Tahun 2025 telah menunjukkan pertumbuhan tabungan masyarakat orang kaya yang sangat pesat, yaitu sebesar 22,76 persen tahunan. Ini diduga disebabkan oleh penempatan dana dari pemerintah dengan nominal di atas Rp5 miliar. Menurut data Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), tabungan tersebut tumbuh lebih cepat daripada tabungan menengah ke bawah, yaitu hanya sebesar 3,43 persen.
Namun, perlu diingat bahwa pertumbuhan ini masih sangat kontras dengan kenaikan tabungan kalangan menengah ke bawah. Juga diperlukan upaya meningkatkan literasi keuangan dan pemahaman tentang penjaminan simpanan untuk mengurangi jumlah unbanked, yang saat ini masih tergolong tinggi.
Pertumbuhan tabungan orang kaya di 2025 menunjukkan tren positif dari segi inklusi keuangan. Jumlah penduduk usia produktif yang belum memiliki rekening bank atau unbanked turun tajam sejak beberapa tahun terakhir. Menurut data LPS, penurunan ini mencapai 15,3 juta orang pada 2025.
Tentu saja, upaya meningkatkan literasi keuangan dan pemahaman tentang penjaminan simpanan masih perlu dilakukan untuk mengurangi jumlah unbanked dan meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia.
Namun, perlu diingat bahwa pertumbuhan ini masih sangat kontras dengan kenaikan tabungan kalangan menengah ke bawah. Juga diperlukan upaya meningkatkan literasi keuangan dan pemahaman tentang penjaminan simpanan untuk mengurangi jumlah unbanked, yang saat ini masih tergolong tinggi.
Pertumbuhan tabungan orang kaya di 2025 menunjukkan tren positif dari segi inklusi keuangan. Jumlah penduduk usia produktif yang belum memiliki rekening bank atau unbanked turun tajam sejak beberapa tahun terakhir. Menurut data LPS, penurunan ini mencapai 15,3 juta orang pada 2025.
Tentu saja, upaya meningkatkan literasi keuangan dan pemahaman tentang penjaminan simpanan masih perlu dilakukan untuk mengurangi jumlah unbanked dan meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia.