Staf Nadiem Paksa PAUD Terima Chromebook meski Tak Dibutuhkan

Direktur PAUD yang tidak punya niat untuk mengadakan Chromebook, padahal diberi jatah 1.290 laptop pada tahun 2021. Meskipun tidak perlu, pengadaan tersebut terus berjalan dan akhirnya PAUD mendapatkan sekitar 70 persen dari total biaya yang telah ditentukan.

Direktur PAUD mengakui tidak ada analisis dilakukan saat proses pengadaan laptop Google Chromebook. Ia hanya mengikuti instruksi langsung dari staf khusus Nadiem Makarim, Juris Tan, meskipun tidak sesuai dengan kebutuhan yang ada di Direktorat PAUD.

Direktur PAUD, Muhammad Hasbi, mengatakan bahwa pengadaan Chromebook diberikan sebagai bantuan untuk kegiatan asesmen kompetensi minimum (AKM), namun secara nyata proses AKM di PAUD tidak sama dengan SD, SMP, SMA dan lembaga pendidikan lainnya.

"Kalau untuk kepentingan AKM, berarti tidak sesuai karena kami tidak sesuai dengan AKM-nya," ujar Hasbi.
 
Serius banget sih, direktur PAUD yang seringkali nggak bertanggung jawab. Mereka saja yang menerima dana 1.290 laptop, tapi apa yang mereka dapatkan? Hanya 70 persen aja dari total biaya yang sudah ditentukan! Ini seperti transaksi yang tidak adil.

Sekarang lagi sih pengadaan Chromebook tanpa analisis, hanya diikuti instruksi langsung tanpa bertanya. Apa yang salah dengan itu? Kalau ada kebutuhan yang dibutuhkan, jangan berpura-pura nggak ingin. Ini bukan main-main sih, ini nanti juga akan mempengaruhi kemampuan PAUD untuk mendapatkan dana dari pemerintah.

Dan apa lagi sih pengadaan Chromebook untuk kegiatan AKM? Jika itu sebenarnya tidak sesuai dengan kebutuhan, maka di mana hasilnya yang dibawa? Ada yang nggak tahu sih. Ini memang serius banget, direktur PAUD harus jujur dan transparan dalam pengelolaan dana ini...
 
Gue pikir kalau direktur PAUD jangan terlalu cepat mengutuk Chromebook aja, tapi ada baiknya dia bisa kembali menganalisis kebutuhan di PAUD dulu, lho! Gue rasa ada kesan bahwa pengadaan laptop tersebut dipikirkan dengan cepat tanpa mempertimbangkan sebenarnya apa yang dibutuhkan oleh PAUD. Dan kalau benar-benar Chromebook diambil sebagai bantuan untuk AKM, mungkin bisa jadi bukan semua PAUD yang sama, gue tahu tidak, tapi mesti ada beberapa hal yang perlu dia kembali tebak dulu. 😊
 
Gak ngerti sih mengapa direktur PAUD ini membeli Chromebook aja tanpa niat. Sepertinya lebih baik jika mereka beli laptop yang sesuai dengan kebutuhan PAUD, bukannya beban biaya dan tidak nyaman digunakan oleh anak-anak. Bisa jadi ada yang salah di strategi pengadaan itu.
 
Pengadaan Chromebook itu apa-apa sih, cuma biayanya terus naik 😂 1.290 laptop tahun 2021 itu kayak beli mobil ya. Lalu kemudian hasilnya hanya 70 persen, nggak ada yang terjangkau lagi 🤑. Kalau direncanakan untuk bantu kegiatan AKM tapi hasilnya tidak sesuai dengan AKM-nya, itu gak bijak sekali. Maka dari itu direktur PAUD kudu berhati-hati lagi dalam pengadaan peralatan ini ya ⚠️.
 
Gak bisa paham si Direktur PAUD kayak gitu. Jadi diberi anggaran 1.290 laptop tapi dia malah memilih Chromebook? Nanti gak bisa dihubungin dengan kebutuhan PAUDnya aja. Dan cuman 70% dari total biaya? Wah jadi ada yang kecewa sih. Kalau benar-benar mau membantu AKM, pasti harus sesuai dulu. Tapi kayak gitu sih...
 
