Mega Ingat Kembali Waktu Menjadi Wakil Presiden, Mendengarkan Keluhan Warga Terdampak Banjir di Aceh
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri mengingat kembali pengalamannya saat menjabat sebagai Wakil Presiden pada era Abdurrahman Wahid. Pada masa itu, ia mendengarkan berbagai keluhan warga yang terdampak bencana di Sumatra.
Megawati mengingatkan para kru kapal dan kader PDIP yang sedang menyalurkan bantuan agar mencatat secara rinci kebutuhan para korban bencana. Ia menilai pendataan yang detail menjadi penting agar bantuan yang dikirim benar-benar sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
"Karena gerak cepat, loh, ini. Dikirim permintaan yang dibutuhkan. Karena tentunya nanti kita membawanya, yang tentunya membutuhkan waktu. Jangan sampai kosong (kapalnya)," ujarnya.
Megawati juga menampung langsung berbagai keluhan dan permintaan dari para penyintas bencana yang masih memerlukan bantuan lanjutan. Ia meminta seluruh kadernya segera menyampaikan daftar kebutuhan warga secara lengkap agar dapat segera diproses.
"Jadi nanti ini segera betul-be tul melalui WA atau apa saja untuk minta mungkin kepada mbak Nanik apa saja yang diperlukan dan mungkin ada lagi yang seharusnya juga harus diperlukan karena dari sini itu akan ke Sibolga ya," tuturnya.
Fadli, Ketua Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) DPD PDIP Aceh, menyampaikan salah satu kebutuhan mendesak warga terdampak banjir di Aceh. Ia menjelaskan bahwa warga mengalami kesulitan membersihkan rumah dari lumpur dan tanah sisa banjir. Menurutnya, sebagian warga terpaksa menyewa alat berat jenis backhoe dengan biaya cukup mahal.
"Saya ingin sampaikan Ibu, masyarakat meminta sekop sama kereta dorong bu," kata Fadli.
Megawati berjanji akan memenuhi kebutuhan yang disampaikan Fadli dan warga Aceh. Ia juga menanyakan jumlah bantuan secara konkret agar proses pengiriman dapat dilakukan sekaligus dan tidak berulang.
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri mengingat kembali pengalamannya saat menjabat sebagai Wakil Presiden pada era Abdurrahman Wahid. Pada masa itu, ia mendengarkan berbagai keluhan warga yang terdampak bencana di Sumatra.
Megawati mengingatkan para kru kapal dan kader PDIP yang sedang menyalurkan bantuan agar mencatat secara rinci kebutuhan para korban bencana. Ia menilai pendataan yang detail menjadi penting agar bantuan yang dikirim benar-benar sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
"Karena gerak cepat, loh, ini. Dikirim permintaan yang dibutuhkan. Karena tentunya nanti kita membawanya, yang tentunya membutuhkan waktu. Jangan sampai kosong (kapalnya)," ujarnya.
Megawati juga menampung langsung berbagai keluhan dan permintaan dari para penyintas bencana yang masih memerlukan bantuan lanjutan. Ia meminta seluruh kadernya segera menyampaikan daftar kebutuhan warga secara lengkap agar dapat segera diproses.
"Jadi nanti ini segera betul-be tul melalui WA atau apa saja untuk minta mungkin kepada mbak Nanik apa saja yang diperlukan dan mungkin ada lagi yang seharusnya juga harus diperlukan karena dari sini itu akan ke Sibolga ya," tuturnya.
Fadli, Ketua Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) DPD PDIP Aceh, menyampaikan salah satu kebutuhan mendesak warga terdampak banjir di Aceh. Ia menjelaskan bahwa warga mengalami kesulitan membersihkan rumah dari lumpur dan tanah sisa banjir. Menurutnya, sebagian warga terpaksa menyewa alat berat jenis backhoe dengan biaya cukup mahal.
"Saya ingin sampaikan Ibu, masyarakat meminta sekop sama kereta dorong bu," kata Fadli.
Megawati berjanji akan memenuhi kebutuhan yang disampaikan Fadli dan warga Aceh. Ia juga menanyakan jumlah bantuan secara konkret agar proses pengiriman dapat dilakukan sekaligus dan tidak berulang.