Stasiun Jatake, Bakal Beroperasi di Tahun 2026, Bisa Melayani Hingga 20.000 Penumpang Per Hari.
Kemudian dari sisi kebutuhan dan dinamika ekonomi Kabupaten Tangerang, Stasiun Jatake dirancang untuk mempermudah akses warga Pagedangan dan sekitarnya menuju pusat aktivitas ekonomi dengan waktu tempuh yang lebih efisien. Hal ini didukung oleh data BPS Januari 2026, yang menunjukkan penduduk Kabupaten Tangerang sebanyak 3,46 juta jiwa, di mana 67,82 persen penduduk berada pada usia produktif.
Struktur ekonomi daerah menunjukkan keterkaitan erat dengan mobilitas komuter. Dengan demikian, skala aktivitas ekonomi yang besar serta kebutuhan konektivitas sangat penting untuk menopang produktivitas harian. Tren peningkatan jumlah pengguna Commuter Line Tanah Abang-Rangkasbitung dalam jangka panjang juga tercermin pada kondisi tersebut.
Dalam skema creative financing antara KAI dan PT Bumi Serpong Damai Tbk (Sinar Mas Land), Stasiun Jatake dibangun dengan konsep Transit Oriented Development (TOD). Lahan seluas 2.435 meter persegi ini dilengkapi dengan bangunan tiga lantai yang dirancang untuk melayani hingga 20.000 penumpang per hari. Selain itu, area parkir kendaraan roda dua, roda empat, dan sepeda telah disiapkan serta tersedia lahan pengembangan lanjutan seluas sekitar 4.000 meter persegi.
Stasiun Jatake mengusung konsep modern tropis dengan sirkulasi udara alami di area publik serta pemanfaatan panel surya untuk mendukung efisiensi energi. Pendekatan ini sejalan dengan kebutuhan stasiun yang tidak hanya fungsional, tetapi juga adaptif terhadap kenyamanan pelanggan.
Saat ini Stasiun Jatake memasuki tahap uji fungsi dan simulasi operasional bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan. Tahap ini dilakukan untuk memastikan seluruh aspek keselamatan, keamanan, dan kesiapan layanan memenuhi standar sebelum stasiun resmi beroperasi.
Kemudian dari sisi kebutuhan dan dinamika ekonomi Kabupaten Tangerang, Stasiun Jatake dirancang untuk mempermudah akses warga Pagedangan dan sekitarnya menuju pusat aktivitas ekonomi dengan waktu tempuh yang lebih efisien. Hal ini didukung oleh data BPS Januari 2026, yang menunjukkan penduduk Kabupaten Tangerang sebanyak 3,46 juta jiwa, di mana 67,82 persen penduduk berada pada usia produktif.
Struktur ekonomi daerah menunjukkan keterkaitan erat dengan mobilitas komuter. Dengan demikian, skala aktivitas ekonomi yang besar serta kebutuhan konektivitas sangat penting untuk menopang produktivitas harian. Tren peningkatan jumlah pengguna Commuter Line Tanah Abang-Rangkasbitung dalam jangka panjang juga tercermin pada kondisi tersebut.
Dalam skema creative financing antara KAI dan PT Bumi Serpong Damai Tbk (Sinar Mas Land), Stasiun Jatake dibangun dengan konsep Transit Oriented Development (TOD). Lahan seluas 2.435 meter persegi ini dilengkapi dengan bangunan tiga lantai yang dirancang untuk melayani hingga 20.000 penumpang per hari. Selain itu, area parkir kendaraan roda dua, roda empat, dan sepeda telah disiapkan serta tersedia lahan pengembangan lanjutan seluas sekitar 4.000 meter persegi.
Stasiun Jatake mengusung konsep modern tropis dengan sirkulasi udara alami di area publik serta pemanfaatan panel surya untuk mendukung efisiensi energi. Pendekatan ini sejalan dengan kebutuhan stasiun yang tidak hanya fungsional, tetapi juga adaptif terhadap kenyamanan pelanggan.
Saat ini Stasiun Jatake memasuki tahap uji fungsi dan simulasi operasional bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan. Tahap ini dilakukan untuk memastikan seluruh aspek keselamatan, keamanan, dan kesiapan layanan memenuhi standar sebelum stasiun resmi beroperasi.