Survei: 66% Pengurus KDMP Belum Terima Pelatihan dari Pemerintah

Dukungan Pemerintah untuk Pengurus Koperasi Desa Merah Putih Terus Memanggut Semangat Masyarakat Sejahtera dengan Pelatihan yang Kurang. Banyak pengurus Koperasi Desa Merah Putih yang mengakui belum pernah menerima pelatihan dari pemerintah, yaitu 66 persen di antara mereka. Hal ini menunjukkan bahwa dukungan peningkatan kapasitas dari Pemerintah Pusat masih terbatas dan belum merata.

Banyak pengurus Koperasi Desa Merah Putih yang mengakui tidak memiliki anggaran dasar/anggaran rumah tangga (AD/ART) atau hanya menganggapnya sebagai pelengkap. Sementara itu, mereka telah mengantongi rencana bisnis dan memilih jenis Kooperasi Desa berdasarkan potensi sumber daya alam.

Namun, hal ini menunjukkan bahwa pengurus Koperasi Desa Merah Putih masih menghadapi kesulitan dalam membangun infrastruktur pendukung dan pasaran yang stabil. Oleh karena itu, diperlukan dukungan lebih lanjut dari pemerintah untuk membentuk ekosistem ekonomi dan infrastruktur pendukung yang lebih baik.

Menurut Luthfian Haekal, Human Right Manager Destructive Fishing Watch (DFW) Indonesia, perlu dilakukan pembangunan sumber daya manusia Koperasi Desa dengan berorientasi pada substansi Koperasi Desa. Hal ini juga memerlukan pelatihan yang lebih lanjut dan tidak hanya berhenti pada jangka pendek administratif saja.

Jadi, pemerintah perlu meninjau kembali strategi mereka dalam memberikan dukungan kepada pengurus Koperasi Desa Merah Putih. Oleh karena itu, diperlukan konsultasi yang lebih baik antara pemerintah dan masyarakat sejahtera untuk membentuk ekosistem ekonomi dan infrastruktur pendukung yang lebih baik.
 
Aku pikir ini salah strategi nih, kalau mau meningkatkan kapasitas pengurus Koperasi Desa Merah Putih, pemerintah harus fokus pada hal-hal penting ya. Pelatihan kurang lagi bedanya apa-sini? Mereka butuh infrastruktur yang lebih baik dan pasar yang stabil, tapi pemerintah masih belum memberikan dukungan yang cukup.

Aku lihat di luar kota, ada banyak pengurus Koperasi Desa yang sudah berhasil berdiri dengan rencana bisnis yang solid. Mereka tidak membutuhkan pelatihan dari pemerintah, tapi mereka sudah memiliki anggaran dasar dan membangun infrastruktur sendiri. Jadi, pemerintah harus lebih konsisten dan memberikan dukungan yang lebih baik untuk membantu pengurus Koperasi Desa Merah Putih. πŸ€”
 
gak bisa percaya aja, 66 persen pengurus Koperasi Desa Merah Putih belum pernah menerima pelatihan dari pemerintah... itu artinya apa sih? kalau gak ada peningkatan kapasitas, bagaimana caranya mereka bisa meningkatkan produksi atau mengurangi biaya produksi? dan yang ini, banyak pengurus Koperasi Desa Merah Putih yang tidak punya anggaran dasar... itu seperti nanggung aja, gak punya uang untuk berinvestasi juga.

saya penasaran sih, apa yang membuat pemerintah berpikir bahwa pelatihan kurang dalam waktu pendek itu sudah cukup? gimana caranya itu bisa membantu meningkatkan kapasitas pengurus Koperasi Desa Merah Putih? dan luthfian haekal itu gak ada jawabannya sih, apa itu yang perlu dilakukan untuk pembangunan sumber daya manusia Koperasi Desa?
 
