Sosok Syafiq Ridhan Ali Razan, pendaki asal Magelang yang hilang di Gunung Slamet. Penggemar berita pendakian, Satrio Dwi Haryono memberikan laporan ini.
Pada Sabtu (27/12/2025) malam, Syafiq pergi bersama temannya, Himawan Choidar Bahran. Keduanya merencanakan pendakian sistem tektok tanpa bermalam dari Dipajaya, Pemalang menuju puncak Gunung Slamet. Setelah sampai di tempat pertemuan, mereka berdua memutuskan untuk berangkat terus ke atas tanpa menunggu kembali.
Namun, kedua pendaki tidak kembali seperti yang direncanakan dan menjadi perhatian setelah dilaporkan hilang. Sebelum kehilangan kontak dengan keluarganya, Syafiq sempat mengirim pesan singkat kepada ibunya Utari dari ponselnya melalui WhatsApp: "Sedang mendaki Gunung Slamet".
Ia memberikan foto basecamp pendakian sebagai bukti dan mengatakan akan kembali segera. Tapi, tidak seperti yang dijanjikan ia tidak turun.
Mereka tidak kembali ke basecamp sampai setidaknya Minggu (28/12/2025). Pengelola basecamp kemudian melakukan pengecekan data pendaki dan jalur, Syafiq tercatat belum turun.
Pada Senin (29/12/2025), tim SAR menemukan temannya, Himawan di sekitar Pos 9 atau sekitar 100 meter dari puncak dalam kondisi lemas dengan kaki terkilir. Kedua pendaki itu berdua merencanakan pendakian tektok naik dan turun pada hari yang sama, namun Syafiq tidak memberikan kabar lanjutan.
Pada Sabtu (27/12/2025) malam, Syafiq pergi bersama temannya, Himawan Choidar Bahran. Keduanya merencanakan pendakian sistem tektok tanpa bermalam dari Dipajaya, Pemalang menuju puncak Gunung Slamet. Setelah sampai di tempat pertemuan, mereka berdua memutuskan untuk berangkat terus ke atas tanpa menunggu kembali.
Namun, kedua pendaki tidak kembali seperti yang direncanakan dan menjadi perhatian setelah dilaporkan hilang. Sebelum kehilangan kontak dengan keluarganya, Syafiq sempat mengirim pesan singkat kepada ibunya Utari dari ponselnya melalui WhatsApp: "Sedang mendaki Gunung Slamet".
Ia memberikan foto basecamp pendakian sebagai bukti dan mengatakan akan kembali segera. Tapi, tidak seperti yang dijanjikan ia tidak turun.
Mereka tidak kembali ke basecamp sampai setidaknya Minggu (28/12/2025). Pengelola basecamp kemudian melakukan pengecekan data pendaki dan jalur, Syafiq tercatat belum turun.
Pada Senin (29/12/2025), tim SAR menemukan temannya, Himawan di sekitar Pos 9 atau sekitar 100 meter dari puncak dalam kondisi lemas dengan kaki terkilir. Kedua pendaki itu berdua merencanakan pendakian tektok naik dan turun pada hari yang sama, namun Syafiq tidak memberikan kabar lanjutan.