Bangkitlah, Jakarta! Gunungan hujan ekstrem akan melanda kota ini pada 22-23 Januari 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah menetapkan status awas bagi seluruh wilayah DKI Jakarta, termasuk Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Timur, Jakarta Selatan, dan Jakarta Pusat. Hujan yang akan jatuh ini sangat lebat hingga ekstrem.
Kondisi cuaca di Jakarta akan berlanjut hingga Jumat, sehingga masyarakat diharapkan mengambil tindakan untuk meningkatkan kewaspadaan. Selain Jakarta, wilayah Provinsi Banten yang mencakup Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan juga akan mengalami kondisi serupa.
Namun, tidak semua wilayah di Indonesia akan terkena dampak hujan ekstrem. Wilayah Kabupaten Bekasi, Kota Bekasi, Kabupaten Bogor, Kota Bogor, dan Kota Depok hanya berada pada status Siaga, dengan potensi hujan lebat hingga sangat lebat.
BMKG menjelaskan bahwa penetapan level peringatan dini hujan didasarkan pada nilai akumulasi curah hujan harian tertinggi yang terjadi di suatu kota atau kabupaten. Pergerakan sistem 97S di Samudra Hindia selatan Indonesia juga memicu peningkatan pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia bagian selatan.
Masyarakat diharapkan berhati-hati dalam merencanakan aktivitas luar ruang, perjalanan darat, laut, maupun udara. Membaca informasi cuaca darat, laut, dan udara secara teratur melalui aplikasi InfoBMKG, laman https://www.bmkg.go.id, dan media sosial resmi @infobmkg akan membantu masyarakat merencanakan kegiatan mereka dengan aman.
Kondisi cuaca di Jakarta akan berlanjut hingga Jumat, sehingga masyarakat diharapkan mengambil tindakan untuk meningkatkan kewaspadaan. Selain Jakarta, wilayah Provinsi Banten yang mencakup Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan juga akan mengalami kondisi serupa.
Namun, tidak semua wilayah di Indonesia akan terkena dampak hujan ekstrem. Wilayah Kabupaten Bekasi, Kota Bekasi, Kabupaten Bogor, Kota Bogor, dan Kota Depok hanya berada pada status Siaga, dengan potensi hujan lebat hingga sangat lebat.
BMKG menjelaskan bahwa penetapan level peringatan dini hujan didasarkan pada nilai akumulasi curah hujan harian tertinggi yang terjadi di suatu kota atau kabupaten. Pergerakan sistem 97S di Samudra Hindia selatan Indonesia juga memicu peningkatan pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia bagian selatan.
Masyarakat diharapkan berhati-hati dalam merencanakan aktivitas luar ruang, perjalanan darat, laut, maupun udara. Membaca informasi cuaca darat, laut, dan udara secara teratur melalui aplikasi InfoBMKG, laman https://www.bmkg.go.id, dan media sosial resmi @infobmkg akan membantu masyarakat merencanakan kegiatan mereka dengan aman.