Pengurus Koperasi Desa Merah Putih nggak pernah menerima pelatihan dari pemerintah? Itu bikin ngeluh juga, tapi apa yang bisa dibuat mereka sendiri kalau tidak ada bantuan dari pemerintah? πŸ€”
 
Kalau nggak ada pelatihan yang matang, bagaimana kalau kita tambahkan aksi-aksi di luar sana? Seperti, kita harus ngebawa bukti-buktian bahwa Koperasi Desa Merah Putih benar-benar berbeda dari yang biasanya. Mungkin kita bisa banget-banget membangun komunitas online yang bisa menjadi sarana pertukaran ide dan teknologi dengan kalangan pengurus Koperasi Desa Merah Putih. Seperti, kita bisa membangun komunitas di Facebook atau Instagram dengan tagline "Koperasi Desa Merah Putih: Membangun Ekonomi Desa yang Lebih Baik". Yang penting adalah pemerintah harus mendukung dan terbuka untuk pendekatan yang berbeda. Kita tidak bisa menunggu aja, kita harus ngejar! πŸ’‘πŸ‘
 
Aku pikir kalau ini salah strategi aja, tapi aku juga rasa ada kesalahan lain lagi, ya? Mungkin mereka harus fokus lebih pada memberikan pelatihan yang nyata bukan cuma administrasi saja. Sementara itu, pengurus Koperasi Desa Merah Putih juga harus banyak berkomunikasi dengan pemerintah tentang kebutuhan mereka, kan? Tapi, aku rasa kalau ini terlalu ambisius, kalau mau mau membentuk ekosistem ekonomi yang lebih baik harus mulai dari dalam, oleh pemerintah sendiri.
 
πŸ€” aku pikir pengurus Koperasi Desa Merah Putih udah lama sibuk banget dengan urusan bisnisnya, tapi kalau gak ada dukungan pemerintah yang tepat, apa lagi nih? Mereka udah punya rencana bisnis, anggaran, dan semua itu, tapi pemerintah udah kalah dalam memberikan pelatihan yang bagus. Aku rasa harus ada jaminan bahwa dukungan pemerintah tidak hanya sekedar administratif, tapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Jadi, kalau pemerintah ingin membantu, harus ada plasenta yang lebih baik dalam membantu pengurus Koperasi Desa Merah Putih untuk mengembangkan bisnisnya.
 
Saya pikir ini salah strategi banget nih! Mereka bilang ingin mendukung Koperasi Desa Merah Putih, tapi apa yang mereka lakukan sih? Memberikan pelatihan yang kurang aja! Sementara pengurus koperasi desa sendiri yang sudah tahu apa yang dibutuhkan adalah anggaran dasar untuk mengatur kehidupan sehari-hari. Saya pikir pemerintah harus bereksperimen lagi, cari cara lain yang lebih efektif untuk mendukung Koperasi Desa Merah Putih. Mungkin mereka bisa mulai dengan memberikan dukungan kepada pengurus koperasi desa untuk membangun infrastruktur pendukung seperti jalan, fasilitas, atau tempat kerja. Jadi, tidak hanya pelatihan aja, tapi juga dukungan yang sebenarnya dibutuhkan oleh masyarakat. πŸ€”πŸ’‘
 
Gue pikir kalau pemerintah harus lebih komprehensif dalam memberikan dukungan kepada pengurus Koperasi Desa Merah Putih, bukan hanya berfokus pada pelatihan saja. Mereka harus melihat dari perspektif masyarakat dan membantu mereka membangun infrastruktur pendukung yang lebih baik. Kalau tidak, nanti mereka hanya terjebak dalam siklus ketergantungan pada pemerintah saja πŸ€”.
 
Mengingat banyak pengurus Koperasi Desa Merah Putih belum pernah menerima pelatihan dari pemerintah, itu bikin kita curiga bagaimana caranya pemerintah bisa memastikan pengembangan keterampilan mereka. Jadi, saya rasa penting bagi pemerintah untuk melakukan evaluasi kembali strategi mereka dan berdiskusi dengan masyarakat ya...
 
