Stafsus Nadiem Tolak Bikin Lab Komputer demi Proyek Chromebook

Pengadaan lab komputer untuk proyek Chromebook yang dilakukan oleh Nadiem Makarim, Stafsus Mendikbudristek 2021-2024, Fiona Handayani, dikecualikan dari proses pengadaan. Pengadaan tersebut sebelumnya sudah direncanakan oleh beberapa direktorat di dalam Kemendikbudristek. Namun, saat dianggap ada kebutuhan akan lab komputer, maka paparan terjadi dan Fiona mengatakan bahwa tidak akan dilakukan pengadaan lab komputer tetapi hanya laptop saja.

Saat itu, Cepy Lukman Rusdiana yang merupakan Stafsus Sekretariat Jenderal subdit direktur Pembinaan SMP menolak keputusan Fiona tersebut. Ia menyatakan bahwa saat itu kebutuhan sekolah adalah laboratorium komputer dengan server dan peralatan lainnya untuk mendukung proses pembelajaran. Tetapi saat itu juga, keputusan hanya laptop saja yang diterima oleh Fiona.

Dalam sidang Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta Pusat, Cepy mengatakan bahwa saat paparan dihentikan dan Fiona menyampaikan tidak ada pengadaan lab komputer, kemudian ia dan pejabat di Kemendikbudristek lainnya menanyakan esensi laptop tersebut. Mereka juga menyampaikan kalau saat itu perlu server dan peralatan lainnya agar peralatan di sekolah lebih bermanfaat.

Fiona kemudian menjelaskan bahwa saat itu, Ibrahim Arif ditunjuk sebagai konsultan untuk menjelaskan secara detail mengenai Chromebook. Namun, Cepy menyatakan bahwa saat itu, laptop yang dipilih langsung adalah Chromebook saja dan tidak ada opsi lain yang menjadi pilihan.

Selain itu, dalam sidang tersebut juga hadir Eks Direktur Sekolah Menengah Pertama pada Direktorat Jenderal Paudasmen Kemendikbudristekdikti, Poppy Dewi Puspitawati; Eks Direktur Sekolah Dasar pada Ditjen Paudasmen, Khamim. Ketiganya menjadi saksi dalam kasus dugaan korupsi proyek pengadaan laptop Google Chromebook dengan terdajwa Direktur Sekolah Dasar Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah periode 2020-2021, Sri Wahyuningsih (SW); Direktur SMP Kemendikbudristek periode 2020, Mulyatsyah (MUL); serta konsultan Rancangan Perbaikan Infrastruktur Teknologi Manajemen Sumber Daya Sekolah pada Kemendikbudristek, Ibrahim Arief.
 
Aku pikir siapa tahu apa yang terjadi di balik keputusan Fiona Handayani itu πŸ€”. Aku sendiri pernah suka belanja laptop untuk anak-anakku di toko online, tapi aku juga tahu kalau ada kesempatan untuk membeli laptop lebih murah, aku tidak akan menolak 😊.

Mengenai kasus ini, aku pikir ada yang salah apabila Cepy Lukman Rusdiana itu memang benar-benar ingin lab komputer di sekolah. Aku ingat saat aku masih SMP, kita memiliki lab komputer di kelas yang bisa digunakan untuk proyek-proyek. Tapi sekarang, aku pikir mungkin ada orang-orang yang tidak ingin biaya tambahan untuk membeli peralatan seperti itu πŸ’Έ.

Aku juga penasaran apa yang terjadi dengan Ibrahim Arif dan Sri Wahyuningsih, siapa dia dan kenapa dia dipekerjakan sebagai konsultan πŸ€”. Aku pikir mungkin ada yang bisa dipelajari dari kasus ini agar di masa depan tidak ada kesempatan untuk korupsi seperti itu πŸ™.
 
Saya penasaran apa yang salah dengan pemerintah membuat lab komputer tidak ada di pengadaan laptop Chromebook. Mereka hanya berpikir tentang biaya dan tidak peduli dengan kebutuhan sekolah. Sekarang semua sekolah hanya menerima laptop saja, tapi apa ada bukti bahwa ini tidak memerlukan lab komputer? Menurutku, lab komputer itu penting untuk pendidikan di masa depan. Saya harap para pejabat yang terlibat dalam pengadaan tersebut bisa menjelaskan dengan jelas mengapa mereka memilih hanya laptop saja dan tidak ada lab komputer. πŸ€”
 
Gue pikir Fiona Handayani itu kayak gue bayangkan siapa yang nggak tahu apa-apa deh 🀯. Mau lab komputer atau laptop? Mana yang lebih penting, kan? Tapi gue yakin kalau Cepy Lukman Rusdiana itu paling saksian di sini πŸ™. Fiona kayaknya bilang ada kebutuhan lab komputer tapi dikecualikan aja. Nggak masuk akal deh!

