Korban Kekerasan Nenek Saudah, Duga karena Tolak Tambang Ilegal
Di Nagari Padang Mantinggi, Pasaman Barat, terjadi kejadian kekerasan yang menimpa nenek Saudah. Penyebab utama serangan tersebut adalah tolakan tambang ilegal yang sedang berlangsung di aliran sungai yang sama.
Pada hari Jumat, 1 Januari 2026, sekitar pukul 20.00 WIB, Saudah datang untuk meminta agar pekerjaan penambangan ilegal dihentikan sementara pada siang hari. Namun, saat ia menyorot lokasi dengan senter, korban tiba-tiba diserang oleh sejumlah orang tak dikenal. Ia dilempari batu, dipukuli dengan tangan kosong berulang kali, diseret, dan akhirnya dibuang ke semak-semak di sekitar lokasi.
Korban sempat tidak sadarkan diri dan dikira meninggal oleh para pelaku sebelum akhirnya ditemukan oleh warga dalam kondisi terluka parah. Nenek Saudah kemudian dibawa ke RSUD Tuanku Imam Bonjol Lubuk Sikaping untuk mendapatkan perawatan intensif.
Hal ini sudah menarik perhatian dari Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasco Ruseimy. Ia menelepon Saudah untuk mengecek keadaan dan mengabarkan bahwa pelaku sudah ditangkap. "Hal ini harus jadi pelajaran keras bagi generasi muda. Di Ranah Minang, wanita adalah Bundo Kanduang, yang harus dijunjung tinggi martabatnya, dijaga kehormatannya. Bukan untuk disakiti, apalagi dianiaya," tulis Vasco di Instagram.
Kondisi Nenek Saudah kini sudah mulai membaik, namun hal ini menegaskan bahwa masih banyak yang perlu dilakukan untuk mencegah terjadinya kekerasan seperti ini.
Di Nagari Padang Mantinggi, Pasaman Barat, terjadi kejadian kekerasan yang menimpa nenek Saudah. Penyebab utama serangan tersebut adalah tolakan tambang ilegal yang sedang berlangsung di aliran sungai yang sama.
Pada hari Jumat, 1 Januari 2026, sekitar pukul 20.00 WIB, Saudah datang untuk meminta agar pekerjaan penambangan ilegal dihentikan sementara pada siang hari. Namun, saat ia menyorot lokasi dengan senter, korban tiba-tiba diserang oleh sejumlah orang tak dikenal. Ia dilempari batu, dipukuli dengan tangan kosong berulang kali, diseret, dan akhirnya dibuang ke semak-semak di sekitar lokasi.
Korban sempat tidak sadarkan diri dan dikira meninggal oleh para pelaku sebelum akhirnya ditemukan oleh warga dalam kondisi terluka parah. Nenek Saudah kemudian dibawa ke RSUD Tuanku Imam Bonjol Lubuk Sikaping untuk mendapatkan perawatan intensif.
Hal ini sudah menarik perhatian dari Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasco Ruseimy. Ia menelepon Saudah untuk mengecek keadaan dan mengabarkan bahwa pelaku sudah ditangkap. "Hal ini harus jadi pelajaran keras bagi generasi muda. Di Ranah Minang, wanita adalah Bundo Kanduang, yang harus dijunjung tinggi martabatnya, dijaga kehormatannya. Bukan untuk disakiti, apalagi dianiaya," tulis Vasco di Instagram.
Kondisi Nenek Saudah kini sudah mulai membaik, namun hal ini menegaskan bahwa masih banyak yang perlu dilakukan untuk mencegah terjadinya kekerasan seperti ini.