Korban Kekerasan di Ranah Minang, Nenek Saudah Duga karena Tolak Tambang
Di Nagari Padang Mantinggi, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, ditemukan seorang nenek bernama Saudah yang berusia 68 tahun. Ia menemukan dirinya dalam keadaan tidak sadarkan diri di semak-semak setelah serangan luar biasa.
Menurut saksi, saat nenek itu mendatangi aliran sungai untuk meminta agar pekerjaan yang sedang berlangsung dihentikan, ia diserang oleh sejumlah orang tak dikenal. Korban dibawa ke semak-semak dan akhirnya ditemukan dalam kondisi terluka parah.
"Nenek Saudah adalah Bundo Kanduang, wanita yang harus dijunjung tinggi martabatnya", kata Vasco Ruseimy, Wakil Gubernur Sumatera Barat, setelah mengecek keadaan korban. Ia mengakui bahwa serangan tersebut menjadi pelajaran keras bagi generasi muda.
Pihak berwenang segera melakukan pengecekan di lokasi kejadian dan rumah sakit untuk memastikan kondisi korban serta menelusuri dugaan aktivitas tambang ilegal yang menjadi latar belakang serangan tersebut.
Di Nagari Padang Mantinggi, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, ditemukan seorang nenek bernama Saudah yang berusia 68 tahun. Ia menemukan dirinya dalam keadaan tidak sadarkan diri di semak-semak setelah serangan luar biasa.
Menurut saksi, saat nenek itu mendatangi aliran sungai untuk meminta agar pekerjaan yang sedang berlangsung dihentikan, ia diserang oleh sejumlah orang tak dikenal. Korban dibawa ke semak-semak dan akhirnya ditemukan dalam kondisi terluka parah.
"Nenek Saudah adalah Bundo Kanduang, wanita yang harus dijunjung tinggi martabatnya", kata Vasco Ruseimy, Wakil Gubernur Sumatera Barat, setelah mengecek keadaan korban. Ia mengakui bahwa serangan tersebut menjadi pelajaran keras bagi generasi muda.
Pihak berwenang segera melakukan pengecekan di lokasi kejadian dan rumah sakit untuk memastikan kondisi korban serta menelusuri dugaan aktivitas tambang ilegal yang menjadi latar belakang serangan tersebut.