Gue rasa Direktorat Jenderal Paudasmen Kemendikbudristek itu harus dipertimbangkan lebih baik lagi πŸ€”. Mereka yang bertanggung jawab atas pendidikan anak-anak Indonesia, kayaknya harus bisa memberikan yang terbaik ya? Gue pikir kalau ada lab komputer di sekolah, itulah solusi bagus untuk meningkatkan kualitas pembelajaran πŸ“š.
 
kira-kira apa yang salah dengan Fiona sih, dia kayaknya hanya laper dengan katakanin lab komputer tidak ada, tapi gak masuk akal aja banget, kenapa laptop saja nggak cukup? mungkin sebenarnya kebutuhan sekolah memang benar-benar membutuhkan lab komputer πŸ€”
 
Saya denger kabar ini tapi rasa masih tidak jelas apa yang terjadi di dalamnya πŸ€”. Jika ada paparan dan Fiona langsung mengatakan tidak ada pengadaan lab komputer, maka apa yang salah dengan itu? Saya pikir saat itu sudah ada perencanaan dari direktorat lainnya tapi malah saja Fiona yang memutuskan untuk hanya laptop aja. Saya rasa penting juga perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang kasus ini πŸ€”πŸ’»
 
😐 Proyek Chromebook itu gampang dihancurkan karena lab komputer dikecualikan dari proses pengadaan... πŸ˜’. Banyak yang perlu dipertimbangkan seperti server dan peralatan lainnya, tapi hanya laptop saja yang diadopsi. πŸ€” Saya rasa ini bukanlah solusi yang tepat untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. πŸ“š
 
iya kayaknya pengadaan lab komputer untuk proyek Chromebook itu udah diprioritaskan oleh Fiona... tapi kemudian Cepy jadi saksi utama ya πŸ˜’ apalagi kalau ada opsi untuk memilih server dan peralatan lainnya yang dianggap lebih penting oleh pejabat sekolah... kayak gini, siapa yang bilang laptop sudah cukup? πŸ€”
 
Saya paham betapa kesalnya Cepy Lukman Rusdiana tentang hal ini πŸ€•, nggak bisa percaya kalau ada keputusan seperti itu, padahal lab komputer untuk sekolah sangat penting banget. Saya juga pikir Fiona Handayani siapa-siapa yang salah, nggak mau mendengarkan pendapat orang lain dan hanya fokus pada kebutuhan laptop saja. Saya harap agar kasus ini bisa segera diresolasi dan semua pihak dapat mencari solusi yang terbaik untuk proyek Chromebook 🀞.
 
iya aja, ini kayak gampang banget sih, Fiona Handayani langsung nolak kebutuhan lab komputer di sekolah, tapi siapa tahu ada opsi laptop Chromebook yang lebih bagus deh πŸ€”! Aku rasa keputusan itu bukan dari Fiona sendiri aja, tapi dari orang lain di dalam Kemendikbudristek. Cepy Lukman Rusdiana kayaknya benar-benar salah ketika dia mengatakan tidak ada lab komputer yang dipilih oleh Fiona πŸ™…β€β™‚οΈ. Siapa tahu aku juga mau jadi konsultan yang banyak uang deh, tapi kalau mau jujur aku rasa itu bukti korupsi sih! πŸ˜’
 
Pengadaan lab komputer untuk proyek Chromebook sih yang bikin masalah di Kemendikbudristek, tapi apa kualitas laptop-nya? 🀣 Kalo bukannya sama-sama laptop? πŸ€·β€β™‚οΈ Dan siapa yang bilang itu esensi laptop? Laptopnya bisa jadi mainan anak-anak aja! πŸ˜‚
 
Pengadaan lab komputer untuk proyek Chromebook yang dilakukan oleh Nadiem Makarim memang sangat penting untuk mendukung proses pembelajaran di sekolah, tapi apa adanya keputusan Fiona Handayani untuk hanya laptop saja? Mungkin kalau laptop diberikan bersama dengan lab komputer, itu bisa membuat sekolah lebih bermanfaat dan tidak ada kebutuhan lagi untuk membeli peralatan lainnya nanti. Tapi kayak gini, hanya laptop saja yang diterima, maka apa sumber daya itu nanti?
 