Gue pikir giliran waktunya untuk memeriksa kembali pengadaan laptop Chromebook di PAUD ya... Mungkin seharusnya kita koreksi bahwa biaya 1.290 laptop itu dibawa ke akun yang benar, jadi kalau hasilnya hanya 70 persen itu bermakna bagaimana biaya untuk sisa jumlah laptop yang diadakan?

Gue juga penasaran tentang analisis yang dilakukan saat proses pengadaan laptop Google Chromebook, apakah ada peluang ada analisis yang tepat tapi kemudian dibubarkan ya... Saya berharap mungkin suatu kali PAUD akan melakukan audit lebih lanjut terhadap pengadaan tersebut.
 
Pengadaan laptop Chromebook itu kayak banget ya... APA yang dipikirkan di belakang niat dari Juru Bicara Nadiem Makarim itu? Sebenarnya apa artinya memberikan biaya yang banyak tapi tidak ada analisis? Tapi kalau gini, siapa yang akan merasa terkena dampaknya? Saya rasa ini kayak proses di dalam pemerintahan yang tidak adil, orang kaya-puas duduk manis sementara masyarakat rakyat masih harus berjuang.
 
kaget banget denger kabar ini! siapa tahu kenapa saja direktur PAUD gak memiliki niat yang jelas untuk mengadakan Chromebook, padahal sudah ada jatah biaya pada tahun 2021. tapi apa yang penting, hasilnya PAUD bisa mendapatkan laptop Chromebook sekitar 70 persen dari total biaya yang ditentukan 🤯

maksudnya apakah direktur PAUD gak melakukan analisis yang tepat saat proses pengadaan laptop ini? mungkin mereka hanya ikut-ikuti instruksi langsung dari staf khusus tanpa mempertimbangkan kebutuhan yang sebenarnya. tapi apa pun alasan, penting bahwa PAUD bisa mendapatkan bantuan ini untuk kegiatan AKM 📚
 
Wow 🤯 sebenarnya kayak gue tahu jatah biaya laptop itu banyak banget dan tidak ada analisis siapa aja nih yang benar-benar memilih dari pilihan itu, padahal untuk kebutuhan asesmen kompetensi minimum PAUD bukannya harus sama dengan SD SMP SMA atau apa aja ya?
 
PADAHAL NYA, SIH DIRANGKAAT KEKACAUAN DENGAN PENGADAAN LAPTOP CHROMEBOOK BANGGA! APA KABARNYA, GAK PERLU LAGI TENTU KEPUNYAAN UNTUK KEGIATAN AKM? PAUD BELUM PERNAH DIBOAHKAN AKM NYA, PADAHAL PENGADAAN LAPTOP CHROMEBOOK YANG BANYAK ITU DIKIRIMKAN KEPAUD.
 
Aku pikir ini bikin perasaan bingung, apa sebenarnya yang terjadi disini? Direktur PAUD ini benar-benar tidak memiliki rencana sebelum mengada laptop Chromebook, padahal sudah ada jatah 1.290 laptop dulu. Kalau ini nggak perlu, kenapa lagi disepakati nanti dan hasilnya 70% dari total biaya yang ditentukan?

Mungkin Direktur PAUDnya sih benar-benar tidak mengerti tentang kebutuhan di Direktorat PAUD-nya sendiri. Kalau dia bilang ini bantuan untuk AKM, tapi prosesnya nggak sesuai dengan SD dan lembaga pendidikan lainnya, itu bikin penasaran sih... Bagaimana caranya dia bisa nggak mengerti tentang hal ini?
 
