Hoaks Beredar Mengenai Meninggalnya Siswi SMAN 2 Kudus, Tegaskan SPPG, Rizza Meiliana Azzahara Sudah Menjalani Perawatan Kanker Nasofaring
Informasi mengenai meninggalnya salah satu siswi SMAN 2 Kabupaten Kudus, Rizza Meiliana Azzahara yang dikaitkan dengan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), ternyata tidak benar. Menurut Kepala SPPG Purwosari, Nasihul Umam, informasi tersebut merupakan hoaks yang beredar di masyarakat.
Rizza Meiliana Azzahara diperkirakan memiliki kondisi kesehatan yang sudah mempengaruhi kemampuannya untuk belajar. Ia memiliki penyakit kanker nasofaring sejak duduk di bangku kelas 8 SMP, yang berarti ia harus menjalani perawatan intensif dan kemoterapi secara rutin di RSUP Dr. Kariadi, Semarang.
Saat ini Rizza hanya sempat mengikuti kegiatan sekolah menjelang pelaksanaan tes pada November lalu. Ia tidak dapat mengikuti proses belajar mengajar secara normal karena harus fokus menjalani pengobatan. Kondisi kesehatannya sangat memerlukan perawatan yang intensif.
Menurut Nasihul, Rizza tidak pernah berangkat ke sekolah setelah Januari 2025, sehingga ia tidak termasuk dalam penerima paket MBG. Ia mengimbau masyarakat untuk tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi dan menyebarkan informasi yang dapat mempengaruhi kondisi kesehatan dan keselamatan peserta didik.
"Kita harus sangat berhati-hati dalam menangani informasi yang mengenai kondisi kesehatan dan keselamatan," kata Nasihul Umam.
Informasi mengenai meninggalnya salah satu siswi SMAN 2 Kabupaten Kudus, Rizza Meiliana Azzahara yang dikaitkan dengan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), ternyata tidak benar. Menurut Kepala SPPG Purwosari, Nasihul Umam, informasi tersebut merupakan hoaks yang beredar di masyarakat.
Rizza Meiliana Azzahara diperkirakan memiliki kondisi kesehatan yang sudah mempengaruhi kemampuannya untuk belajar. Ia memiliki penyakit kanker nasofaring sejak duduk di bangku kelas 8 SMP, yang berarti ia harus menjalani perawatan intensif dan kemoterapi secara rutin di RSUP Dr. Kariadi, Semarang.
Saat ini Rizza hanya sempat mengikuti kegiatan sekolah menjelang pelaksanaan tes pada November lalu. Ia tidak dapat mengikuti proses belajar mengajar secara normal karena harus fokus menjalani pengobatan. Kondisi kesehatannya sangat memerlukan perawatan yang intensif.
Menurut Nasihul, Rizza tidak pernah berangkat ke sekolah setelah Januari 2025, sehingga ia tidak termasuk dalam penerima paket MBG. Ia mengimbau masyarakat untuk tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi dan menyebarkan informasi yang dapat mempengaruhi kondisi kesehatan dan keselamatan peserta didik.
"Kita harus sangat berhati-hati dalam menangani informasi yang mengenai kondisi kesehatan dan keselamatan," kata Nasihul Umam.