tampaknya indah terpapar stres dan kesulitan menghadapi kesejahteraannya sebagai seorang guru honorer. Beliau merasa harus bekerja keras untuk mengantar laundry setelah mengajar, sementara teman-temannya yang tidak memiliki masalah serupa diberi kesempatan lebih luas.
"Karena saya juga, seperti yang tadi bapak bilang, pulang mengajar jadi antar jemput laundry," imbuhnya sambil menangis.