Pesan ini sengaja dipilih sebagai korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang telah meninggal dunia. Setelah beberapa hari, jenazahnya akhirnya berhasil ditemukan dan diidentifikasi. Esther Aprilita Sianipar adalah salah satu dari korban tragis ini. Ia merupakan pramugari maskapai Indonesia Air Transport yang saat ini menjadi korban kecelakaan pesawat ATR 42-500.
Menurut informasi yang diterima, Esther adalah sosok yang tangguh dan penuh tanggung jawab. Ia memiliki pengalaman panjang sebagai pramugari selama 6 hingga 7 tahun. Namun, kehidupan profesionalnya berakhir dalam kecelakaan pesawat.
Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sulawesi Selatan berhasil mengidentifikasi jenazah Esther Aprilita Sianipar melalui pemeriksaan post mortem dan sidik jari. Jenazahnya ditemukan di Maros, Sulsel, dan dibawa ke RS Bhayangkara Makassar untuk identifikasi.
Esther lahir dari pasangan Adi Sianipar dan J. Siburian, dan memiliki keturunan Batak. Ia menempuh pendidikan di Universitas Terbuka, mengambil jenjang Sarjana Ilmu Komunikasi sejak 27 Desember 2019. Namun, status terakhirnya tercatat sebagai mahasiswa non-aktif pada semester Ganjil 2025/2026.
Selain kehidupan profesional dan akademiknya, Esther dikenal sebagai pribadi yang hangat dan baik hati. Ia memiliki anjing peliharaan bernama Millie dan akun TikTok dengan username @estherapril01. Menurut orang tuanya, komunikasi terakhir dengan Esther terjadi pada Jumat (16/1/2026), sehari sebelum tragedi kecelakaan.
Korban lain yang ditemukan adalah Deden Maulana, pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan seorang korban berjenis kelamin wanita yang masih belum teridentifikasi. Jenazah Deden ditemukan pada Minggu (18/1/2026), sedangkan jenazah pramugari bernama Florencia Lolita Wibisono ditemukan Senin (19/1/2026).
Menurut informasi yang diterima, Esther adalah sosok yang tangguh dan penuh tanggung jawab. Ia memiliki pengalaman panjang sebagai pramugari selama 6 hingga 7 tahun. Namun, kehidupan profesionalnya berakhir dalam kecelakaan pesawat.
Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sulawesi Selatan berhasil mengidentifikasi jenazah Esther Aprilita Sianipar melalui pemeriksaan post mortem dan sidik jari. Jenazahnya ditemukan di Maros, Sulsel, dan dibawa ke RS Bhayangkara Makassar untuk identifikasi.
Esther lahir dari pasangan Adi Sianipar dan J. Siburian, dan memiliki keturunan Batak. Ia menempuh pendidikan di Universitas Terbuka, mengambil jenjang Sarjana Ilmu Komunikasi sejak 27 Desember 2019. Namun, status terakhirnya tercatat sebagai mahasiswa non-aktif pada semester Ganjil 2025/2026.
Selain kehidupan profesional dan akademiknya, Esther dikenal sebagai pribadi yang hangat dan baik hati. Ia memiliki anjing peliharaan bernama Millie dan akun TikTok dengan username @estherapril01. Menurut orang tuanya, komunikasi terakhir dengan Esther terjadi pada Jumat (16/1/2026), sehari sebelum tragedi kecelakaan.
Korban lain yang ditemukan adalah Deden Maulana, pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan seorang korban berjenis kelamin wanita yang masih belum teridentifikasi. Jenazah Deden ditemukan pada Minggu (18/1/2026), sedangkan jenazah pramugari bernama Florencia Lolita Wibisono ditemukan Senin (19/1/2026).