ini kayak giliran siapa yang salah kan? kalau direktur PAUD tidak punya niat buat Chromebook tapi diberi jatah 1.290 laptop, itu nggak masuk akal lagi. lama-kelamaan mereka punya 70 persen dari biaya yang ditentukan, jadi apa yang salah dengan itu? yang salah adalah direktur PAUD ini langsung mengikuti instruksi dari staf khusus tanpa melakukan analisis dulu. kalau mau bantu AKM, maka harus sesuai dengan kebutuhan PAUD juga ya 🤔
 
ini rahasia yang jadi ketebalan dulu sih, direktur PAUD itu malah meminta bantuan Google Chromebook kayaapa sih, untuk apa lagi? kalau sih kegiatan asesmen kompetensi minimum (AKM) itu malah tidak sesuai dengan kebutuhan di PAUD. jadi kayaknya mereka membeli laptop Chromebook berdasarkan instruksi staf khusus Nadiem Makarim aja, bukan masalah kepentingan PAUD sendiri sih...
 
Lampu lampu punya niat apa? Direktur PAUD ini benar-benar bodoh banget... 1.290 laptop diberikan pada tahun 2021, tapi nggak ada analisis sih. Jadi apa aja hasilnya? 70 persen biaya yang diangsuran pasrah ke Akuntansi. Sihh...

Jangan sabar-sabaran juga gini, Direktur PAUD hanya ikut-ikutan instruksi tanpa niat sendiri. Nadiem Makarim siapa? Kita nggak tahu sih... tapi hasilnya PAUD jadi kewalahan sama biaya laptop yang tidak sesuai dengan kebutuhan di PAUD. Hmm... nggak enak banget sih...
 
Gampang banget sih, direktur PAUD punya niat yang salah. Kita bayar biaya 1.290 laptop, tapi mereka aja beli sekitar 70 persen itu. Artinya, masih ada 30 persen yang habis di mana? Padahal penggunaan Chromebook untuk kegiatan AKM nggak sama dengan sekolah-sekolah lainnya. Mungkin perlu dilakukan analisis lebih lanjut atau punya rencana yang jelas sebelum membeli, ya... 🤔
 
Maaf kalo sini banyak kesalahan tulisnya, tapi aku rasa PAUD memang harus lebih teliti dalam pengadaan laptop Chromebook mereka, pas kalau diberi jatah yang cukup tapi ternyata direktur hanya mengikuti instruksi tanpa analisis yang tepat. Aku pikir lebih baik bila direktur tersebut melakukan analisis terlebih dahulu untuk memastikan kebutuhan di Direktorat PAUD. Jadi, padahal diberi biaya yang cukup banyak, tapi hasilnya ternyata masih kurang optimal... 😐
 
Gue penasaran kalau di mana akun staf khusus Nadiem Makarim sih? Banyak kalah yang dipikirkan sebelum memutuskan keputusan seperti ini, nih! Gue rasa salah jatahnya aja, bukan ada analisis apa-apa, kalau jatah sama dengan kebutuhan. Tapi gue masih terkejut dengan hal ini, pengadaan Chromebook sih untuk AKM, tapi hasilnya tidak sesuai dengan standar lain, apa lagi! Gue rasa direktur PAUD punya kesempatan untuk memastikan kembali kebutuhan di Direktorat PAUD, jangan sekedar mengikuti instruksi tanpa pertimbangan.
 
Eh, apa artinya nih jika PAUD hanya mendapatkan 70 persen biaya laptop? Apakah arti nanya mereka harus merugikan diri sendiri? 🤔

Saya punya pertanyaan, kenapa Direktur PAUD tidak bisa memberitahu kita apa itu Chromebook dan apa manapun kegunaannya di PAUD? Saya rasa ini lebih serius kalau mereka memberitahu aja yang penting aja. 🙄

Lalu, siapa ini Nadiem Makarim dan Juris Tan? Siapa nih mereka dan kenapa Direktur PAUD ikut mentaiki instruksi mereka? Saya rasa lebih baik jika mereka jelasin apa yang diinginkan nanya.

Dan pertanyaan terakhir, siapa yang beli laptop 1.290 laptop ini? Siapa nanya yang harus membayar biayanya? Saya rasa tidak adil kalau PAUD harus membelinya sendiri aja. 🤷‍♂️
 
kembali
Top