Kemudian, 1.440 warga negara Indonesia di Kamboja mengadu karena bisnis-bisnis scam di sana diberantas oleh aparat. WNI yang keluar dari sindikat penipuan ini tidak memegang paspor dan menetap tanpa perizinan keimigrasian yang valid.
Proses pendataan dan asesmen terus dilakukan terhadap mereka, dan pembuatan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) secara masif bagi WNI yang telah melengkapi proses pendataan sudah dimulai. Warga negara Indonesia yang sakit telah dibawa ke fasilitas kesehatan. Lebih dari itu, KBRI Phnom Penh melakukan koordinasi erat dengan otoritas pemerintah Kamboja untuk mempercepat proses deportasi.
KBRI juga mengingatkan para WNI untuk waspada terhadap segala bentuk penipuan yang mengatasnamakan KBRI Phnom Penh. " KBRI akan selalu memprioritaskan pelindungan warga negara Indonesia serta berkoordinasi dengan semua pemangku kepentingan terkait untuk memastikan kepulangan WNI ke Tanah Air berjalan aman, tertib, dan secepat mungkin."
Proses pendataan dan asesmen terus dilakukan terhadap mereka, dan pembuatan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) secara masif bagi WNI yang telah melengkapi proses pendataan sudah dimulai. Warga negara Indonesia yang sakit telah dibawa ke fasilitas kesehatan. Lebih dari itu, KBRI Phnom Penh melakukan koordinasi erat dengan otoritas pemerintah Kamboja untuk mempercepat proses deportasi.
KBRI juga mengingatkan para WNI untuk waspada terhadap segala bentuk penipuan yang mengatasnamakan KBRI Phnom Penh. " KBRI akan selalu memprioritaskan pelindungan warga negara Indonesia serta berkoordinasi dengan semua pemangku kepentingan terkait untuk memastikan kepulangan WNI ke Tanah Air berjalan aman, tertib, dan secepat mungkin."