Staf Nadiem Paksa PAUD Terima Chromebook meski Tak Dibutuhkan

Direktur PAUD Kemendikbudristek, Muhammad Hasbi mengungkapkan saat proses pengadaan laptop Google Chromebook pada 2019-2020, ia mendapat instruksi langsung dari staf khusus Nadiem Makarim untuk mengikutinya. Meskipun Chromebook tersebut tidak sesuai dengan kebutuhan PAUD di Indonesia saat itu.

Menurut Hasbi, beliau pasrah melakukan apa yang diperintahkan oleh Juris Tan, seorang staf khusus Nadiem, karena ada instruksi langsung dari Menteri. Banyak pertanyaan yang dihadapi jaksa penuntun umum di sidang Tipikor Jakarta Pusat mengenai pengadaan laptop tersebut.

Hasbi menjelaskan bahwa pengadaan Chromebook awalnya diniatkan untuk mendukung kegiatan asesmen kompetensi minimum (AKM). Namun, kenyataannya di lapangan, proses AKM di PAUD tidak sama dengan SD, SMP, SMA, dan lembaga pendidikan setara lainnya. Spesifikasi yang dibuat Direktorat SD dan SMP untuk kepentingan AKM juga tidak sesuai dengan kebutuhan PAUD.

PAUD mendapat jatah 1.290 perangkat selama kurun waktu 2021, tetapi banyak pertanyaan mengapa Chromebook tersebut tidak sesuai dengan kebutuhan yang ada di Direktorat PAUD. Jaksa penuntun umum juga bertanya mengapa staf khusus Menteri, Jurist Tan, bersama Fiona Handayani, terhitung baru di Kemendikbudristek bisa memiliki kekuatan besar dalam mengelola lembaga setingkat direktur.

Hasbi menjawab bahwa Jurist Tan dianggap sebagai staf khusus dengan kewenangan besar oleh Nadiem, dan itu adalah pengetahuan umum.
 
Gue jadi penasaran siapa ya Jurist Tan yang udah punya kekuatan besar seperti itu di Kemendikbudristek... tapi gue rasa nggak perlu bicara lagi tentang hal ini...
 
gak paham apa yang terjadi disini 🤷‍♂️. Menteri kemendikbudristeknya ada staf khusus yang bisa mengintervensi direktur PAUD? itu gak jelas banget. kalau ada instruksi langsung dari menteri, kenapa direktur harus pasrah dan melakukan apa yang ditawarkan oleh staf khusus? 🤔. di Indonesia gak ada aturan di mana direktur sekolah bisa dipaksa untuk mengikuti instruksi seseorang tanpa harus ada diskusi terlebih dahulu. ini gak adil sama sekali! 😡.
 
Sekarang apa yang cari kalau ada instruksi dari Menteri sendiri? Saya pikir direktur PAUDnya pasrah sekali. Ia mau melakukan apa yang diperintahkan oleh Jurist Tan, tapi kemudian mengeluh karena tidak sesuai dengan kebutuhan. Saya bayangkan jika ada gaji palsu buatnya, dia akan marah gitu sih!
 
Gue rasa kalau beliau direktur PAUD ini sedikit bingung. Siapa nih yang bilang Chromebook itu pas banget buat kebutuhan PAUD? Kalau asesmen kompetensi minimum itu tidak sama di setiap lembaga pendidikan, toh kenapa gue harus pakai Chromebook sih? Gue rasa ada masalah komunikasi sini... dan siapa yang bilang Jurist Tan punya kewenangan besar yang banget? Gue rasa itu bukan masalah, tapi bagaimana cara nanti menerapkannya dengan benar? 🤔📊
 
ini kalau kamu tau siapa yang beliau... 🙄 sih aja kalau kita ngga punya laptop chromebook yang sesuai dgn kebutuhan paud, kabarin juga di sidang Tipikor aja 😂 tapi apa yang penting adalah kemungkinan ada korupsi dan kesalahan dari staf-staf khusus yang melaporkan kepada menteri. 🤦‍♂️
 
Gue sengaja nonton video tipikor siapa? 🤣 Gue ngakak soal pengadaan laptop Chromebook PAUD, sih. Maksudnya, apa yang bisa gue katakan? Juris Tan dan Nadiem Makarim bareng-bareng buat regu, lho! 🤦‍♂️ Menteri yang jatuh ke belakang, staf khusus yang naik ke atas, kayak gitu. Tapi serius sih, gue penasaran siapa yang bilang Chromebook tidak sesuai dengan kebutuhan PAUD? 🤔 Mungkin seseorang yang nggak punya laptop sendiri? 📊
 
Aneh banget ya, siapa yang bilang laptop Chromebook itu nggak sesuai sama aja? Mau nggak aki pengadaannya gampang banget! 🤯 Kemudian lagi, staf khusus Menteri mau punya kekuatan besar dalam mengelola lembaga setingkat direktur sih? Apakah nggak adanya proses seleksi yang matang? 😊 Aku jadi penasaran nih, apa yang harus dijalankan oleh Direktorat PAUD kalau staf khusus Menteri mau punya kekuatan besar? 🤔
 
Lihat aja siapa yang buat kesalahan dalam pengadaan laptop Chromebook. Saya rasa, kalau gue bisa, aku pasti nggak salah dalam mengelola anggaran sekolah. Gue coba cari jawaban dari staf khusus yang ngerusahin hal ini, tapi kayaknya gue tidak bisa. Banyak yang bilang, gue adalah pejabat umum dengan pengetahan besar dari Menteri. Aku tidak ingin ngomong lagi tentang ini.
 
wow 🤯, aku pikir apa yang terjadi disana, menteri meminta direktur PAUD untuk beli laptop chromebook, tapi spesifikasi dari chromebook bukan cocok dengan kebutuhan PAUD di lapangan. kenapa ada instruksi langsung dari menteri padha direktur PAUD? 🤔 interesting
 
ini kabar gosip di Kemendikbudristek 🤔 apa sih maksudnya jika Directur PAUD dipaksa ngikut instruksi dari staf khusus tanpa harus mempertimbangkan kebutuhan sebenarnya di lapangan? aku pikir ini membuat PAUD terjepit dalam program yang tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat 📊. dan ini apa kabar lagi dengan staf khusus yang berkuasa besar? sih bagaimana kalau kita buat sistem pengelolaan lembaga yang lebih transparan dan akuntabel? 😐
 
kembali
Top