Soal Pernyataan

Pernyataan Menteri Keuangan yang Menganggap Penerima Uang Suap "Di-Noel-kan"

Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, berfirman bahwa ia tidak akan masuk ke belakang jeruji besi dan tidak menerima uang suap, bahkan jika ada seseorang mengatakan dia harus "di-Noel-kan" seperti Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) yang sedang tersandung kasus korupsi. Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa gaji besar yang ia terima sebagai Menteri Keuangan sudah cukup untuk memenuhi kebutuhannya dan tidak ada alasan bagi dirinya untuk menerima suap.

"Guangua nggak pernah menerima uang suap sepeser pun. Gua hanya melakukan pekerjaan di atas tugas, dan gaji gua sudah cukup. Gua enggak terima duit dari siapa pun," katanya saat ditemui awak media usai Sidang Debottlenecking di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat.

Purbaya Yudhi Sadewa juga mengingatkan bahwa tidak ada alasan bagi dirinya untuk menerima suap, bahkan jika ada seseorang mengatakan dia harus "di-Noel-kan" seperti Wakil Menteri Ketenagakerjaan yang sedang tersandung kasus korupsi. "Harus waspada, karena dia akan di-Noel-kan," katanya.

Namun, Purbaya Yudhi Sadewa tidak menyangkal bahwa ada seseorang yang mengatakan bahwa ia harus menerima uang suap dan mengakui bahwa ia tidak tahu siapa itu yang mengatakan demikian. "Mungkin dia... mungkin sebel sama gua juga saya enggak tahu. Tapi kasus seperti itu di saya mungkin amat kecil kemungkinannya terjadi," katanya.

Kemudian, Purbaya Yudhi Sadewa juga menambahkan bahwa gaji besar yang ia terima sebagai Menteri Keuangan sudah cukup untuk memenuhi kebutuhannya dan tidak ada alasan bagi dirinya untuk menerima suap. "Gajaguagude di sini, cukup. Jadi kasusnya kecil dan saya enggak tahu kenapa Pak Noel ngomong seperti itu," katanya.

Purbaya Yudhi Sadewa juga menegaskan bahwa ia tidak akan kriminalisasi seperti Wakil Menteri Ketenagakerjaan yang sedang tersandung kasus korupsi. "Noel kan terima duit, gua mah nggak terima duit. Dijebak gimana? Ah biar aja, yang penting gua nggak terima duit," katanya.

Sementara itu, Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker), Immanuel Ebenezer alias Noel, menyatakan bahwa Purbaya Yudhi Sadewa berpotensi dikriminalisasi seperti dirinya karena menangani isu "thrifting" yang dilarang. "Harus waspada, karena dia akan di-Noel-kan," kata Noel.

Kasus ini kemungkinan dapat dilacak dengan mengecek seluruh perkara yang telah diterapkan oleh Purbaya Yudhi Sadewa.
 
Hmmppp, apa itu "Di-Noel-kan" kayaknya? Pak Menteri Keuangan nggak mau menerima uang suap, tapi Wakil Menteri Ketenagakerjaan bilang dia akan di-Noel-kan kalau dia tidak mau. Kalau kayaknya, itu artinya dia harus terima duit, kan? Tapi Pak Menteri Keuangan bilang ya, dia enggak mau menerima uang suap dan sudah cukup dengan gajinya. Mungkin ada yang salah di sini... 🤔
 
Aku rasa Purbaya Yudhi Sadewa terlalu santai aja nih. Ia bilang gajinya sudah cukup, tapi aku rasa itu hanya untuk dirinya sendiri. Aku pikir ia masih bisa saja menerima uang suap tapi hanya tidak mau diberitahu siapa-siapa. Aku juga tidak percaya kalau Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) yang sedang tersandung kasus korupsi benar-benar bilang "di-Noel-kan" itu dengan serius. Mungkin itu hanya kata-katanya untuk mengancam Purbaya Yudhi Sadewa. Aku rasa kasus ini masih bisa saja memanas lagi. 🤔
 
Haha, apa kabar ya? Kasus korupsi yang melibatkan Wakil Menteri Ketenagakerjaan itu benar-benar membuat aku jijik 😅. Aku rasa Purbaya Yudhi Sadewa malah yang lucu banget dengan cara "di-Noel-kan" tersebut, tapi sayangnya bukanlah hal yang serius 🙄. Aku rasa apa yang penting adalah ada pengawasan yang ketat dan tegas dari otoritas terkait agar tidak ada kasus korupsi lagi di masa depan 💪.
 
