Jakarta-Tangerang, 21 Januari - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan cuaca ekstrem untuk wilayah DKI Jakarta dan Banten. Hujan lebat hingga ekstrem diprakirakan terjadi pada 22-23 Januari mendatang.
Seluruh wilayah DKI Jakarta, termasuk Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Timur, Jakarta Selatan, dan Jakarta Pusat, akan berada dalam status Awas. Status ini menunjukkan potensi hujan sangat lebat hingga ekstrem. Berdasarkan prakiraan cuaca per jam, hujan diperkirakan mulai turun sejak Jumat dini hari.
Selain DKI Jakarta, wilayah Provinsi Banten juga akan mengalami kondisi serupa dan berada dalam status Awas pada Jumat. Sementara itu, wilayah Kabupaten Bekasi, Kota Bekasi, Kabupaten Bogor, Kota Bogor, dan Kota Depok berada pada status Siaga, dengan potensi hujan lebat hingga sangat lebat.
BMKG menjelaskan bahwa penetapan level peringatan dini hujan didasarkan pada nilai akumulasi curah hujan harian tertinggi yang terjadi di suatu kota atau kabupaten. Gangguan atmosfer saat ini memicu pertumbuhan awan konvektif secara signifikan, berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, serta gangguan pada sektor transportasi.
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem menjelang akhir Januari ini. Dinamika atmosfer saat ini menunjukkan adanya peningkatan pertumbuhan awan hujan di wilayah Selatan Indonesia, namun dengan kesiapsiagaan yang baik dan terus memantau informasi resmi dari BMKG, kita dapat meminimalisir risiko bencana.
Plt. Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani menjelaskan bahwa adanya Bibit Siklon Tropis 97S di Samudra Hindia selatan Indonesia dengan kecepatan angin maksimum sekitar sistem mencapai 15 knot (28 km/jam) dan tekanan udara 1001 hPa dapat memicu penguatan pertemuan serta belokan angin dari pesisir barat Sumatra hingga Nusa Tenggara, yang dapat memicu peningkatan pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia bagian selatan.
Seluruh wilayah DKI Jakarta, termasuk Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Timur, Jakarta Selatan, dan Jakarta Pusat, akan berada dalam status Awas. Status ini menunjukkan potensi hujan sangat lebat hingga ekstrem. Berdasarkan prakiraan cuaca per jam, hujan diperkirakan mulai turun sejak Jumat dini hari.
Selain DKI Jakarta, wilayah Provinsi Banten juga akan mengalami kondisi serupa dan berada dalam status Awas pada Jumat. Sementara itu, wilayah Kabupaten Bekasi, Kota Bekasi, Kabupaten Bogor, Kota Bogor, dan Kota Depok berada pada status Siaga, dengan potensi hujan lebat hingga sangat lebat.
BMKG menjelaskan bahwa penetapan level peringatan dini hujan didasarkan pada nilai akumulasi curah hujan harian tertinggi yang terjadi di suatu kota atau kabupaten. Gangguan atmosfer saat ini memicu pertumbuhan awan konvektif secara signifikan, berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, serta gangguan pada sektor transportasi.
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem menjelang akhir Januari ini. Dinamika atmosfer saat ini menunjukkan adanya peningkatan pertumbuhan awan hujan di wilayah Selatan Indonesia, namun dengan kesiapsiagaan yang baik dan terus memantau informasi resmi dari BMKG, kita dapat meminimalisir risiko bencana.
Plt. Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani menjelaskan bahwa adanya Bibit Siklon Tropis 97S di Samudra Hindia selatan Indonesia dengan kecepatan angin maksimum sekitar sistem mencapai 15 knot (28 km/jam) dan tekanan udara 1001 hPa dapat memicu penguatan pertemuan serta belokan angin dari pesisir barat Sumatra hingga Nusa Tenggara, yang dapat memicu peningkatan pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia bagian selatan.