Desa Padasari, Tegal menghadapi bencana tanah bergerak yang menyebabkan ratusan rumah rusak dan terdampak warga mengungsi. Peristiwa tersebut melanda Desa Padasari siang Senin (2/2/2026) lalu. Kondisi tersebut menyebabkan retakan kecil pada permukaan tanah yang makin lama makin membesar, hingga sejumlah rumah warga mengalami kerusakan parah dan bahkan roboh.
Warga setempat seperti Tarmidi (65) menegaskan bahwa awalnya retak kecil pada permukaan tanah, namun kemudian semakin besar. Dia juga menyebutkan bahwa ada beberapa bangunan, termasuk fasilitas pendidikan SMA NU Al Adalah di kompleks pondok pesantren roboh akibat pergerakan tanah.
Pemda Tegal yang berkoordinasi dengan Forkopimda dan unsur terkait melakukan peninjauan lokasi sebagai tindak lanjut keputusan evakuasi. Bupati Ischak Maulana Rochman mengatakan bahwa pemerintah daerah memutuskan mengevakuasi warga di Dukuh Tigasari dan Pedukuhan Padareka karena masih ada potensi bencana susulan akibat pergerakan tanah.
Total terdapat sekitar 200 rumah atau 200 keluarga terdampak, dengan jumlah pengungsi mencapai sekitar 700 jiwa. Para pengungsi ditempatkan di tiga titik, yaitu di rumah warga yang aman, SDN Negeri 1 Padasari, serta di sebuah majelis taklim di belakang rumah kepala desa.
Pemda juga telah menyiapkan tenda darurat, alas tidur, serta dapur umum di dua titik pengungsian. Selain itu, lima unit toilet darurat disediakan untuk kebutuhan para pengungsi.
Warga setempat seperti Tarmidi (65) menegaskan bahwa awalnya retak kecil pada permukaan tanah, namun kemudian semakin besar. Dia juga menyebutkan bahwa ada beberapa bangunan, termasuk fasilitas pendidikan SMA NU Al Adalah di kompleks pondok pesantren roboh akibat pergerakan tanah.
Pemda Tegal yang berkoordinasi dengan Forkopimda dan unsur terkait melakukan peninjauan lokasi sebagai tindak lanjut keputusan evakuasi. Bupati Ischak Maulana Rochman mengatakan bahwa pemerintah daerah memutuskan mengevakuasi warga di Dukuh Tigasari dan Pedukuhan Padareka karena masih ada potensi bencana susulan akibat pergerakan tanah.
Total terdapat sekitar 200 rumah atau 200 keluarga terdampak, dengan jumlah pengungsi mencapai sekitar 700 jiwa. Para pengungsi ditempatkan di tiga titik, yaitu di rumah warga yang aman, SDN Negeri 1 Padasari, serta di sebuah majelis taklim di belakang rumah kepala desa.
Pemda juga telah menyiapkan tenda darurat, alas tidur, serta dapur umum di dua titik pengungsian. Selain itu, lima unit toilet darurat disediakan untuk kebutuhan para pengungsi.