Guru Honorer, Pulang Mengajar karena Tak ada Tempat untuk Nantinya
Pagi ini, di DPR RI, seorang guru honorer bernama Indah Permata Sari mengungkapkan rahasia hidupnya yang sangat sulit. Ia adalah salah satu dari ribuan guru yang masih tidak memiliki tempat di Dapodik (Data Pokok Pendidikan) dan tak dapat mendapatkan kepastian status kepegawaannya.
"Kami yang namanya terdata di 265 itu, tapi masih belum masuk data pendidikan. Padahal kami sudah memenuhi masa kerja, tapi sulitnya untuk masuk data pendidikan atau Dapodik itu sangat luar biasa," ujar Indah saat rapat.
Ia juga mengatakan bahwa kondisi tersebut diperparah oleh alur informasi yang tersumbat. Ia sering kali tidak mendapatkan informasi terkait tes dan harus mengalami keterlambatan.
"Kemarin ada tes PPPK, tapi karena kita tidak masuk dalam Dapodik, kita semua tidak bisa. Tertinggal," tambahnya.
Guru ini berharap ke depan status kepegawaiannya, serta guru lain, dapat segera memperoleh kepastian agar mereka bisa ikut PPPK penuh waktu.
"Karena saya juga seperti yang tadu bapak bilang, pulang mengajar jadi antar jemput laundry," sambungnya sambil menangis.
Pagi ini, di DPR RI, seorang guru honorer bernama Indah Permata Sari mengungkapkan rahasia hidupnya yang sangat sulit. Ia adalah salah satu dari ribuan guru yang masih tidak memiliki tempat di Dapodik (Data Pokok Pendidikan) dan tak dapat mendapatkan kepastian status kepegawaannya.
"Kami yang namanya terdata di 265 itu, tapi masih belum masuk data pendidikan. Padahal kami sudah memenuhi masa kerja, tapi sulitnya untuk masuk data pendidikan atau Dapodik itu sangat luar biasa," ujar Indah saat rapat.
Ia juga mengatakan bahwa kondisi tersebut diperparah oleh alur informasi yang tersumbat. Ia sering kali tidak mendapatkan informasi terkait tes dan harus mengalami keterlambatan.
"Kemarin ada tes PPPK, tapi karena kita tidak masuk dalam Dapodik, kita semua tidak bisa. Tertinggal," tambahnya.
Guru ini berharap ke depan status kepegawaiannya, serta guru lain, dapat segera memperoleh kepastian agar mereka bisa ikut PPPK penuh waktu.
"Karena saya juga seperti yang tadu bapak bilang, pulang mengajar jadi antar jemput laundry," sambungnya sambil menangis.