Studi baru-baru ini mengungkap bahwa paparan mikroplastik dari pihak ayah dapat memicu risiko diabetes pada keturunan pertama, bukan hanya individu yang terpapar. Penelitian ini menggunakan model tikus dan menemukan bahwa keturunan betina dari ayah yang terpapar mikroplastik lebih rentan mengalami gangguan metabolisme dibandingkan dengan keturunan dari ayah yang tidak terpapar.
Para peneliti ini mempertimbangkan bahwa paparan mikroplastik dapat menyebabkan perubahan pada profil RNA non-coding kecil pada sperma, yang kemudian dapat mempengaruhi ekspresi gen selama perkembangan. Mereka juga menemukan bahwa keturunan betina mengalami peningkatan diabetes, sementara efek serupa tidak tampak pada keturunan jantan.
Penelitian ini membuka perspektif baru dalam isu kesehatan lingkungan dan menunjukkan bahwa paparan polusi plastik berpotensi meninggalkan jejak biologis pada generasi selanjutnya. Profesor Changcheng Zhou, penulis utama studi ini, mengatakan bahwa temuan ini dapat membantu pria yang sedang merencana memiliki anak untuk mempertimbangkan mengurangi paparan terhadap zat berbahaya seperti mikroplastik.
Studi ini juga menunjukkan bahwa paparan lingkungan dari pihak ibu mungkin juga memicu risiko serupa. Peneliti ini akan melanjutkan riset untuk melihat apakah paparan ibu terhadap lingkungan menghasilkan risiko serupa dan bagaimana perubahan metabolisme ini dapat dikurangi.
Pemahaman tentang dampak mikroplastik pada kesehatan generasi berikutnya sangat penting, terutama dalam konteks penanganan isu polusi plastik yang semakin melimpah.
Para peneliti ini mempertimbangkan bahwa paparan mikroplastik dapat menyebabkan perubahan pada profil RNA non-coding kecil pada sperma, yang kemudian dapat mempengaruhi ekspresi gen selama perkembangan. Mereka juga menemukan bahwa keturunan betina mengalami peningkatan diabetes, sementara efek serupa tidak tampak pada keturunan jantan.
Penelitian ini membuka perspektif baru dalam isu kesehatan lingkungan dan menunjukkan bahwa paparan polusi plastik berpotensi meninggalkan jejak biologis pada generasi selanjutnya. Profesor Changcheng Zhou, penulis utama studi ini, mengatakan bahwa temuan ini dapat membantu pria yang sedang merencana memiliki anak untuk mempertimbangkan mengurangi paparan terhadap zat berbahaya seperti mikroplastik.
Studi ini juga menunjukkan bahwa paparan lingkungan dari pihak ibu mungkin juga memicu risiko serupa. Peneliti ini akan melanjutkan riset untuk melihat apakah paparan ibu terhadap lingkungan menghasilkan risiko serupa dan bagaimana perubahan metabolisme ini dapat dikurangi.
Pemahaman tentang dampak mikroplastik pada kesehatan generasi berikutnya sangat penting, terutama dalam konteks penanganan isu polusi plastik yang semakin melimpah.