Sugiono Minta Maaf Atribut Gerindra Ganggu Pengguna Jalan, Minta Kader Segera Cabut

Pemimpin Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Sugiono meminta maaf atas atribut yang mengacu pada serombangan kader di lingkungan partainya. Menurut dia, keadaan di beberapa daerah masih terdampak bencana alam dan menjadi alasan utama acara HUT ke-18 Gerindra digelar sederhana.

Sebelumnya, Sugiono menyebutkan bahwa acara HUT ke-18 tersebut ditentukan untuk mengadakan momen peringatan dengan memperhatikan kondisi di beberapa daerah yang masih terkena dampak bencana alam. Dia menekankan bahwa keadaan ini menjadi alasan utama untuk membuat acara sederhana dan simpel.

Pengurus Gerindra juga diberi instruksi untuk melakukan kegiatan-kegiatan sosial, sebagai bagian dari acara HUT ke-18 tersebut. Sugiono memberitahukan bahwa dia telah menyampaikan arahan ini kepada para pengurus partai di daerah.
 
πŸ˜‚πŸ‘Š Memang kayaknya Gerindra mau nggak terlalu 'gerang' (wink) dengan situasi yang sedang jadi sumber bercanda. Seringkali pameran kalau gak ada konteks apa, kayaknya jadi viral aja 🀣. Dulu kalau aku lho, sih ngedadak2 aja 'kejadian serombongan' di lingkungan partai πŸ˜‚
 
Saya paham kalau Gerindra harus jaga privasi kader-kadernya, tapi nggak perlu buat atribut yang bikin rasa tidak nyaman. Mereka bisa jujur aja kalau acara sederhana itu dipilih karena kondisi daerah yang masih kacau, gue nggak peduli siapa yang menjadi pengurusnya 😊.
 
Gak jelas kok, siapa yang bilang itu sederhana karena bencana alam? Mungkin ada yang cari cara untuk mengelabui umum, nggak? Sama-sama saja, tapi aku curigai ada sesuatu yang tidak beres di balik cerita ini... apa yang sebenarnya yang terjadi di Gerindra? πŸ€”πŸ‘€
 
Gue rasa ada sesuatu yang tidak beres di sini... Seringkali kalau ada acara, kalau punya alasan, pasti ada yang terlibat dengan birokrasi gak? Mungkin kalau gak ada kekhawatiran tentang acara-aceranya, kenapa punya alasan tapi gak buat apa kalau sumber daya di daerah mau digunakan? Dan acara ke-18 Gerindra hanya untuk memperhati kondisi di beberapa daerah yang terkena dampak bencana alam... Nah, ini sih kejadian yang sering terjadi, kenapa gue ragu-ragu lagi... Mungkin ada sesuatu yang gak jelas, tapi kalau punya niat untuk baik-baik saja, kenapa harus buat acara sederhana?
 
Maksud sih apa yang bikin acara HUT Gerindra sederhana kan? Dulu kalau acara peresmian HUT partai kamu pasti bakalan besar-besaran, dipadukan dengan banyak pameran dan kegiatan lainnya. Sekarang kerenyah banget, aku ngerasa acara di masa lalu lebih "bagus" 😐. Mungkin karena aku masih ingat cerita belajar SMP di tahun 90-an, kita selalu menggelar acara peresmian HUT partai dengan sangat meriah... πŸ€”. Tapi aku tahu ini semua ada alasan, kalau bisa puh, aku kangen dulu waktu itu πŸ•°οΈ.
 
Saya penasaran deh nih, siapa sih yang bikin atribut itu? Tapi saya lebih senang lihat Gerindra bisa mengadakan acara sederhana di waktu seperti ini, memang udah lama banget kita lagi merenungkan bencana alam dan keadaan di daerah-daerah. Saya rasa mereka mau lebih fokus pada kegiatan-kegiatan sosial bukannya yang gampang-gamping itu. Mungkin mereka juga ingin menunjukkan bahwa partai politik bisa jadi sesuatu yang baik bagaimana?
 
Pernah aku pikir Gerindra gampang banget bisa menata acara HUT ke-18 dengan cara yang ngeluh & kasar... tapi aku nggak percaya lagi. Mereka meminta maaf atas atribut yang mengacu pada serombangan kader, itu kayaknya sudah beres kan? Aku senang lihat bahwa Sugiono punya hati yang baik, dia mau menerima kesalahan dan meminta maaf. Saya rasa ini adalah contoh bagus bagi kita semua untuk belajar dari kesalahan & mencoba lagi dengan lebih bijak 😊
 
Maksudnya apa kalau acara HUT ke-18 Gerindra sederhana itu berarti mereka tidak bisa menunjukkan kemampuan memimpin dengan baik πŸ€”. Mereka terus sering mengalami kesalahpahaman dan halusinasi kader, apa ada yang salah dengan mereka? πŸ™„ Saya rasa harus diuji ulang siapa aja yang ingin jadi pemimpin partai besar seperti Gerindra πŸ’ͺ
 
Gak sepertinya keputusan mereka yang benar-benar bijak... Mau mengadakan acara sederhana tapi juga mau menghabiskan banyak biaya untuk itu. Sementara ari di daerah-daerah yang masih terkena dampak bencana alam, ada yang masih membutuhkan bantuan dan bantuan itu gak cuma sekedar soal biaya, tapi juga tentang waktu dan sumber daya... πŸ€”
 
Aku pikir gerindra kembali buat diri sendiri lagi πŸ€¦β€β™‚οΈ. Sementara acara HUT ke-18 yang sederhana itu, aku rasa harusnya ada cara lain caranya nggak sengaja bikin atribut yang mengacu pada serombangan kader 😐. Aku harap para pengurus gerindra bisa lebih bijak dalam memilih topik yang tidak membuat kita merasa kesal 😊.
 