Gak percaya sih, Menteri Keuangan yang bilang "di-Noel-kan" itu sebenarnya masih bisa menerima uang suap? Gue pikir kalau ini seperti mainan, tapi ternyata masih ada orang yang bisa tergoda. Guagua nggak percaya kalau ini benar-benar tidak ada korupsi di Indonesia... 🤔
 
Maksudnya, kalau Purbaya Yudhi Sadewa bilang "Gajaguagude di sini, cukup" itu bukan artinya dia bilang gaji besar dia terima sudah k enough banget, tapi aku rasa dia mau bilang bahwa ada batas yang tidak bisa dilampaui. Kalau dia bilang "Guangua nggak pernah menerima uang suap sepeser pun", tapi ada orang yang bilang dia harus "di-Noel-kan" seperti Wakil Menteri Ketenagakerjaan, itu bukannya sedikit aneh banget? Aku rasa dia harus lebih jelas dan tidak terlalu sibuk berbicara dengan awak media.
 
Gue nggak setuju dengan kata-kata Purbaya Yudhi Sadewa, dia harus lebih jujur dulu sebelum berbicara dengan santai seperti itu 🙄. Gue rasa kata-katanya terlalu banyak "gaggu" dan tidak jelas tentang apa yang sebenarnya ia maksudkan.

Gue pikir, kalau dia benar-benar tidak menerima uang suap, maka dia harus lebih cepat menangani kasusnya daripada berbicara dengan santai seperti itu 😒. Dan, gue rasa katanya tentang Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer alias Noel terlalu serigala 🦊.

Gue ingin tahu, siapa yang memanggil Purbaya Yudhi Sadewa untuk "di-Noel-kan" dan mengatakan dia harus menerima uang suap? Mungkin mereka punya alasan yang jujur? 🤔
 
Pernyataan Menteri Keuangan yang mengatakan ia tidak akan menerima uang suap membuatku penasaran, apa yang sebenarnya maksudnya? Apakah dia benar-benar tidak akan menerima uang suap? Atau hanya sekedar untuk memamerkan dirinya di depan umum?

Saya rasa Purbaya Yudhi Sadewa harus lebih jelas dan transparan tentang apa yang sebenarnya dia maksudkan. Jika gaji besar yang ia terima sudah cukup untuk memenuhi kebutuhannya, maka apa yang dia artikan dengan "di-Noel-kan"? Apakah itu sekedar kata-kata yang tidak memiliki makna yang sebenarnya?

Saya juga ingin tahu, siapa itu Purbaya Yudhi Sadewa yang benar-benar mengutuk Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer alias Noel? Apakah dia benar-benar tidak tahu siapa itu yang mengatakan demikian?

Saya rasa Purbaya Yudhi Sadewa harus lebih waspada dan transparan dalam menyampaikan pendapatnya. Jangan sekedar mengutuk orang lain, tapi juga harus menjelaskan secara spesifik apa yang sebenarnya dia maksudkan.
 
Gue pikir ini salah banget, Purbaya Yudhi Sadewa malah malah malah. Gua rasa dia nggak masuk akal, siapa yang mengatakan dia harus "di-Noel-kan"? Guanek ga bisa ngerti apa maksudnya. Dan gue jadi penasaran siapa Pak Noel itu? Gue rasa dia nggak penting sama sekali! 😒💸
 
Gue penasaran nggak apa maksud dari "di-Noel-kan" sih, tapi sepertinya kayak gue paham, itu artinya orang harusnya menerima uang suap 😂. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa nggak mau menerima uang suap, dan itu diajak temen-temennya (Wamenaker) untuk "di-Noel-kan". Gue kira itu kayak kalimat slang yang asing, tapi sepertinya seseorang ingin bilang bahwa orang tersebut harusnya tawain duit 🤑. Tapi gue rasa Purbaya Yudhi Sadewa sudah jujur dengan kata-katanya, gaji besar dia sudah cukup buat kebutuhan hidupnya #PribadiHakAtasUangSuap
 
Maksimalkan gajimu sendiri, kan? Siapa nggak suka menerima uang tambahan 🤑. Saya rasa Menteri Keuangan itu agak lucu dengan pujian dirinya yang sudah cukup untuk hidupnya, jadi mengapa harus terus ingin lebih? 😊. Bayangkan kalau semua pejabat lain juga begitu konsisten dalam menolak uang suap... tentu saja akan sangat menyenangkan untuk bekerja di bawah atasan seperti itu 🙄.
 
kembali
Top