Survei Apindo: 1.200 Perusahaan Keluhkan Keterampilan Pekerja RI

Dua Ribu Perusahaan, Kesulitan Mendapatkan Keterampilan Pekerja Nasional

Kesadaran dan pengetahuan tentang keterampilan yang dimiliki oleh pekerja masih belum dimiliki oleh banyak perusahaan. Menurut hasil survei yang dilakukan Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), sebanyak 60 persen dari total perusahaan di Indonesia mengeluhkan kesulitan dalam mendapatkan pekerja dengan keterampilan yang sesuai.

Kesulitan ini didatangkan oleh struktur tenaga kerja nasional yang dimana pekerja masih banyak yang hanya memiliki pendidikan dasar. "Jika kita melihat angkatan kerja, 36,5 persen hanya lulusan sekolah dasar. Jadi, ini benar-benar masalah besar karena kita memiliki tenaga kerja berketerampilan rendah," kata Shinta Kamdani, ketua Umum APINDO.

Kesenjangan antara supply dan demand keterampilan di Indonesia semakin memperparah tantangan ketenagakerjaan nasional. Seiring berlalu waktu kondisi ekonomi saat ini hanya mampu menyerap 2 hingga 4,5 juta pekerja baru per tahun, sementara kebutuhan dari pencari kerja mencapai 9 hingga 12 juta orang setiap tahunnya.

Struktur tenaga kerja nasional yang lemah memang menjadi salah satu faktor utama dalam kesulitan mendapatkan keterampilan. Menurut Shinta, struktur ini membuat banyak perusahaan mengalami kesulitan dalam mencari pekerja dengan keterampilan yang sesuai.
 
Gue rasa kesadaran tentang keterampilan yang dimiliki oleh pekerja masih belum jelas banget. Banyak perusahaan di Indonesia yang tidak punya kemampuan untuk menilai kemampuan seseorang, sehingga mereka sulit mendapatkan pekerja dengan keterampilan yang sesuai ๐Ÿค”. Gue pikir jika kita ingin meningkatkan tenaga kerja nasional, kita harus meningkatkan kesadaran tentang pentingnya keterampilan dan kemampuan. Kita harus membuat sistem evaluasi keterampilan yang lebih baik sehingga perusahaan bisa menemukan pekerja dengan keterampilan yang sesuai ๐Ÿ’ผ.
 
Gak bisa percaya sih kalau masih banyak perusahaan di Indonesia yang kesulitan mendapatkan keterampilan kerja nasional. 60 persen itu lagi-lagi. Artinya, masih banyak perusahaan yang harus nyari sumber kerja dari luar negeri atau bahkan dari dalam negri juga dengan cara yang tidak bijak. Kalau kita melihat angka-angka itu, pekerja sekolah dasar hanya 36,5 persen aja! Itu memang masalah besar, perlu diatasi secepatnya. Kita harus meningkatkan kualitas pendidikan dan keterampilan kerja nasional agar tidak ketinggalan dunia industri.
 
PERUSAHAAN PERLU MULAI Fokus Pada Pembangunan Sistem Pendidikan JANGKA PANjang! SEBAGIAN PEKERJA SAAT INI HANYA MEMILIKI PENDIDIKAN DASAR TAPI BISNIS NYA BANTING-TIRTINGAN MENEMUKAN PEKERJA YANG BENAR-BENAR BERKETERAMPILAN! PERUSAHAAN PERLU MULAI MENGADAKAN program PAHLAWAN KETERAMPILAN DAN PEMBINAAN TENAGA KERJA JANGKA PANJANG!
 
Gue rasa ini salah satu masalah besar kita sebagai negara. Kalau kita punya 9-12 juta orang pencari kerja, tapi hanya bisa menyerap 2-4,5 juta orang baru setahun, itu artinya banyak pekerja yang tidak memiliki kerjaan yang sesuai. Dan kalau mereka mau belajar keterampilan, tapi kesulitan mendapatkan kerjaan, gue rasa ini akan membuat mereka kehilangan harapan. Tapi, kita juga harus sadar bahwa ini bukan hanya masalah perusahaan, tapi juga masalah kita sebagai masyarakat. Gue rasa kita harus mulai dari diri sendiri, belajar keterampilan yang sesuai dengan industri kita, agar bisa bersaing di pasar kerja. ๐Ÿค”๐Ÿ’ผ
 
Coba cari tahu apa sih asalnya dari kesulitan ini nih... 60 persen perusahaan nggak punya pekerja dengan keterampilan, tapi sebenarnya ada banyak sekali program pendidikan dan pelatihan yang sudah ditawarkan oleh pemerintah dan lembaga lainnya. Tapi apa sih keuntungannya? Semua hanya jadi cerita dan tidak ada aksi nyata... Mungkin ada konspirasi dari sektor industri untuk menciptakan kesulitan ini, agar mereka bisa menguasai pasar dengan pekerja yang lebih murah...
 