πŸ€” aku pikir itu masalah besar banget sih, di mana kebutuhan sekolah yang penting seperti laboratorium komputer dan server ternyata tidak dipertimbangkan. itu berarti biaya yang digunakan hanya untuk laptop saja aja, tapi kemudian ada peralatan lainnya yang dibutuhkan tetapi tidak dipasok. itu bukan cara yang bijak dalam mengelola sumber daya, lebih baik menggunakan uang dengan smart banget, jangan sampai korupsi lagi πŸ˜’
 
Saya bingung kok kalau lab komputer untuk sekolah dikecualikan dari proses pengadaan. Pada saat itu, Cepy jujur kebutuhan sekolah itu memang ada dan perlu server, tapi apa kasih laptop saja aja? Mungkin karena biayanya yang murah kan? πŸ˜’

Saya penasaran kenapa tidak ada opsi lain, seperti lab komputer atau peralatan lainnya. Saya pikir kalau biar sekolah bisa belajar dengan lebih baik, itu pasti penting banget! πŸ‘Ž
 
klo nadiem makarim buat lab komputer proyek chromebook d kecualikan aja nggak sabarnya duit yang mereka keluarkan kapa sih? padahal ada juga yang bilang lab komputer itu penting banget utk sekolah, tapi apa kah pengadaan lab komputer itu benar-benar tidak bisa dihindari karena alasan mana lagi? πŸ€”

apakah sebenarnya ada seseorang yang terlibat dalam proyek ini yang benar-benar peduli dengan kebutuhan masyarakat ataukah hanya ingin mencari keuntungan pribadi?

kata saya, kunci dari kesuksesan proyek ini bukan hanya tentang lab komputer yang diadaikan, tapi juga tentang bagaimana mereka bisa memastikan bahwa dana yang mereka keluarkan benar-benar berguna bagi masyarakat.
 
Pengadaan lab komputer yang dilakukan oleh Nadiem Makarim dan Fiona Handayani sebelumnya sudah direncanakan oleh beberapa direktorat di Kemendikbudristek, tapi lalu dibatalkan, apa lagi itu? πŸ€” Saat ini, ada yang mengatakan tidak ada lab komputer, tapi ada yang mengatakan harus ada server dan peralatan lainnya agar sekolah bisa lebih bermanfaat. Tapi apa yang benar? πŸ€·β€β™‚οΈ Kemudian ada orang yang mengatakan ada konsultan yang menjelaskan tentang Chromebook, tapi siapa nanti yang memilih laptop mana? πŸ“Š Saya rasa penting untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi dan bagaimana keputusan itu dibuat.
 
Aku pikir kasus ini kayak gak bakal bisa jadi yang serius. Fiona langsung nolkan lab komputer tanpa sih punya rasa rugi sama sekali, tapi Cepy masih punya masalahnya πŸ€”. Kalo sudah ada paparan, toh kan harusnya ada jawaban dan penjelasan yang lebih baik lagi. Tapi sepertinya Fiona lebih fokus pada keputusan saja, bukan tentang apa itu lab komputer yang diinginkan oleh Cepy. Aku rasa ini kalau dilihat dari sudut pandang masyarakat Indonesia, kita harus lebih fokus untuk memastikan kejujuran dan transparansi dalam proses pengadaan ini πŸ’―.
 
wahhh, pengadaan lab komputer untuk sekolah-s sekolah di Indonesia udah dipotong aja πŸ€¦β€β™‚οΈ sekarang kudu beli laptop saja, apa salahnya? Cepy Lukman Rusdiana benar-benar menolak keputusan Fiona Handayani itu, dia bilang lab komputer penting banget buat sekolah-s sekolah agar anak-anak bisa belajar dengan lebih efektif πŸ“š

tapi apa kabarin siapa yang memutuskan kalau tidak ada pengadaan lab komputer? Fiona itu bilang ada konsultan bernama Ibrahim Arif, tapi Cepy bilang siap-siap dia sudah punya opsi lain, tapi ternyata tidak bisa dipilih πŸ€”

dan apa kabarin siapa yang benar-benar menguntungkan dari pengadaan laptop Chromebook ini? Fiona, Cepy, atau mungkin ada orang lain yang lebih spesifik lagi 😏
 
kembali
Top