Survei: 66% Pengurus KDMP Belum Terima Pelatihan dari Pemerintah

Gini ya, kalau sih pemerintah kita sibuk banget dengan hal-hal yang tidak penting, tapi masih banyak yang belum pernah menerima pelatihan dari mereka juga😒. Sementara itu, pengurus koperasi desa yang baru saja diberi rencana bisnis dan anggaran dasar, tapi masih belum memiliki mitra pemasaran dan infrastruktur pendukung. Apa lagi, kebanyakan di antara mereka hanya memilih jenis koperasi desa berdasarkan potensi sumber daya alam tanpa mempertimbangkan hal-hal lain yang penting seperti biaya operasional dan pertumbuhan bisnis.

Dan yang paling gini ya, ini semua terjadi saat ini 2025, kita masih belum memiliki kemajuan yang signifikan dalam meningkatkan kinerja koperasi desa. Saya rasa ini karena masih banyak yang hanya fokus pada pendirian saja tanpa mempertimbangkan hal-hal lain yang penting seperti manajemen kooperasi dan keuangan. Dan kalau kita ingin meningkatkan kinerja koperasi desa, kita harus memiliki rencana yang matang dan infrastruktur pendukung yang baik.
 
Aku penasaran kalau bagaimana caranya pemerintah bisa tidak memastikan bahwa pengurus koperasi desa sudah mendapatkan pelatihan yang cukup? Aku rasa ini bukti bahwa sistem koperasi desa masih banyak sekali kesalahan dan kekurangan. Kalau mau mengembangkan sumber daya manusia, tentu harus ada langkah-langkah yang jelas untuk memastikan pengurus koperasi desa sudah memiliki pengetahuan yang cukup 😐.
 
Merasakan gak jelas aja... Kalau kita lihat saja survei dari DFW itu, banyak pengurus koperasi desa yang belum pernah menerima pelatihan dari pemerintah. Maksudnya apa sih? Itu kayak pemerintah tidak peduli dengan pentingnya koperasi desa di Desa Merah Putih. Nah, kalau ini terus berlanjut, pasti saja kinerja koperasi desa pun akan semakin buruk. Maka dari itu, saya rasa pemerintah harus lebih berhati-hati dan tidak membiarkan kondisi ini terus berlanjut... 🤔
 
Wahhhh, kalau pengurus Koperasi Desa belum pernah menerima pelatihan dari pemerintah, itu nggak masuk akal kan? Seperti apa mereka yang berani mengurus usaha tanpa seseorang bantuin? Tapi, ya aku juga ngerasa bahwa kalau mereka udah punya rencana bisnis, tapi belum pernah menerima pelatihan teknis, itu keren deh kalau pemerintah mau memberikan bantuan. Kita harus fokus pada meningkatkan kapasitas pendiri usaha kecil-kecilan di desa ini, nih...
 
Makasih banget giliran aku nulis tentang ini 😊. Aku pikir kalau kooperasi desa bukan sekedar bentuk organisasi yang sederhana, tapi juga perlu komitmen dan dukungan yang lebih dari itu. Banyak pengurus kooperasi desa di Indonesia belum pernah menerima pelatihan formal dari pemerintah, ini terus bikin masalah untuk pertumbuhannya. Aku pikir pemerintah harus buat program pelatihan yang lebih serius dan mendukung untuk pengurus kooperasi desa, agar mereka bisa belajar manajemen, keuangan, dan lain-lain 📚.
 
Pengurus Koperasi Desa Merah Putih memang masih banyak yang belum pernah menerima pelatihan dari pemerintah 😐. Menurut survei DFW, sekitar 66 persen pengurus itu belum pernah menerima pelatihan teknis terkait manajemen kooperasi dan keuangan. Tapi, siapa tahu kalau mereka sudah menerima pelatihan ya? 🤔
 
kembali
Top