Surat Pilu Siswa SD NTT Sebelum Akhiri Hidup Tak Bisa Beli Buku

Sulitan Ekonomi, Perundungan di Sekolah: Seorang Anak SD Ngada NTT Mengakhiri Hidup Tanpa Buku dan Pena

Di sebuah desa kecil di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), terjadi sebuah tragedi yang sangat berkejutan. Seorang anak berinisial YRB, yang baru berusia 10 tahun, meninggal dunia di dekat pondok milik neneknya. Menurut saksi, anak tersebut ditemukan tergantung oleh neneknya di sebuah pohon cengkih.

Anak itu memang memiliki kehidupan yang sangat sulit. Ia tidak memiliki buku dan pena, sehingga tidak dapat menyelesaikan tugas-tugas sekolah. Menurut ayah YRB, anak tersebut telah mengalami kesulitan ekonomi dalam beberapa waktu terakhir.

Dalam surat yang ditulis sebelum meninggal, YRB meminta kebaikan kepada neneknya jika ia meninggal. Surat itu berisi kata-kata empatik dan penuh kesedihan, yang menunjukkan bahwa anak tersebut sangat khawatir tentang kehidupannya di luar dunia.

Kasus ini telah mengejutkan masyarakat setempat, karena anak tersebut masih berusia 10 tahun. Menurut komisioner KPAI (Komite Perlindungan Anak Indonesia), Diyah Puspitarini, anak itu meninggal karena tidak memiliki buku dan pena.

Diyah menyatakan bahwa kasus ini harus diusut menyeluruh agar anak tidak mendapatkan stigma negatif. Ia juga meminta pengembangan perkara oleh Polres Ngada terkait penanganan kasus ini, serta meminta pemerintah dan masyarakat untuk tidak meremehkan kasus anak mengakhiri hidup seperti ini.

"Kasus seperti ini pernah terjadi tahun 2023 di Kebumen, hampir mirip. Hanya saja anaknya ini meminta uang jajan, tidak punya uang, kemudian dia menceburkan diri di sungai," kata Diyah.

Menurut data KPAI, anak mengakhiri hidup di Indonesia menjadi yang tertinggi di Asia Tenggara. Oleh karenanya, Diyah meminta pemerintah dan masyarakat untuk tidak normalisasi kasus anak mengakhiri hidup seperti ini.
 
Makasih kalau si YRB itu, dia tidak perlu mengalami kesulitan seperti itu 🤕. Kenapa gini, ada yang sedia membantu si kecil? 👶 Buku dan pena nggak mahal, tapi ngeri banget kalau anak itu harus meninggal seperti ini 😱. Mereka pasti ada yang tahu dia nggak punya apa-apa 🤔. Kenapa gini Indonesia masih banyak anak miskin sehingga anak-anak ini tidak bisa menyelesaikan sekolah? 🤷‍♀️ Belum tentu sih, tapi harus ada perhatian dari pemerintah dan masyarakat. Mereka pasti ada yang bisa bantu 👫🤝.
 
Makasih kisah anak kecil ini. Tampatnya apa lagi kalau kita ngga sambut kesulitan-kesulitannya? Nanti kalau kita normalisasi, kayakana caranya sih anak-anak kita bisa menghadapi kesulitan hidup di masa depan? Kita harus serius ya, pemerintah dan masyarakat harusnya jadi yang pertama untuk menangani masalah ini.
 