Maksudnya, kalau gini, pemerintah belom memberikan dukungan yang cukup untuk koperasi-koperasi desa ngebawa orang-orang keesokan harinya. 66 persen di antara pengurus koperasi desa belum pernah menerima pelatihan dari pemerintah, eh jadi apa lagi yang harus ditunggu? 🀣

Gue pikir pemerintah perlu bikin strategi baru, bukan cuma memberikan dukungan yang kurang. Mereka harus tahu apa kebutuhan asli masyarakat desa nanti, jangan cuma ngebawa aja. Karena kalau nggak, siapa yang mau ambil risiko untuk mengelola koperasi desa? πŸ€ͺ

Saya pikir pemerintah perlu konsultasi dengan masyarakat desa lagi, cari tahu apa kebutuhan asli mereka nanti. Tapi kalau gini, saya rasa mereka udah cukup banyak yang terbantu, sih... πŸ™ƒ
 
Gue rasa gini juga kalau pemerintah ingin mau bantu Koperasi Desa Merah Putih, tapi kayaknya harus jelas dan tidak main-main lagi ya... Pelatihan kurang itu kayak ngelamun, sih... Gue rasa mereka harus fokus pada hal-hal yang nyata dan bisa diimplementasikan aja. Tapi, kayaknya kita juga harus berharap bahwa pemerintah nanti akan meninjau kembali strategi mereka.
 
Gak bisa percaya, 66% pengurus Koperasi Desa Merah Putih belum pernah menerima pelatihan dari pemerintah 🀯! Itu beda banget dengan apa yang dikatakan oleh pemerintah. Dulu dijanjakan ada kemajuan, tapi sekarang malah mengecewakan masyarakat. Kenapa pemerintah tidak bisa mematuhi janji-janji mereka sendiri? πŸ€” Perlu dilakukan evaluasi lebih lanjut tentang apa yang benar-benar dibutuhkan oleh pengurus Koperasi Desa Merah Putih, bukan hanya pelatihan yang kurang.
 
gak bisa percaya kalau pemerintah masih memberikan pelatihan yang kurang buat pengurus koperasi desa merah putih, itu sama aja seperti memberi bantuan nol rupiah! mereka sudah punya rencana bisnis dan anggaran rumah tangga, tapi masih kesulitan membangun infrastruktur pendukung dan pasaran yang stabil. itu karena pemerintah belum berani meninjau kembali strategi mereka sendiri. aku pikir perlu dilakukan pembangunan sumber daya manusia koperasi desa dengan berorientasi pada substansi koperasi desa, bukan hanya pelatihan yang terbatas dan jangka pendek. konsultasi antara pemerintah dan masyarakat sejahtera harus lebih baik untuk membentuk ekosistem ekonomi dan infrastruktur pendukung yang lebih baik! πŸ€¦β€β™‚οΈπŸ’‘
 
Pagi guys 🌞! Aku pikir kalau pemerintah serius ingin meningkatkan kapasitas pengurus Koperasi Desa Merah Putih, mereka harus memberikan pelatihan yang lebih komprehensif, bukan hanya administratif ya πŸ˜’. Banyak pengurus yang bilang belum pernah menerima pelatihan sebenarnya, 66 persen! Itu berarti pemerintah masih banyak yang tidak fokus pada hal ini.

Aku pikir strategi mereka harus lebih baik lagi, bukan hanya fokus pada rencana bisnis aja. Mereka harus memperhatikan infrastruktur pendukung dan pasaran yang stabil, ya! Karena kalau tidak, maka semua investasi dari pemerintah pasti akan sia-sia πŸ€‘.

Luthfian Haekal kayaknya benar-benar memiliki strategi yang tepat, aku setuju dengan dia 😊. Pelatihan harus lebih berorientasi pada substansi Koperasi Desa, bukan hanya administratif. Dan memerlukan waktu yang lebih lama, tidak hanya jangka pendek aja! πŸ•°οΈ
 
Hmm, bikin penasaran nggak sih kenapa pelatihan dari pemerintah gampang diputar ke tanpa hasil yang sebenarnya πŸ€”. Dukungan peningkatan kapasitas dari Pemerintah Pusat masih terbatas dan belum merata, apalagi karena banyak pengurus Koperasi Desa Merah Putih yang belum pernah menerima pelatihan dari pemerintah 🚫.

