Menlu RI Sugiono kembali menekankan bahwa Indonesia terus membuka pintu kesempatan bagi investor asing, termasuk Slowakia. Hal ini diungkapkan ketika Menteri Luar Negeri Slowakia Juraj Blanár mengunjungi Kementerian Luar Negeri RI Jakarta Pusat.
Sugiono yang kemudian menjadi narasumber konferensi pers, menekankan bahwa kedua negara memiliki potensi besar dalam bidang ekonomi dan bisnis. Ia juga menyatakan bahwa hubungan antara Indonesia dan Slowakia telah berjalan dengan baik, seperti ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Kadin dengan Badan Pengembangan Investasi dan Perdagangan Slovakia.
Menurut Sugiono, pemerintah RI akan mengundang para investor dan pebisnis Slowakia untuk berinvestasi di Indonesia melalui Danantara. Hal ini merupakan komitmen kuat dari kedua negara untuk memperdalam kerja sama ekonomi.
Sementara itu, Juraj Blanár yang kemudian menjadi narasumber konferensi pers juga mengungkapkan bahwa investor Slowakia telah mendapatkan informasi tentang peluang investasi di Danantara. Ia menyatakan bahwa ini dapat menjadi kemungkinan yang baik untuk mendanai program-program yang sudah sepakat bersama.
Selain itu, kedua negara juga akan membentuk komisi bersama untuk kerja sama ekonomi mereka. Komisi ini akan berfungsi sebagai wadah untuk memperdalam kerja sama dalam bidang transisi energi, kemandirian pangan, pendidikan, kesehatan, dan pertahanan.
Sementara itu, Menlu Slowakia mengajak Presiden RI Prabowo Subianto untuk melaksanakan kunjungan kenegaraan ke Slowakia. Ia menuturkan bahwa negaranya sudah siap menerima Presiden Indonesia dan menandatangani perjanjian kemitraan strategis antara kedua negara tersebut.
Menurut Juraj Blanár, Presiden Prabowo Subianto telah direncanakan untuk kunjung ke Slowakia dan menandatangani kemitraan strategis ini.
Sugiono yang kemudian menjadi narasumber konferensi pers, menekankan bahwa kedua negara memiliki potensi besar dalam bidang ekonomi dan bisnis. Ia juga menyatakan bahwa hubungan antara Indonesia dan Slowakia telah berjalan dengan baik, seperti ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Kadin dengan Badan Pengembangan Investasi dan Perdagangan Slovakia.
Menurut Sugiono, pemerintah RI akan mengundang para investor dan pebisnis Slowakia untuk berinvestasi di Indonesia melalui Danantara. Hal ini merupakan komitmen kuat dari kedua negara untuk memperdalam kerja sama ekonomi.
Sementara itu, Juraj Blanár yang kemudian menjadi narasumber konferensi pers juga mengungkapkan bahwa investor Slowakia telah mendapatkan informasi tentang peluang investasi di Danantara. Ia menyatakan bahwa ini dapat menjadi kemungkinan yang baik untuk mendanai program-program yang sudah sepakat bersama.
Selain itu, kedua negara juga akan membentuk komisi bersama untuk kerja sama ekonomi mereka. Komisi ini akan berfungsi sebagai wadah untuk memperdalam kerja sama dalam bidang transisi energi, kemandirian pangan, pendidikan, kesehatan, dan pertahanan.
Sementara itu, Menlu Slowakia mengajak Presiden RI Prabowo Subianto untuk melaksanakan kunjungan kenegaraan ke Slowakia. Ia menuturkan bahwa negaranya sudah siap menerima Presiden Indonesia dan menandatangani perjanjian kemitraan strategis antara kedua negara tersebut.
Menurut Juraj Blanár, Presiden Prabowo Subianto telah direncanakan untuk kunjung ke Slowakia dan menandatangani kemitraan strategis ini.