Aku rasa kasus ini bukan karena anak itu tidak memiliki buku dan pena, tapi karena ayahnya yang kurang berani mengajukan masalah keluarga, jadi sekarang anaknya harus menderita. Kita sumber daya banyak di Indonesia, tapi masih banyak orang yang kaya dan kura-kura, lalu ada yang miskin dan tidak punya pilihan. Aku pikir ini bukan kebodohan anak itu, tapi karena ayahnya yang tidak berani menghadapi masalahnya.
 
ini kasusnya trus... anak sd ngada ntt bareng gak punya buku pena aja mau bunuh diri 😔. sepertinya kaya kesusahan ekonomi yang dia alami itu gak terlalu diatasi. tapi apa yang bisa dilakukan pemerintah dan masyarakat? kan kita semua punya pengalaman kekurangan bukan? tapi nggak bisa bunuh diri sih 🤕. aku rasa kasus ini perlu diusut lebih lanjut untuk tidak membuat anak-anak SD di Indonesia merasa stigmatisasi. kalo dijahatkan, anaknya itu aja akan jadi korban yang lebih banyak lagi...
 
Saya rasakan sangat berduka sekali dengan kejadian ini 🤕. Seorang anak SD berusia 10 tahun yang harus menghadapi kesulitan ekonomi dan tidak memiliki buku serta pena, itu benar-benar tragis sekali 💔. Menurut saya, kasus ini seharusnya menjadi perhatian bagi pemerintah dan masyarakat kita semua 🤝.

Saya percaya bahwa anak-anak di Indonesia masih banyak yang mengalami kesulitan ekonomi seperti ini, sehingga mereka tidak dapat menyelesaikan pendidikannya. Oleh karena itu, kita harus meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pendidikan dan kesejahteraan anak 📚.

Saya juga ingin mengajak pemerintah untuk meningkatkan program-program bantuan yang disediakan bagi anak-anak yang membutuhkan, sehingga mereka dapat memiliki akses ke buku, pena, dan fasilitas pendidikan lainnya 🤝.
 
Kalau si YRB itu benar-benar butuh buku dan pena, tapi ayahnya nggak bisa bayarnya, maka dia harus mencari cara lain ya, misalnya bisa menanya teman-temannya atau keada-adanya siapa yang mau membantu. Tapi siapa tau, mungkin ada solusi lain yang lebih baik untuk membiarkin anak itu belajar sendiri dengan cara yang tidak terpakai seperti ini... 😕
 
🤕 Ini kayaknya benar-benar tragis banget sih, seorang anak SD yang masih kecil itu bisa jadi ada solusi yang bisa diambil oleh orang tua atau pemerintah... kayaknya kita harus fokus untuk mengatasi kesulitan ekonomi seseorang dengan cara yang lebih baik lagi... 🤔
 
ini terlalu serius banget kayaknya... si YRB itu ngga punya buku dan pena, tapi ternyata apa yang nggak ada di dalam dompet dia bisa ditemukan di hatinya. kalau kita serius-kan hal ini, kita harus memikirkan bagaimana anak-anak SD kita bisa memiliki akses ke bahan-bahan yang penting untuk belajar. mungkin pemerintah dan sekolah harus mulai berbicara tentang masalah ekonomi anak-anak dan caranya untuk mengatasi masalah itu.
 
Maaf ya, kasus ini benar-benar terkejut banget! Si anak itu cuma 10 tahun dan udah harus mengalami kesulitan ekonomi yang sangat parah. Tapi apa yang diharapkan dari orang tua si anak? Mereka cuma membiarkan anaknya begitu saja, tanpa ada bantuan atau saran yang tepat.

Dan gak cuma itu, kasus ini juga menunjukkan bahwa kita harus lebih hati-hati dengan masalah pendidikan dan ekonomi di kalangan anak-anak. Kita tidak bisa biarkan anak-anak seperti ini terus mengalami kesulitan yang parah hingga akhirnya ada konsekuensi yang sangat berat.

Tapi, apa yang bisa kita lakukan? Mereka cuma meminta kebaikan dari neneknya. Siapa tahu sih, apakah ada yang bisa diubah dari situasi ini?
 
