BTN Run for Disabilities, Run for Inklusivitas: Bank Tabungan Negara Berkontribusi Membuka Bukaan untuk Kelompok Minoritas
Hari ini, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk melangsungkan kegiatan BTN Run for Disabilities, Run for Inklusivitas, di Manahan Stadium, Surakarta. Kegiatan ini dilakukan bersama dengan atlet Paralimpik dan disertai oleh Bapenras, Wakil Gubernur Jawa Tengah, serta para pejabat perusahaan yang tertarik untuk berpartisipasi.
Dengan mengadakan kegiatan ini, BTN menunjukkan komitmen kembali untuk menjadi bank yang inklusif dan bertanggung jawab. Menurut Setiyo Wibowo, Direktur Risiko & Manajemen BTN, prinsip-prinsip Lingkungan, Sosial, dan Pemerintahan (ESG) bukan hanya merupakan cara untuk melaksanakan Corporate Social Responsibility (CSR), tetapi juga sebagai nilai-nilai yang mengatur proses bisnis perusahaan.
"Berlari adalah olahraga inklusif yang dapat dinikmati oleh semua orang, termasuk orang dengan disabilitas. Begitu juga BTN ingin menjadi bank yang inklusif untuk semuanya, sesuai dengan prinsip-prinsip ESG," ujar Setiyo saat berlari bersama orang dengan disabilitas di BTN Run for Disabilities, Run for Inklusivitas di Manahan Stadium, Surakarta, kemarin.
Setiyo menambahkan BTN komitmen untuk menjadi bank yang lebih inklusif bukan hanya melalui jasa keuangan yang dapat mencapai semua lapisan masyarakat.
"BTN berkontribusi untuk menjadi bank yang lebih inklusif tidak hanya dengan jasa keuangan, tetapi juga dengan dukungan fisik dan inti yang menyokong para atlet Paralimpik," ujar Setiyo.
Selain itu, BTN juga mendirikan asuransi untuk fasilitas dan infrastruktur yang mendukung para atlet Paralimpik.
"BTN juga akan melibatkan 10 atlet paralimpik dalam BTN Jakim dan mengadakan kampanye berdonasi dari ribuan penari," ujar Setiyo.
Selain itu, Bapenras Respati Ardi mengatakan bahwa kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya aktivitas fisik.
"Lomba ini juga dapat menumbuhkan kesadaran akan pentingnya aktivitas fisik," kata Bapenras yang memanggil para atlet paralimpik dan mengatakan keberhasilan mereka sebagai inspirasi bagi masyarakat.
Selain itu, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia juga mengatakan bahwa aktivitas fisik merupakan salah satu penyebab utama gejala-gejala penyakit.
"Kami tidak boleh lupa adanya keterbatasan kebugaran di Indonesia yang menyebabkan kita menjadi salah satu dari tiga negara dengan tingkat kebugaran terendah di dunia," kata Bapenras saat berbicara bersama para atlet paralimpik.
Hari ini, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk melangsungkan kegiatan BTN Run for Disabilities, Run for Inklusivitas, di Manahan Stadium, Surakarta. Kegiatan ini dilakukan bersama dengan atlet Paralimpik dan disertai oleh Bapenras, Wakil Gubernur Jawa Tengah, serta para pejabat perusahaan yang tertarik untuk berpartisipasi.
Dengan mengadakan kegiatan ini, BTN menunjukkan komitmen kembali untuk menjadi bank yang inklusif dan bertanggung jawab. Menurut Setiyo Wibowo, Direktur Risiko & Manajemen BTN, prinsip-prinsip Lingkungan, Sosial, dan Pemerintahan (ESG) bukan hanya merupakan cara untuk melaksanakan Corporate Social Responsibility (CSR), tetapi juga sebagai nilai-nilai yang mengatur proses bisnis perusahaan.
"Berlari adalah olahraga inklusif yang dapat dinikmati oleh semua orang, termasuk orang dengan disabilitas. Begitu juga BTN ingin menjadi bank yang inklusif untuk semuanya, sesuai dengan prinsip-prinsip ESG," ujar Setiyo saat berlari bersama orang dengan disabilitas di BTN Run for Disabilities, Run for Inklusivitas di Manahan Stadium, Surakarta, kemarin.
Setiyo menambahkan BTN komitmen untuk menjadi bank yang lebih inklusif bukan hanya melalui jasa keuangan yang dapat mencapai semua lapisan masyarakat.
"BTN berkontribusi untuk menjadi bank yang lebih inklusif tidak hanya dengan jasa keuangan, tetapi juga dengan dukungan fisik dan inti yang menyokong para atlet Paralimpik," ujar Setiyo.
Selain itu, BTN juga mendirikan asuransi untuk fasilitas dan infrastruktur yang mendukung para atlet Paralimpik.
"BTN juga akan melibatkan 10 atlet paralimpik dalam BTN Jakim dan mengadakan kampanye berdonasi dari ribuan penari," ujar Setiyo.
Selain itu, Bapenras Respati Ardi mengatakan bahwa kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya aktivitas fisik.
"Lomba ini juga dapat menumbuhkan kesadaran akan pentingnya aktivitas fisik," kata Bapenras yang memanggil para atlet paralimpik dan mengatakan keberhasilan mereka sebagai inspirasi bagi masyarakat.
Selain itu, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia juga mengatakan bahwa aktivitas fisik merupakan salah satu penyebab utama gejala-gejala penyakit.
"Kami tidak boleh lupa adanya keterbatasan kebugaran di Indonesia yang menyebabkan kita menjadi salah satu dari tiga negara dengan tingkat kebugaran terendah di dunia," kata Bapenras saat berbicara bersama para atlet paralimpik.