Megawati Ingat Kembali Pengalaman Menjadi Wapres, Minta Kadernya Segera Melaporkan Banyaknya Keluhan dari Warga Aceh
Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, mengingat kembali pengalamannya saat menjabat sebagai Wakil Presiden pada era Abdurrahman Wahid. Pada saat itu, ia sering mendengarkan berbagai keluhan warga yang terdampak bencana di Sumatra.
Ketika membantu masyarakat terdampak banjir di Sumatra melalui sesi teleconference bersama kru Kapal Laksamana Malahayati, Megawati menekankan pentingnya pendataan yang detail agar bantuan yang dikirim benar-benar sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Ia juga mengingatkan para kader PDIP untuk memantau secara rinci kebutuhan warga dan mencatat permintaan mereka.
"Gerak cepat, loh! Karena kami harus mengirim bantuan yang sesuai. Jangan sampai kosong kapalnya," kata Megawati di Beach City International Stadium (BCIS), Ancol, Jakarta. Ia juga meminta seluruh kadernya segera menyampaikan daftar kebutuhan warga secara lengkap agar dapat segera diproses.
Dalam sesi dialog tersebut, Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) DPD PDIP Aceh, Fadli, meminta PDIP menyediakan peralatan manual seperti sekop dan kereta dorong untuk membantu warga membersihkan rumah secara mandiri. Ia menuturkan bahwa warga terpaksa menyewa alat berat jenis backhoe dengan biaya cukup mahal.
"Saya ingin sampaikan Ibu, masyarakat meminta sekop sama kereta dorong bu," kata Fadli. Megawati berjanji akan memenuhi kebutuhan yang disampaikan Fadli dan warga Aceh. Ia juga menanyakan jumlah bantuan secara konkret agar proses pengiriman dapat dilakukan sekaligus dan tidak berulang.
Selain itu, Megawati juga berdialog dengan seorang ibu yang membawa anak berusia 21 bulan. Ia menanyakan kondisi pendidikan anak-anak pascabencana dan berharap proses pembersihan fasilitas pendidikan dapat segera diselesaikan agar hak belajar anak-anak tidak terhenti terlalu lama.
Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, mengingat kembali pengalamannya saat menjabat sebagai Wakil Presiden pada era Abdurrahman Wahid. Pada saat itu, ia sering mendengarkan berbagai keluhan warga yang terdampak bencana di Sumatra.
Ketika membantu masyarakat terdampak banjir di Sumatra melalui sesi teleconference bersama kru Kapal Laksamana Malahayati, Megawati menekankan pentingnya pendataan yang detail agar bantuan yang dikirim benar-benar sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Ia juga mengingatkan para kader PDIP untuk memantau secara rinci kebutuhan warga dan mencatat permintaan mereka.
"Gerak cepat, loh! Karena kami harus mengirim bantuan yang sesuai. Jangan sampai kosong kapalnya," kata Megawati di Beach City International Stadium (BCIS), Ancol, Jakarta. Ia juga meminta seluruh kadernya segera menyampaikan daftar kebutuhan warga secara lengkap agar dapat segera diproses.
Dalam sesi dialog tersebut, Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) DPD PDIP Aceh, Fadli, meminta PDIP menyediakan peralatan manual seperti sekop dan kereta dorong untuk membantu warga membersihkan rumah secara mandiri. Ia menuturkan bahwa warga terpaksa menyewa alat berat jenis backhoe dengan biaya cukup mahal.
"Saya ingin sampaikan Ibu, masyarakat meminta sekop sama kereta dorong bu," kata Fadli. Megawati berjanji akan memenuhi kebutuhan yang disampaikan Fadli dan warga Aceh. Ia juga menanyakan jumlah bantuan secara konkret agar proses pengiriman dapat dilakukan sekaligus dan tidak berulang.
Selain itu, Megawati juga berdialog dengan seorang ibu yang membawa anak berusia 21 bulan. Ia menanyakan kondisi pendidikan anak-anak pascabencana dan berharap proses pembersihan fasilitas pendidikan dapat segera diselesaikan agar hak belajar anak-anak tidak terhenti terlalu lama.