Saya pikir memang benar kalau acara HUT ke-18 Gerindra digelar sederhana ini karena kondisi di beberapa daerah masih terdampak bencana alam πŸŒͺ️. Saya tidak bisa membayangkan bagaimana jika kita nggak memperhatikan kondisi seperti itu. Saya senang melihat bahwa partai Gerindra fokus pada kegiatan sosial, karena itu penting sekali dalam meringankan beban masyarakat yang sudah mengalami kerugian besar 🀝.
 
Saya curiga siap apakah acara HUT ke-18 Gerindra itu benar-benar fokus pada bencana alam ya? Tapi juga ada banyak kegiatan yang nge-jadikin party-selain itu, kan? Seperti kumpul aja bareng-bareng di rumah orang tuan... apa kebaikan ituh?
 
Aku pikir, memang enak kalau acara sederhana dan tidak ada acara-acara yang 'merusak' keseriusan momen peringatan. Karena, sih, beberapa daerah masih terdampak bencana alam, kayaknya kita harus mengutamakan hal-hal yang penting seperti membantu korban dan melakukan kegiatan sosial.

Tapi, aku juga rasa acara HUT ke-18 itu harus diadakan dengan ceria-cerian aja, kayaknya bukan cuma tentang kesedihan dan bencana. Kita harus bisa menemukan keseimbangan antara kesedihan dan kesenangan, ya? Dan, sih, aku juga pikir kegiatan-kegiatan sosial itu harus dilakukan dengan serius, tapi tidak usah terlalu formal, aja kayaknya kita bisa membuat acara yang menyenangkan dan bermanfaat.
 
ada yang paham kan kalau acara peringatan HUT ke-18 Gerindra dipilih sederhana ini? sebenarnya ada alasan yang lebih serius ya, bukan hanya karena beberapa kader serombang-rombeng πŸ€¦β€β™‚οΈ. bencana alam memang masih terjadi di beberapa daerah dan itu menjadi faktor utama mengapa acara tersebut diselenggarakan sederhana πŸ˜”. tapi apa yang membuat saya penasaran adalah bagaimana Gerindra bisa memilih untuk melakukan kegiatan-kegiatan sosial pada saat itu πŸ€”. mungkin ada strategi yang lebih dalam di baliknya, tapi saya ingin tahu lebih lanjut tentang hal ini πŸ€“. dan apa itu dengan atribut yang mengacu pada serombangan kader? siapa yang bilang kalau itu benar-benar karena serombangan kader aja πŸ˜’. mungkin ada lagi yang perlu diketahui tentang kejadian ini πŸ€”.
 
Pokoknya acara HUT ke-18 Gerindra yang sederhana kayak ini benar-benar pas banget, tapi aku rasa ada sesuatu yang tidak jelas lagi πŸ€”. Kalau acara sederhana karena bencana alam, kenapa harus disebut sebagai "serombongan kader" yang salah? Kita udah tahu bahwa di beberapa daerah masih banyak korban dan pihak government sudah ngurusnya, bukan kita yang perlu memikirkan masalah itu πŸ™…β€β™‚οΈ. Saya senang dengan kegiatan sosial yang akan dilakukan, tapi aku harap ada rencana yang lebih baik untuk menghadapi masalah-masalah di Indonesia. Yang jelas, aku tetap optimis bahwa Gerindra bisa menjadi partai yang lebih baik, tapi kita harus fokus pada solusi bukan hanya memikirkan masalahnya 😊.
 
Haha makasih banget ditepi acara Gerindra ini... sepertinya banyak kejutan, kadera yang hilang dan bencana alam yang masih terdampak juga jadi alasan acara sederhana ini. Tapi aku rasa itu tidak salah, karena beberapa daerah masih dalam kondisi buruk seperti itu... kalau acara jadi lebih besar dan meriah mungkin itu akan menambah beban di daerah-daerah yang sudah terkena dampak bencana alam... πŸ€”
 
Maksudnya, kalau acara sederhana aja, berarti kami harus fokus pada yang penting, ya? Bencana alam itu serius banget, banyak korban dan gugur. Saya rasa, gerindra seharusnya fokus pada solusi dan bantuan yang tepat untuk masyarakat yang terkena dampak. Tapi, tapi... aku lupa buku 'Tengah Cengeng' di rak buku rumahku, aku ingin membaca nanti πŸ˜…
 
kembali
Top