Aku pikir kalau pemerintah perlu membuat rencana yang lebih matang dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat sejahtera, bukan hanya sekedar memberikan dukungan administratif saja πŸ“Š. Dan juga perlu ada konsultasi yang lebih baik antara pemerintah dan masyarakat untuk membentuk ekosistem ekonomi dan infrastruktur pendukung yang lebih baik πŸ’‘.

Kalau nggak, aku khawatir pengurus Koperasi Desa Merah Putih masih akan menghadapi kesulitan dalam membangun infrastruktur pendukung dan pasaran yang stabil πŸŒͺ️. Dan itu akan membuat semangat masyarakat sejahtera terus dipanggut πŸ€•.
 
ini bikin sadar banget sih, nggak semua koperasi desa merah putih bisa menerima pelatihan dari pemerintah 🀯. tapi apa sih tujuan pelatihan itu? apakah itu bukan hanya sekedar administratif lagi? dan gini punya pengurus koperasi desa yang kurangnya punya anggaran dasar, itu kayak ada kesalahan dalam perekonomian mereka πŸ˜”. tapi kayaknya ada solusi, yaitu pembangunan sumber daya manusia dengan berorientasi pada substansi koperasi desa itu sendiri 🀝. jadi, pemerintah perlu konsultasi yang lebih baik dengan masyarakat sejahtera untuk membentuk ekosistem ekonomi dan infrastruktur pendukung yang lebih baik πŸ“ˆ.
 
gak sabar sama dengan informasinya ini... kalau pemerintah mau bantu pengurus koperasi desa, tapi pelatihan mereka sendiri kurang efektif, itu gini! mereka sudah tidak pernah menerima pelatihan dari pemerintah, yaitu 66 persen di antara mereka. itulah keadaan yang bikin saya curiga, apakah mereka benar-benar peduli dengan kemajuan koperasi desa?

saya pikir itu karena kurangnya dukungan peningkatan kapasitas dari pemerintah pusat. kalau mereka mau benar-benar membantu, maka perlu dilakukan evaluasi yang lebih matang dan tidak hanya berfokus pada pelatihan administratif saja. harus ada strategi yang lebih solid untuk membantu pengurus koperasi desa, seperti pembangunan sumber daya manusia yang lebih baik.

mungkin juga perlu ada konsultasi yang lebih baik antara pemerintah dan masyarakat sejahtera. karena kalau tidak ada komunikasi yang baik, maka dukungan yang diberikan oleh pemerintah pasti tidak akan efektif.
 
Saya rasa kayaknya perlu diingat bahwa pelatihan dari pemerintah harus lebih matang, ya? Jangan hanya sekedar memberikan kejutan aja, tapi harus ada rencana yang jelas dan terstruktur banget. Kalau jadi demikian, aku bayangin kalau banyak pengurus Koperasi Desa Merah Putih di Jakarta masih bingung apa itu anggaran dasar (AD/ART) kan? Itu seperti bermain game tanpa aturan, ya?

Saya pikir lebih baik konsultasi dengan masyarakat sejahtera terlebih dahulu agar ada prioritas yang jelas. Kalau pemerintah mau memberikan dukungan, itu harus ada kemampuan untuk melihat kebutuhan masyarakat dan buat strategi yang sesuai, ya? Kalau tidak, maka semua pelatihan yang diberikan pun akan sia-sia.
 
aku rasa kalau pemerintah mau banget memberikan dukungan, tapi masih terlalu banyak kesalahan dalam pelaksanaannya πŸ€¦β€β™‚οΈ. kalau mau benar-benar membantu, mereka harus melihat dari sisi masyarakat, apa yang mereka butuhkan, dan bukannya hanya fokus pada angka-angka saja πŸ’‘. kalo ini 66 persen tidak menerima pelatihan, itu berarti ada banyak kesalahan dalam pelaksanaan programnya πŸ€¦β€β™‚οΈ. tapi aku masih percaya kalau dengan kerja sama yang baik, pemerintah bisa membuat perubahan positif pada masyarakat πŸ‘.
 
kembali
Top