ada yang paham kan kalau banyak perusahaan di Indonesia harus import pekerja dari luar negeri karena tidak bisa menemukan orang Indonesia yang punya keterampilan yang sesuai? ini memang masalah besar banget! siapa nanti yang mau bekerja dengan gaji murah dan jam kerja panjang, tapi gak ada kemungkinan untuk naik pangkat atau mendapatkan upah yang sama dengan rekan-rekannya di luar negeri...
 
Gue rasa kayaknya kita harus fokus untuk meningkatkan pendidikan dan keterampilan di Indonesia ya... Kita jangan sabar-sabaran, kalau gak ada keterampilan, cara kerja juga tidak bisa berkembang... Duh, kesulitan ini akan terus berlanjut sampai kita buat sistem yang lebih baik...
 
ini kayaknya bikin bingung, perusahaan kayaknya punya uang banget tapi nggak bisa menemukan pekerja dengan keterampilan yang tepat ๐Ÿค”. apa kabar sama komunitas? kenapa sih banyak perusahaan di Indonesia yang sulit menemukan pekerja dengan keterampilan yang sesuai? mungkin perlu kita buat kesadaran lebih tentang pentingnya keterampilan dalam dunia kerja ๐Ÿ˜Š.
 
ini masalahnya sih ๐Ÿคฏ! 60 persen perusahaan already mengalami kesulitan mendapatkan pekerja dengan keterampilan yang sesuai, tapi apa yang di lakukan gue? ๐Ÿคทโ€โ™‚๏ธ hanya belajar sendiri dan mencari informasi tentang keterampilan yang dimiliki oleh orang lain. mungkin masalahnya adalah perusahaan harus lebih berinvestasi pada pembelajaran para pekerja mereka, bukan hanya fokus pada uang dan profit. tapi kalau gue benar-benar ingin mencari solusi, toh saya pikir kita perlu membuat program pembelajaran yang lebih mudah diakses oleh masyarakat, seperti online learning atau kursus yang gratis. tapi sepertinya itu cuma janji janji, apa yang sebenarnya bisa dilakukan? ๐Ÿค”
 
Ini masalah yang serius banget. Apa kira-kira apa yang terjadi di negara kita kalau kita tidak punya tenaga kerja yang berkualitas? Mereka ini yang akan membantu kita maju, tapi sekarang masih banyak orang yang hanya bisa ngomong aja. Saya rasa kalau kita ingin meningkatkan ekonomi, kita harus fokus pada pendidikan dan pelatihan. Tapi apa yang dikatakan oleh pemerintah? Belum ada jawaban! ๐Ÿค”๐Ÿ“Š
 
Maksudnya, kalau kita punya banyak perusahaan di Indonesia tapi masih sulit cari pekerja dengan keterampilan yang tepat, itu artinya kita perlu ubahan struktur tenaga kerja nasional. Mungkin kita harus fokus pada meningkatkan pendidikan dasar agar orang bisa memiliki keterampilan yang lebih baik. Tapi kalau kita tidak bisa menyesuaikan diri dengan kondisi ekonomi saat ini, tentu saja perusahaan akan kesulitan mendapatkan pekerja. Kita harus mencari solusi yang tepat, jangan biarkan kesenjangan antara supply dan demand keterampilan memperparah masalah ketenagakerjaan nasional ๐Ÿ˜Š
 
Ini gampang-gamping banget nih. Perusahaan-perusahaan ini harusnya punya rencana untuk meningkatkan keterampilan tenaga kerjanya, tapi ternyata masih banyak yang belum bisa melakukannya. Mereka hanya mau mengutamakan biaya dan tidak peduli dengan kualitas keterampilan mereka. Ini artinya, pekerja-pekerja yang dipekerjakan ini hanya dianggap sebagai angka bukan manusia. Jika perusahaan-perusahaan ini ingin bertahan, mereka harus meningkatkan standar keterampilan tenaga kerjanya. Tapi, tentu saja ini tidak akan terjadi...
 
