Soeman Hasiboean memang terkenal dengan gaya bahasanya yang berkesan. Pada masa kemerdekaan Indonesia ia diangkat menjadi kepala sekolah desa. Meski diinterogasi oleh pihak Belanda, namun ia masih tetap produktif menulis dan rajin berkorespondensi ke tokoh sastrawan ternama di masa itu.
Selain dianggap sebagai pelopor cerita detektif Indonesia bersama dengan Mohammad Kasim, Sutan Takdir Alisjahbana juga menyebutnya sebagai pelopor. Ia pernah menerbitkan dua novel pada 1930-1939 dan menjadi penjajap kebudayaan Riau.
Selain dianggap sebagai pelopor cerita detektif Indonesia bersama dengan Mohammad Kasim, Sutan Takdir Alisjahbana juga menyebutnya sebagai pelopor. Ia pernah menerbitkan dua novel pada 1930-1939 dan menjadi penjajap kebudayaan Riau.