Aku pikir ini kalau anak SD itu memang benar-benar butuh kejutan tapi aku tak terjangkau oleh hal ini. Kalau di tahun 2023 ada kasus yang hampir mirip, apa yang membuat kita bisa belajar dari kesalahan sebelumnya? Kita harus lebih siap dan mendukung anak-anak muda seperti YRB. Aku rasa penyebab utamanya adalah kurangnya dukungan dari orang tua dan masyarakat. Buku dan pena bukanlah satu-satunya solusi, tapi aku rasa itu salah satu yang penting untuk membantu anak-anak belajar dan tumbuh dewasa.
 
Pak, aku pikir ini sangat berkejutan, tapi sebenarnya aku punya pendapat yang sama dengan dia. Aku rasa ini bukanlah keadaan yang jarang terjadi di Indonesia. Banyak sekolah yang tidak memiliki fasilitas yang cukup untuk anak-anak, sehingga anak-anak tersebut harus menghadapi kesulitan ekonomi.

Aku juga setuju bahwa kasus ini harus diusut menyeluruh agar anak tidak mendapatkan stigma negatif. Tapi aku ingin bertanya, apa salahnya jika pemerintah dan masyarakat lebih fokus pada solusi daripada hanya menyalahkan orang tua? Aku pikir jika kita bisa memberikan bantuan yang lebih efektif kepada keluarga yang terkena dampak ekonomi, maka kasus seperti ini tidak akan pernah terjadi lagi.
 
MASIH YANG BINGUN LAH KASUS ANAK SD NGADA NTT NYALAHNYA TIDAK HADAP KEJUTAN SAMA-SAMANYA DENGAN BERKEMBANGNYA SECARA EKONOMI DAN SOSIAL. ANAK ITU MEMANG MEMILIKI KEKURANGAN BUKU DAN PENA, TAPI KENAPA PERTANYA, SIH? PEMERINTAH INGIN NGELAJARI DENGAN MASYKATNYA, TIDAK UNTUK NGELAJARI NYEPA?

PAPARAN KASUS YANG SEPELENG DI Media INGGRIS TADI BAWHA, BANYAK SIKITNYA. INGGRIS NYARIT NYARIT DENGAN PEMERINTAH INDONESIA TIDAK MENJAWABNYA. ITU KEMBALI NYEBAK KEKURANGAN MASYKATNYA.

BAIKNYA JIKA PAPARANNYA DI media local, di kalangan warga dan keluarga bisa makin sedikit, tapi papaaran di luar negeri sih makin banyak.
 
ini kasus kayaknya trus sayang banget ya.. aku pikir si kecil itu gak usah meninggal karena gak punya buku dan pena, tapi sepertinya sudah ada konsekuensi yang tidak bisa dihindari dari situasi ekonomi yang sulit banget. kalau kita normalisasi kasus anak mengakhiri hidup, kayaknya gak ada jalan keluarnya lagi. perlu kita buat solusi yang bisa membantu si kecil itu dan banyak seperti dia yang mengalami kesulitan ekonomi.
 
Hahaha, kayaknya anak kecil itu benar-benar tidak punya uang, padahal biar mau kuliah nanti! 🤣 Aku rasa di masa lalu aku juga sering ketinggalan tugas sekolah karena enggak punya buku dan pena, tapi aku tidak mencoba untuk mengakhiri hidup dengan cara yang bikin semua orang terkejut 😂. Aku bayangin, nenek YRB itu pasti sedih banget, tapi mungkin dia juga sedikit senang kalau anaknya tidak repot lagi 🤗. Kasus ini pasti perlu diwaspadai agar tidak terjadi kembali, tapi aku rasa kita semua sudah paham bahwa anak-anak kecil membutuhkan bantuan dari orang tua dan masyarakat 💕.
 
ini kasusnya kalau anak sd belum punya buku dan pena udah terlambat nih, siapa yang mau sambut anak itu kehidupan tanpa harapan? apa lagi kalau anak itu sudah ada kesulitan ekonomi di rumah. ini kayak banget drama sekolah aja, tapi ternyata ini tragedi nyata 🤕
 
kembali
Top