omg kabar gitu kan? 60 persen perusahaan indonesia mengeluh kesulitan mendapatkan pekerja nasional yang punya keterampilan sesuai ๐Ÿคฏ itu artinya banyak perusahaan di indonesia masih lagi sibuk mencari pekerja dengan skill rendah. aku rasa ini masalah besar tapi jangan bingung sih karena banyak yang bisa solusinya, contohnya kita bisa mengirimkan pekerja nasional ke luar negeri atau kita bikin program latihan kerja bagi orang muda di desa-desa yang belum pernah bekerja di industri. kalau kita semua bekerja sama ini tidak akan terjadi lagi ya ๐Ÿคž
 
wahhhhhhh! sepertinya ada masalah besar di Indonesia ya.. seperti apa lagi kita punya masalah? ๐Ÿค” kesadaran dan pengetahuan tentang keterampilan yang dimiliki oleh pekerja masih belum dimiliki oleh banyak perusahaan... kayaknya harus diubah, aku ingin melihat banyak perusahaan yang bisa menawarkan lowongan kerja dengan keterampilan yang sesuai, biar semua orang bisa mendapatkan pekerjaan yang serasi ๐Ÿ’ผ๐Ÿ‘
 
๐Ÿค” Masalahnya sih, kalau kita punya masalah kekurangan keterampilan, tapi orang yang kita butuhkan di kerjaan pasti belum memiliki kemampuan yang cukup ๐Ÿ“Š. Kalau pemerintah mau mengatasi ini, mereka harus meningkatkan pendidikan dari dasar hingga SMA. Jadi, kalau nanti kita punya lulusan SMK atau D III, maka keterampilannya lebih tinggi ๐Ÿ’ผ. Kita juga perlu meningkatkan kesadaran diri orang Indonesia tentang pentingnya memiliki keterampilan untuk mencari kerja yang sesuai dengan kemampuan mereka ๐Ÿค.
 
๐Ÿ˜ kalau mau tahu benar apa masalahnya di Indonesia, mending buat survey lagi ya... sekarang semua orang hanya ngeja ampe lulus sekolah dasar aja, tapi siapa tau ada yang punya minat belajar keterampilan? ๐Ÿค”

perusahaan2 besar udah capek cari pekerja dengan keterampilan, tapi apa yang harus dilakukan gini? bikin kurikulum pendidikan dasar lebih bagus? atau mending buat sistem pemerintahan yang bisa membantu meningkatkan kesadaran dan pengetahuan tentang keterampilan? ๐Ÿคทโ€โ™‚๏ธ

sekarang ini banyak pekerja baru yang dipekerjakan, tapi apa itu arti dari itu? apa saja yang mereka lakukan? siapa tau ada yang bosen banget di tempat kerja aja... ๐Ÿ™„
 
Sudah lama aku rasa masalah kesenjangan antara supply dan demand keterampilan di Indonesia, tapi ternyata ada data yang menunjukkan bahwa benar-benar masalah besar ๐Ÿ˜•. Aku setuju bahwa struktur tenaga kerja nasional yang lemah memang menjadi salah satu faktor utama dalam kesulitan mendapatkan keterampilan. Tapi aku rasa perlu ada upaya yang lebih intensif untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan tentang keterampilan di kalangan masyarakat, terutama di kalangan pekerja ๐Ÿค”. Aku pikir jika kita bisa meningkatkan kesadaran ini, maka perusahaan juga akan semakin siap dalam mencari pekerja dengan keterampilan yang sesuai ๐Ÿ“ˆ. Tapi aku rasa perlu ada kebijakan yang lebih matang dan efektif untuk mengatasi masalah ini, bukan hanya menunggu upaya dari pihak perusahaan sendiri ๐Ÿ’ก.
 
ini sangat menyesakkan banget sih... apa yang kita lakukan sekarang? membiarkan banyak orang Indonesia yang tidak punya kemampuan untuk bersaing di pasar kerja? mungkin kita harus mulai dari diri kita sendiri, belajarlah sendiri keterampilan baru dan jangan takut untuk bereksperimen. kita juga harus mau menerima bahwa tidak semua orang bisa memiliki karir dengan sukses, tapi itu tidak berarti mereka tidak berharga. kita harus berhati untuk membantu siapapun yang membutuhkan bantuan, mulai dari siswa SD hingga pekerjakuat kota.
 
Gue penasaran apa yang bikin banyak perusahaan kesulitan mendapat pekerja dengan keterampilan yang sesuai? Gue pikir ada masalah lain, bukan hanya soal pendidikan dasar orang Indonesia. Gue rasa ada perlu inovasi di bidang pendidikan, sehingga lulusan SD dan SMA tidak cuma sekedar penguasaan matematika atau bahasa Inggris aja, tapi juga memiliki pengetahuan yang sesuai dengan kebutuhan industri. Kemudian, gue harap perusahaan-perusahaan bisa lebih berinovasi dalam mencari tenaga kerja, bukan hanya fokus pada keterampilan formal seperti sertifikat atau pendidikan tinggi.
 
kembali
Top